Open House 3

428 74 4
                                        

VOTE WOYY!!
GAK VOTE GAK USAH BACA!!

~||~

Lesti memasuki ruang klub memaksa dengan senyum yang masih saja terukir dibibirnya seakan tak akan pernah bisa luntur dengan mudahnya. Arum dan keempat orang yang berada di klub memasak tertawa kecil dan bersiap untuk menggoda Lesti.

"Hmm aku bilang istirahat dulu" ujar Arum.

"Apa kamu tidak tahu kalau dia pergi untuk menyegarkan hatinya??" sahut Kitty serta tertawa pelan.

"Apa yang kamu bicarakan Kak??" ucap Lesti yang sibuk memakai celemek dengan wajah yang sudah memerah.

"Berhentilah berpura pura seakan kamu tidak tahu, aku melihat dua sejoli berpegangan tangan tadi" ujar Kitty seraya memperagakan dengan kedua tangannya yang saling menggenggam.

"Kira kira kita harus meminta bayaran berapa karena dia sudah memegang tangan anggota klub kita??" sahut Ronal yang ikut menggoda Lesti.

"Kita harus memaksanya untuk selalu memesan makanan dari kita" ujar pria yang berdiri disamping Ricky.

Johan yang berada dihadapannya kedua pria yang baru saja menggoda Lesti itu hanya menggelengkan kepala.

"Berhentilah berpura pura tidak tahu Lesti" ucap Arum.

"Wajahmu sangat merah" ujar Kitty menggoda Lesti habis habisan.

Wajah Lesti sudah sangat memerah bahkan kedua telinganya juga ikut memerah karena godaan dari teman temannya tersebut.

"Lesti kesinilah, bantu aku disini" ujar Johan.

Tak henti hentinya Lesti mengecupkan terimakasih kepada Johan karena sudah menolongnya dari godaan Arum dan Kitty. Dengan penuh semangat Lesti membatu Johan untuk membuat kue ketan, saat Lesti ingin mengisi adonan dengan kacang hijau yang manis tangannya tergerak untuk menyentuh bibirnya sendiri. Bulu kuduk Lesti meremang ketika kembali mengingat bibirnya dan bibir Rizky saling menempel dan menyesap satu sama lain.

Johan yang duduk disamping Lesti memandang gadis mungil tersebut dengan aneh sampai dia menyadarinya, tangan Lesti yang memegang bibir serta senyuman menggelikan itu membuat Johan paham. Johan menggelengkan kepalanya, mengetahui ini akan terjadi Johan bersyukur dan tak menyesal sudah menyuruh Lesti untuk membantunya disini dibandingkan dimeja Arum, wanita mungil tersebut akan menjadi sasaran yang empuk untuk mereka goda dan jahili.

"Jadi kalian sudah pacaran!!" ucap Johan yang fokus membentuk adonan.

"Hah??" kaget Lesti dengan tatapan bingungnya.

"Kalau dia sudah menciummu berarti kalian sudah pacaran" ujar Johan dengan santainya.

"Heh?? T-idak.." gugub Lesti.

"Lesti, apa kau lupa aku juga seorang pria. Aku tahu dan paham akan hal itu" ucap Johan.

"Hah??"

"Hah heh hah heh gitu aja terus sampai ini semua adonan matang sendiri" ujar Johan kesal.

"Hehee maaf Kak Johan.. Kak Johan janji ya jangan bilang siapa siapa" ucap Lesti dengan tawa kecil.

"Tanpa aku bilang mereka juga sudah tahu" ucap Johan yang masih kesal.

Lesti hanya tertawa kecil tanpa menghiraukan kekesalan yang Johan alami karena dirinya.

~||~

Seorang wanita dewasa sedang duduk diteras dengan kedua tangan yang sibuk mengikat tali sepatunya dengan rapi, seorang wanita lain mendekat dengan anak perempuan yang sangat cantik.

Red Thread Of Destiny || Leslar Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang