Kalau gk mau vote gk usah baca!
~||~
Suasana gembira terpancar dari sebuah rumah dengan hawa sejuk itu, lantunan suara merdu mendayu dayu. Itu adalah suara An yang bernyanyi untuk adiknya, bayi mungil dengan tubuh gempal itu berada pangkuan sang ibu."An, kamu yang tertua, kamu juga harus merawat adikmu dengan baik kedepannya ya"
"Tentu saja ibu, aku berjanji pada ibu, aku akan merawatnya dengan baik."
An dengan mantap mengatakannya dan berlanjut bernyanyi agar suara merdunya membuat sang adik tertidur lelap.-||-
Pagi hari yang cerah telah tiba, dengan kain celmek yang melilit tubuhnya, Lesti sedang memasak hidangan untuk sarapannya. Tangannya dengan lincah membolak balik dada ayam fillet yang sudah dibumbui diatas tepung roti. Tangannya menekan dengan pelan agar tepung roti menempel dan merata.
Senyumnya tersungging ketika melihat Rizky yang sudah bangun dari tidurnya.
"Selamat pagi sayang"
Sapa Rizky dengan muka sedikit bengkak karena bangun tidur."Pagi"
Jawab Lesti singkat tapi dengan senyuman yang manis."Kamu sedang memasaka? Apa kamu tak capek?"
Lesti tersipu malu, dirinya cukup liar diatas ranjang tadi malam tapi Rizky tak kalah liarnya. Memikirkannya saja sudah berhasil membuat wajah Lesti memerah, Rizky tersenyum dan mengusap kepala Lesti gemas.
"Agar kamu tidak terlalu capek bagaimana kalu aku membantu?"
Dengan senang hati Rizky menawarkan diri untuk membantu Lesti memasak sarapan untuk mereka.Rizky sudah cukup pintar dalam memasak, mungkin karena terlalu sering ditinggal kedua orangtuanya pergi keluar kota membuatnya menguasai sedikit keahlian itu.
"Apa kamu bisa menggoreng daging ayam ini? Aku akan membuat sausnya kalau kamu bisa"
"Tentu saja"
Rizky mengangguk dan mulai menelisik setiap barang yang tergeletak dimeja kitchen.Dengan hanya melihat bahan bahan disana Rizky sudah bisa menebak sarapan apa yang akan Lesti hidangkan untuknya. Chicken katsu dengan salad sayur sebagai lauk pendampingnya, itu termasuk hidangan kesukaan Rizky.
Rizky mulai memasukan daging ayam yang sudah terbalur tepung roti itu kedalam penggorengan yang sudah terisi minyak panas. Cukup bagus kemampuan Rizky mengerjakan tugasnya, Lesti yang berdiri disampinya tersenyum dan kembali melihat saus yang sedang dia masak diatas api kompor itu. Sembari menunggu saus mengental Lesti menyiapkan salad sayur sebagai lauk pendampingnya nanti.
Dengan cekatan Lesti meracik bumbu untuk saus, dikira sudah cukup kental Lesti mematikan apik kompor dan beralih untuk mengambil piring.
"Sayang aku sudah selesai, ada lagi yang bisa aku bantu?"
Ujar Rizky menawarkan diri lagi.Lesti berjalan mendekat dengan membawa kedua piring ditanganya, Lesti mengangguk melihat hasil kerja Rizky cukup bagus, hasilnya berwarna kuning keemasan tidak ada tanda tanda hangus.
"Kakak bisa beralih untuk menata makanan penutup itu"
Lesti menujuk beberapa makanan yang masih perlu dimasukkan kedalam thinwall yang sudah sempat dia siapkan tadi."Kamu juga membuat makanan penutup?"
Tanya Rizky yang sudah berpindah tempat disamping kiri Lesti."Tentu saja, hari ini aku akan mengajak kamu kesuatu tempat"

KAMU SEDANG MEMBACA
Red Thread Of Destiny || Leslar
Random"Tariklah salah satu benang merah ini, kamu akan mendapatkan seseorang yang akan memandumu untuk berkeliling Fakultas Administrasi Bisnis " Akankah benang merah takdir bisa mempersatukan mereka dikehidupan yang akan datang?? Tak ada yang tahu. Hanya...