Bersatu 50:50 Berpisah

468 75 43
                                        

Typo bertebaran!!

~||~

Hamparan rumput hijau menyambut mata saat memandang, seorang pria berbaring diatas rumput, tangan kirinya dia gunakan sebagai tumpuan kepalanya. Dipandangnya langit biru cerah diatasnya, sinar matahari yang tidak terlalu terik membuat kedua matanya dengan bebas mengeksplor keindahan langit. Walaupun sudah mendapat suasana serta keindahan didepan mata tak membuat masalah yang berada didalam kepalanya berhenti walaupun itu sedetik saja.

Ditengah acara berpikirnya seraya berbaring diatas rumput serta memandangi keindahan langit tiba tiba kedatangan seorang wanita mengalihkan pandangannya. Wajah wanita cantik tersebut tepat diatasnya dengan arah yang berlawanan.

Rey, pria yang sedang berbaring itu kini sedang menatap semestanya yang selalu memancarkan senyum manis tersebut. Perlahan kedua mata Rey terpejam karna menerima sentuhan hangat dari kekasihnya yang tak lain adalah Dinda.

"Keriput" ujar Dinda yang berlutut diatas kepala Rey dengan kedua tangan memijat kening Rey pelan.

"Apa yang kamu pikiran??" tanya Dinda yang hanya mendapatkan tatapan kegelisahan dari Rey.

Melihat itu, Dinda mulai mengusap rambut Rey memberikan kekasihnya itu ketenangan. Dan benar saja, tak berapa lama kedua mata Rey kembali terpejam menikmati sentuhan dari tangan Dinda. Dinda memandang area taman yang sangat sepi dan kembali memandang wajah Rey yang berbaring dibawahnya. Dengan pasti dan cepat Dinda mencium bibir Rey, walaupun hanya menempel dan terkesan cepat mampu membuat Rey kembali membuka matanya.

"Hehehe aku baru saja mencuri ciuman darimu" ujar Dinda.

Rey bangkit dari berbaringnya dan berjongkok menghadap kepada Dinda. Ditatapnya tajam manik mata coklatnya wanitanya yang kini terlihat kebingungan.

"Kamu menyebut itu ciuman??"

"Ya, bibirku sudah menyentuh bibirmu" jawab Dinda dengan polosnya.

Tawa kecil Rey membuat Dinda kebingungan, dipegangnya pundak Dinda dan mendorongnya kesamping membuat tubuh wanita tersebut terlentang diatas rumput dan sekaligus dibawah kungkungan Rey.

"Kak Reyyy.. " lirih Dinda melihat kedua tangan Rey yang sudah disamping kiri dan kanan kepalanya.

Rey mendekatkan wajahnya mengikis jarak diantara mereka, dengan pasti Rey mendaratkan bibirnya diatas bibir Dinda, melumatnya dengan lembut. Walaupun awalnya terkejut karena Rey berani menciumnya ditempat umum, tapi lama kelamaan Dinda mulai membalas ciuman Rey. Tanpa sadar ciuman mereka semakin dalam dan Dinda segera mendorong dada Rey untuk menghentikannya. Nafas Dinda tersenggal senggal seraya menatap Rey yang justru tertawa ringan.

"Itu yang namanya ciuman" ujar Rey.

"Kenapa Kak Rey jadi mesum seperti ini??" kesal Dinda.

"Kenapa?? Kamu duluan yang mencuri ciuman dariku kan" ucap Rey dengan tangan menggelitik pinggang Dinda.

"Haha kakk hahaha berhenti!!"

Rey menghentikan kegiatannya dan memandangi wajah berseri wanita yang berada dibawahnya sekarang. Tangan Dinda terangkat untuk membelai lembut wajah Rey, dari dahi turun ke mata dan hidung, berhenti menangkup kedua pipi tirus itu dengan kedua tangannya.

"Aku sangat senang" ucap Dinda tersenyum lebar.

Rey tersenyum dan kembali mencium bibir Dinda, saling melumat menyalurkan rasa cinta mereka berdua.

"Akhh"

Seorang pria memekik kecil dalam tidurnya, kedua tangannya tanpa sadar menggenggam selimut tebalnya dengan kuat. Keringat dingin membasahi pelipisnya dan dengan perlahan lelehan air mata meluncur dari sela sela matanya yang masih terpejam. Deru nafasnya semakin memburu bertepatan semakin kuat cengkraman tangannya.

Red Thread Of Destiny || Leslar Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang