~||~
"Kak Rey"
"Tunggu aku"
"Apa Kak Rey bisa makan siang bersamaku??"
"Kak Rey"
"Kak Rey" ucap Dinda yang berhasil meraih lengan Rey untuk berhenti berjalan.
"Aku akan menunggumu dikantin" ucap Dinda.
"Aku tidak akan kesana" ujar Rey ketus.
"Hatimu keras seperti batu, aku sudah mendekatimu selama sebulan" ucap Dinda bersedih.
"Aku tidak menyuruhmu untuk melakukanya bukan??"
"Terserah, mau bagaimanapun aku akan tetap membelikanmu makan siang" tegas Dinda.
"Kenapa kamu sangat keras kepala??" ucap Rey kesal.
"Pokoknya aku akan menunggumu sampai kamu datang,okey?? Sampai jumpa lagi, dadah" ucap Dinda tegas dan berlari menjauh.
"Din.. Dinda" panggil Rey kepada wanita yang baru saja menghentikan langkahnya.
Rey membuang nafas kesal karena kelakuan Dinda yang satu bulan ini membuatnya jengkel.
Rey duduk disalah satu kursi yang berada didalam perpustakaan, kedua tangannya memegang sebuah buku. Walaupun dia memegang sebuah buku tapi pusat pikirannya berada dikantin dimana Dinda yang sedang menunggunnya disana.
Rey mencoba beberapa kali untuk fokus membaca seperti biasanya tapi kedua matanya justru fokus melihat jam yang tertempel di dinding. Jam menunjukan sore hari yang berarti jam istirahat siang sudah selesai dari tadi dan Rey masih enggan untuk beranjak dari tempatnya.
Dengan perasaan ragu Rey menutup bukunya dan segera mengembalikannya ketempat semula.
"Pasti dia sudah pergi" batinya.
Kaki yang melangkah keluar dari perpustakaan untuk menuju kantin membuktikan bahwa wanita yang sebulan ini sudah mengganggu itu tidak bertingkah bodoh.
Rey memasuki area kantin dengan pandangan mengedar untuk menemukan Dinda si wanita pengganggunya.
"Ini sudah sore. Dia sudah pulang" gumamnya.
Tapi ada yang mencurigakan yang matanya temukan, Rey berjalan mendekati sebuah meja dengan seorang wanita dengan kepala tertidur diatas meja. Rey menatap wanita tersebut dan juga menatap kedua piring berisi makanan dan tak lupa dua botol minum yang terletak diatas meja.
"Din.. " panggil Rey.
Wanita yang bernama Dinda tersebut mulai membuka matanya dan melihat pria yang baru saja memanggilnya tersebut.
"Kak Rey datang" lirih Dinda.
"Aku sudah menunggumu dari tadi" lanjutnya dengan senyum manis.
"Iky kau masih saja melamun" ucap Rico.
"Tersehlah, ayo pergi" lanjutnya yang menyeret Rizky pergi menuju kelas mereka.
~||~
Lesti, Shania, Prilly dan Rara sedang duduk bersama disebuah taman dekat kantin kampus, mereka berempat sengaja duduk disana untuk makan siang karena tempatnya tidaklah terlalu ramai orang sedangkan dikantin sangatlah penuh.
"Lesti!! Shania!! Kalian ingin makan apa??" tanya Rara.
"Tidak, terimakasih" jawab Shania sibuk memakan cemilannya.
"Kalau gitu kita berdua beli makan dulu" ucap Prilly yang sudah menarik Rara untuk pergi membeli makan.
Lesti dan Shania memandang kepergian keduanya dengan lekat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Red Thread Of Destiny || Leslar
Random"Tariklah salah satu benang merah ini, kamu akan mendapatkan seseorang yang akan memandumu untuk berkeliling Fakultas Administrasi Bisnis " Akankah benang merah takdir bisa mempersatukan mereka dikehidupan yang akan datang?? Tak ada yang tahu. Hanya...