"Tariklah salah satu benang merah ini, kamu akan mendapatkan seseorang yang akan memandumu untuk berkeliling Fakultas Administrasi Bisnis "
Akankah benang merah takdir bisa mempersatukan mereka dikehidupan yang akan datang??
Tak ada yang tahu. Hanya...
Rey dan Dinda berdiri disebuah rumah dengan pagar menjulang tinggi, pagar tersebut terbuka menampakkan suasa asri dihalam rumah besar tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dinda memutar tubuhnya menghadap kearah Rey yang juga sedang memandangnya.
"Cukup mengantarkanku sampai sini saja" ucap Dinda.
"Apa kamu yakin?? Apa kamu ingin aku menemui orang tuamu??" ucap Rey yang mendapatkan gelengan kepala dari Dinda.
"Tidak perlu"
Rey menghela nafasnya lalu mengusap lembut rambut Dinda.
"Kalau begitu, sampai jumpa" ucap Rey.
"Hati hati dijalan"
Rey tersenyum dan mengangguk kecil untuk mengiyakan ucapan Dinda. Dinda masuk kedalam halaman rumah yang langsung disambut oleh kakaknya An dan sang ponakan Alin. Semua itu tak luput dari pengelihatan Rey yang masih diambang pagar rumah yang terbuka, dia bisa melihat jelas bagaimana kedua saudara itu saling menyayangi bahkan dia bisa melihat Dinda begitu sayang kepada keponakan, Alin.
Andai saja hubungan mereka berdua tidak ditentang oleh ayahnya ataupun ayah Dinda mereka akan bisa saling mengenal. Mengingat hal itu membuat emosi Rey terkumpul, dia mengepalkan tangannya dengan kuat menahan emosinya. Melihat senyum Dinda yang bahagi bersama keponakan membuat emosi Rey perlahan normal dan mengukir senyum kecil untuk An yang juga tersenyum kepadanya, merasa Dinda sudah bersama orang yang tepat Rey melangkah pergi.
~||~
"Kita sampai" seru Maul yang sudah keluar dari dalam mobil dan diikuti oleh Rara.
Rizky yang sebagai pengemudi keluar terakhir dan memandang rumah besar dengan pagar yang tinggi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rara sudah berlari masuk diikuti Maul yang berjalan santai dibelakangnya sedang Rizky melangkah pelan memasuki area rumah yang dipenuhi tanaman tersebut.