Open House 1

429 62 6
                                        

~||~

Sepasang kekasih duduk berhadapan dengan kedua tangan yang bertumpu diatas meja yang sebagai pemisah jarak diantara mereka. Tangan si wanita dengan perlahan meraih tangan si pria, menggenggam tangan pria tersebut dengan kedua tangannya.

"Kak Rey.. Maafkan aku, aku hanya ingin membuatkanmu makanan yang enak" lirih si wanita sedih.

"Tapi Dinn.. Ini mie instannya gak bisa dimakan Din" ujar si pria.

Mereka berdua menatap nanar semangkuk mie instan belum matang yang sudah tersaji diatas meja. Dinda menghembuskan nafasnya, rasa bersalah serta rasa kesal tercampur menjadi satu.

"Ya maaf" lirih Dinda lagi.

"Lain kali aku akan membuatnya sendiri" ucap Rey yang melepaskan genggaman tangan Dinda.

"Maaf"

Rey menatap Dinda yang sekarang menundukkan kepalanya, wajah sedih wanita tersebut terlihat jelas dimata Rey. Tapi bukan Dinda namanya kalau begitu saja sudah menyerah, Dinda lantas mendongakkan kepalanya yang berhasil membuat tatapan mereka berdua saling bertemu. Pandangan Rey sempat terkunci dengan pandangan Dinda sampai sebuah tangan kembali menggenggam tangannya.

"Kak Rey sudah mulai menyukaiku??" ucap Dinda menggenggam tangan Rey semakin erat.

Rey lantas menarik tangannya dari genggaman Dinda serta memutuskan pandangan.

"Kenapa harus tanya kalau kamu sudah tahu jawabannya??" ujar Rey melirik Dinda.

"Aku ingin mendengarnya langsung darimu" lirih Dinda.

"Kalau begitu tebak saja" ucap Rey kembali menatap tajam kepada Dinda.

"Hmm kamu memang jahat" ucap Dinda merotasikan kedua matanya.

Rey menatap lekat wajah Dinda yang sekarang sudah tak lagi menghadap kepadanya itu.

"Aku menyukaimu" ujar Rey seraya berdiri dari duduknya dengan membawa mangkuk berisi mie instan yang belum matang tersebut.

"Kak kamu tadi biacara apa??" tanya Dinda yang tersenyum.

"Aku mau membuat mie instan" ujar Rey berlalu menjauh.

Dinda tersenyum lebar dengan memandang punggung Rey yang sedang memasak mie instan untuk mereka dan..

'Cchhhhiitttt'

'Brrragggg'

Mobil yang dikendarai Rizky menabrak sebuah pot bunga yang tertata rapi didepan rumahnya sendiri, bunga yang tertata didepan gerbang tersebut berantakan seketika. Rizky masih saja mematung dibelakang kemudinya bahkan kedua matanya sudah mengeluarkan air dengan dengan sendirinya. Pusat pikiran Rizky dipenuhi bayang bayang Rey dan Dinda sampai dia tidak menghiraukan panggilan Maul dan Rara yang sudah mengetuk kaca mobilnya.

"Kak Rizky"

"Kak Rizky"

"Kak Rizky buka pintunya!!"

Maul semakin kencang mengetuk kaca mobilnya tersebut, bahkan ketukan tersebut berubah menjadi pukulan karena Rizky yang masih saja tak merespon panggilannya.

"Kak Rizky" panggil Rara dengan suara yang gemetar.

Kesadaran Rizky sontak kembali ketika mendengar suara Rara, dilihatnya kedua adiknya yang sedang berusaha membuka pintu mobilnya.

"Kak tolong buka pintunya" teriak Maul.

Dengan keadaan kacau Rizky melepas seatbelt dan membuka pintu mobilnya untuk keluar.

Red Thread Of Destiny || Leslar Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang