"Tariklah salah satu benang merah ini, kamu akan mendapatkan seseorang yang akan memandumu untuk berkeliling Fakultas Administrasi Bisnis "
Akankah benang merah takdir bisa mempersatukan mereka dikehidupan yang akan datang??
Tak ada yang tahu. Hanya...
Seperti yang sudah dijanjikan, Rizky akan membantu Lesti membuat makanan penutup. Lesti yang memang menguasai teknik memaksakan makan penutup terlihat senang senang saja tapi tidak dengan Rizky, didalam hati pria tampan tersebut selalu menggerutu kesal ketika dia diberi tugas memarut kelapa sekaligus mengambil santannya. Rizky tahu Lesti sengaja menyuruhnya untuk memarut kelapa karena Rizky memang tidak bisa, dia juga sudah menyarankan untuk menggunakan santan siap saji tapi Lesti berdalih rasa makanannya akan tidak senikmat menggunakan santan alami, sungguh merepotkan batin Rizky.
Disaat kegiatannya yang sedang memeras parutan kelapa Rizky sesekali melirik Lesti yang kini tertawa pelan melihatnya yang mungkin terlihat kaku. Rizky sontak mengerucutkan bibirnya kesal menyadari kekasih kecilnya ini telah menjahilinya habis habisan.
Dengan perasaan sedikit kesal Rizky berjalan mendekati Lesti dengan mangkuk berisi santan, diletakan mangkuk itu disamping tempat adonan yang sekarang sedang Lesti bungkus dengan bunga tulip.
"Apakah sudah cukup?? Aku tidak bisa melakukannya, parutan kelapa itu sempat membuat tanganku terluka tadi" rengek Rizky yang berdiri disamping Lesti.
Lesti tersenyum lalu menggelengkan kepalanya mendengar sifat Rizky yang mulai manja.
"Sudah lebih dari cukup, calon suamiku" ucap Lesti yang menghentikan kegiatannya dan lebih memilih fokus menatap Rizky.
Rizky menahan rasa geli diatas perutnya, ribuan kupu kupu serasa terbang bebas diatas perutnya, ternyata jatuh cinta itu sangat menyenangkan, batinnya.
Lesti menggelengkan kepalanya lagi dengan tertawa kecil melihat Rizky yang salah tingkah. Dia mulai melanjutkan membungkus semua adonan dengan bunga tulip sedangkan Rizky hanya menonton, bukannya tidak mau membantu tapi memang tidak bisa, sudah beberapa kali juga dia coba tapi hasilnya selalu gagal, entah adonannya yang bersalah atau buang tulipnya yang terlalu rapu, mudah sekali robek. Dia juga tahu bukan sembarang orang bisa membungkus adonan dengan daun tulip, kalaupun bisa itu hanya orang tertentu seperti Lesti contohnya. Walaupun tahap memasak sudah hampir selesai tapi Rizky belum tahu makanan penutup apalagi yang akan dibuat Lesti.
"Sebenarnya makanan penutup apa yang ingin kamu buat??" tanya Rizky yang fokus melihat adonan yang sudah berbentuk bulat dan berwarna hijau dan merah muda.
"Kue mendut"
"Kue mendut??" ucap Rizky dengan bingungnya.
"Bukan seharusnya kue mendut itu berkuah, setahuku kuahnya akan memadat bila dingin"
(Kue mendut/kue bugis)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Yang dibungkusin Lesti itu yang atas ini, berhubung itu bungkusnya daun pisang anggep aja bunga tulip)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.