Part 7

1.4K 43 0
                                        

Leon menatap penuh amarah pada laki-laki yang berjalan masuk ke dalam rumah, laki-laki itu tak lain adalah Noah. Noah yang melihat adiknya sedang menatap tajam padanya hanya berjalan acuh melewatinya yang berada di depan pintu. Leon yang merasa diabaikan langsung mengikutinya dari belakang dan menarik kasar lengan kakaknya.

Buuugg...

Leon memukul perut kakaknya, Noah yang tidak siap dengan pukulan adiknya jatuh tersungkur dilantai, dia mencengkram perutnya yang sakit akibat serangan mendadak yang dilakukan adiknya.

"Beraninya kau!" Noah berdiri dan menarik kasar kerah baju adiknya.

"Apa yang harus aku takutkan darimu laki-laki brengs**kk?"

Buuggg...

Noah menonjok pipi Leon, dia tersulut emosi karena tiba-tiba adiknya memukulnya. Tanpa ampun Noah membalas adiknya, dia melakukan serangan bertubi-tubi hingga adiknya terkulai tak berdaya.

"Cih, kau bahkan tidak bisa melawanku!"

"Aku akan membawa Nana pergi darimu!" jawab Leon sambil memegangi perutnya. Ujung bibirnya berdarah, matanya lebam akibat serangan yang bertubi-tubi dari kakaknya.

"Sebelum kau membawanya pergi dariku, aku yang akan menyingkirkan mu lebih dulu!" ancam Noah.

"Aku tidak takut padamu! Jika kau tidak mencintainya makan lepaskan dia!" teriaknya.

"Kenapa kau peduli padanya? Kau mencintainya?"

"Dia gadis yang baik, aku akan melindunginya karena dia kakak ipar ku! Masih banyak laki-laki yang mencintai Nana dengan tulus, tidak seperti dirimu!"

"Memangnya apa yang aku lakukan padanya? Aku tidak melakukan apapun," Noah tersenyum licik.

"Aku tau semuanya! Kau yang menyebabkan Nana terluka kan?" teriaknya.

Noah berjalan mendekati adiknya, "Adikku, kau tidak tau apapun. Jadi jangan pernah mencampuri urusanku," ancamnya sambil mencengkeram dagu adiknya.

"Kau akan menyesali semuanya." Leon mencoba bangkit meninggalkan kakaknya yang diam tak bergeming.

"Kau tidak tau Leon, dia sudah menyakitiku. Dia menolak ku dengan alasan belajar tapi dia malah berpacaran dengan Brian," gumamnya.

"Kalau saja dulu kau jujur jika mencintai pria lain, maka aku pasti bisa merelakan mu Nana. Kenapa kau bohong padaku? Apa aku begitu buruk sampai kau tidak ingin menjalin hubungan denganku dan lebih memilihnya?" tanyanya dalam hati.

"Aaahhhh, si**al... aku tidak akan memaafkan mu Nana!"

Noah menggenggam tangannya memukul tembok dengan kencang hingga sela-sela jarinya membiru dan berdarah. Dia berjalan menuju kamar, namun kamarnya terkunci.

Braakk... Braak... Braak

"Buka pintunya! Beraninya kau mengunci pintu kamar?" Noah menggedor pintunya dengan kencang.

Nana yang mendengar suara suaminya beranjak dari tempat tidur dan segera berlari menuju pintu kamar dan membuka kuncinya. Dia tidak mengira bahwa suaminya sudah di rumah. Nana mengunci pintu kamar agar Leon tidak mengganggunya dengan segudang pertanyaan akan luka di tubuhnya.

Ceklek...

Nana membuka pintu dan tiba-tiba,

Plaaakkk...

Satu tamparan keras mendarat di pipi Nana hingga mengakibatkan sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah. Nana menangis menunduk takut, namun saat Nana menunduk, dia tidak sengaja melihat tangan Noah yang berdarah dan membiru.

Revenge MarriageCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang