~||~
"Mommy" panggil seorang wanita muda yang baru saja memasuki rumah.
"Dinda!! Baru pulang??" tanya Mommynya yang masih sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"Iya Mom. Mommy lagi buat apa??"
"Makanan penutup tradisional, klepon" jawab Mommy dengan bibir tersenyum manis.
Dinda yang mendengar seketika mengerutkan keningnya dengan bibir yang sedikit mengerucut.
"Kenapa harus buat Mom?? Mommy bisa membelinya tanpa harus membuat sendiri itu jauh lebih mudah" ujar Dinda mengutarakan pemikirannya.
"Memang benar tapi perasaanya berbeda"
"Apa yang berbeda Mom??"
"Jika kita melakukan usaha dalam pembuatannya orang yang memakannya pasti akan merasakan usaha kita itu, ini bukan hanya tentang rasanya tapi juga tentang perasaan" jawab Mommynya dengan mengukir senyum manis.
"Kemarikan tanganmu!!" lanjutnya.
Dengan patuh Dinda menjulurkan tangan kanannya untuk menerima sebuah adonan kecil yang diberikan Mommynya.
"Cobalah membuat ini untuk orang yang kamu anggap spesial" ucap Mommynya.
Dinda hanya memandangi adonan yang siap dibentuk itu dengan perasaan gusar. Perkataan Mommynya membuat hatinya merasakan tak nyaman, rasa sakit, rasa takut, rasa kekecewaan dan khawatir tercampur menjadi satu.
Dirinya berasa diambang kecemasan, ingin rasanya mengatakan sejujurnya kepada Mommynya siapa orang yang dia sayang dan siapa orang yang menjadi penghalang didalam hubungannya. Tapi apa daya dirinya tak berani untuk berkata sejujurnya, setiap kali ingin mengatakan jujur rasa takut itu keluar. Takut kepada Mommynya tidak bisa menerima hubungannya dengan laki laki yang dia cintai.
Didalam hubungannya hanya kakaknya yang mendukungnya sekarang. Daddynya menolak keras hubungannya dengan Rey, sedangkan Mommynya belum tahu menahu tentang semua masalah yang timbul karena dirinya.
"Kenapa Din??" tanya Mommynya yang berhasil membuyarkan kan lamunan Dinda.
"Ahh enggak Mom"
"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!!" ucap Mommynya dengan senyum meneduhkan.
Dinda mengigit bibir bawahnya sendiri dengan kedua tangan yang saling meremas gugub.
"Mom.. Aku.." ucap Dinda yang terbata bata.
"Semua ini tentang pria itu??" tanya Mommynya yang menyela ucapan Dinda yang terdengar lambat.
"Mommy sudah tahu tenang dia??" tanya balik Dinda dengan wajah terkejutnya.
"Aku sudah tahu"
"Lalu.. Apa.. Mommy.. Juga akan melarangku menjalin hubungan dengan dia??"
"Ketika kamu menyukai seseorang walaupun keluarganya dari kalangan penjahat sekalipun yang namanya cinta tidak boleh disalahkan. Hidupmu adalah milikmu tapi ingat kita masih hidup dikalangan masyarakat ini. Mereka akan menilai kamu dari apa yang mereka lihat" ucap Mommynya.
"Aku tahu itu Mom tapi aku tidak memperdulikan apa yang dipikirkan orang lain tentangku selama keluargaku mendukung hubunganku dengan dia"
"Tapi Daddy... " lanjutnya dengan menundukkan kepalanya sedih.
"Beberapa hal membutuhkan waktu, bersabarlah Din" ucap Mommynya untuk memberikan semangat kepada Dinda.
Dinda menganggukan kepala serta tersenyum kepada Mommynya. Mommy yang masih menyadari bahwa Dinda masih bersedih mengambil satu klepon dan menyodorkannya kepada Dinda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Red Thread Of Destiny || Leslar
Random"Tariklah salah satu benang merah ini, kamu akan mendapatkan seseorang yang akan memandumu untuk berkeliling Fakultas Administrasi Bisnis " Akankah benang merah takdir bisa mempersatukan mereka dikehidupan yang akan datang?? Tak ada yang tahu. Hanya...
