Rumah Rizky

396 76 16
                                        

Siapkan mental kalian!!

~||~

Rey, pemuda tampan itu kini sedang membaca novel seperti hari hari biasanya, membaca sudah menjadi hobinya sejak kecil karena menurutnya dengan membaca dia bisa merasa bahagia dan tak merasakan kesepian. Menjadi anak seorang mafia pajak membuatnya dijauhi oleh orang orang, banyak orang memberinya cemooh dan takut kepadanya walaupun dia tak salah apa apa. Rey berpikir mungkin sudah menjadi takdirnya dan dia tak mempermasalahkan hal itu, tapi yang dia permasalahkan sekarang adalah perkerjaan Ayahnya. Ayahnya memaksa Rey untuk melanjutkan bisnisnya tersebut dan tentu saja Rey menolak keras dengan perintah Ayahnya kali ini, dia masih waras untuk menolak bisnis haram itu.

"Yang kamu lakukan adalah membuang buang waktu dengan membaca novel novel tidak jelas itu" ujar pria paruh baya yang baru saja memasuki ruangan santai yang biasanya Rey gunakan untuk membaca.

Tanpa menoleh Rey menutup novelnya dan menegakkan tubuhnya.

"Kenapa kamu tidak menggunakan waktumu itu untuk membantuku bekerja??" ucap pria paruh baya itu lagi.

Rey menghela nafas panjang sebelum berdiri dan menaruh novelnya dirak koleksi novel novelnya yang lain, berjalan kembali menghadap sang Ayah.

"Aku tidak akan melakukannya" sarkas Rey.

"Kamu itu putra sulungku, sudah menjadi kewajibanmu untuk melanjutkan bisnis keluarga kita" tegas pria paruh baya tersebut dengan menatap tajam Rey yang berdiri tak jauh dihadapannya.

"Lakukan saja dan kau akan terbiasa. Jangan terlalu ramah dengan orang lain,mereka mendekatimu karena uangmu" lanjutnya.

"Tapi saya tidak suka menggunakan kekerasan. Kenapa anda harus melukai mereka??" ujar Rey marah.

Pria paruh baya tersebut mengepalkan kedua tangannya dengan kuat bahkan jari jari kukunya memutih, mendengar bahwa putra sulungnya menggunakan bahasa formal membuat emosinya tersulut.

"Karena mereka berhutang uang kepada kita. Kenapa kau harus bersikap baik kepada mereka?? Haa??" ucap pria paruh baya tersebut dengan penuh penekanan serta amarah yang tertahan.

"Saya tidak akan melakukannya" tegas Rey menatap Ayahnya.

"Jika kamu tidak melakukannya makan Kris harus melakukannya" tegas sang Ayah.

Tanpa Rey dan Pria paruh baya tersebut sadari perdebatan mereka berdua disaksikan oleh kedua saudara Rey yang lain, kedua pria sedang mengintip dibalik pintu kamar si bungsu.

"Jangan pernah seret saudara saya ke bisnis anda itu" ujar Rey.

'Plaakkk'

Tamparan keras dipipi kanan diterima oleh Rey dari tangan Ayahnya sendiri, pria paruh baya tersebut sudah tak bisa lagi menahan amarahnya.

"Kenapa tidak??" ucap pria paruh baya tersebut penuh dengan amarah.

"Aku ini Ayahmu, sudah seharusnya aku memberitahumu apa yang harus kamu lakukan" lanjutnya.

"Tapi kami memiliki hati dan jiwa!!" teriak Rey yang sudah tersulut emosi.

'Plaakkk'

Pria paruh baya tersebut kembali menampar Rey, tamparan keras tersebut diterima Rey dipipi kirinya. Tangan Rey terangkat untuk menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, tamparan dari Ayahnya sangatlah kuat bahkan kedua bibirnya sudah robek dengan tamparan saja.

Kedua pria lain yang sedang mengintip dibalik pintu kamar terkejut, rasa marah kepada Ayah mereka timbul. Ingin mendekat dan melerai perdebetan mereka tapi Rey sudah berpesan agar tak pernah ikut campur saat Rey dan Ayah sedang berbicara, mereka paham maksud Rey adalah untuk melindungi mereka dari Ayahnya yang tempramen itu tapi dengan melihat kakak sulungnya selalu mendapatkan kekerasan membuat mereka berdua semakin membenci sosok Ayahnya.

Red Thread Of Destiny || Leslar Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang