Nana terkejut bukan main, matanya melotot dan mulutnya ternganga mendapati wanita lain didalam kamarnya. Hatinya hancur saat itu juga, bagaimana bisa ada wanita lain dikamarnya sungguh membuat hatinya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Siapa kau? Apa yang sedang kau lakukan didalam kamarku?" tanya Nana yang sedang menahan air mata diujung matanya.
"Hai Nana, aku Amanda... kekasih Noah. Orang yang sangat dicintai oleh suamimu," jawab Amanda melambaikan tangannya sambil tersenyum sinis.
"Apa... tidak... tidak mungkin, Noah hanya mencintaiku. Dan siapa kau? Kenapa bisa kau ada didalam kamarku? Sungguh tidak sopan masuk ke dalam kamar orang sembarangan!" maki Nana sambil mengangkat telunjuknya dihadapan wanita itu.
Noah yang baru selesai membersihkan diri dikamar mandi mendengar suara keributan didepan pintu kamarnya. Dia berjalan mendekati pintu dimana ada dua orang wanita yang sedang memperebutkan dirinya.
"Sayang ada apa? Kenapa berisik sekali?" tanya Noah sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Amanda.
"Lihatlah istrimu! Dia mengganggu pagi kita yang indah, Sayang. Tidakkah kau ingin menghukumnya?" jawab Amanda seraya menyentuh pipi Noah dihadapan Nana. Sengaja dilakukannya agar Nana mengerti bahwa Noah hanya mencintainya.
Air mata Nana tak tertahan, cairan bening itu jatuh begitu saja dipipinya yang mulai memerah menahan sesak dan amarah.
"Noah, apa maksudnya ini? Ini semua tidak benar kan? Dia bukan kekasihmu! Kau milikku! Suamiku! Hanya mencintaiku!" bentaknya sambil menahan isak tangisnya.
Noah tertawa, semakin mengeratkan pelukannya pada Amanda dihadapan Nana. Dia benar-benar bahagia melihat Nana yang menangis pilu didepannya. Entah terbuat dari apa hatinya sehingga tak ada belas kasihan melihat Nana yang terluka.
"Hahaha Sayang, kenapa kau ini terlalu naif? Lihatlah... bahkan Amanda lebih menggoda darimu. Tentu saja aku lebih mencintainya."
"Apa kau melakukan ini karena ingin membuatku cemburu? Ayolah Noah, kenapa kau tidak percaya padaku kalau aku benar-benar mencintaimu? Aku tulus mencintaimu, Noah. Aku bersumpah!"
"Nana apa kau sungguh berfikir aku benar-benar mencintaimu? Kau jangan bermimpi. Aku bahkan tidak tertarik untuk menyentuhmu!"
Setelah dua minggu menikah Nana dan Noah memang belum melakukan hal yang semestinya dilakukan sepasang suami istri, malam pertama itu belum dia dapatkan dari Noah. Namun tak sedikitpun dia berfikir buruk tentang suaminya, karena dia berfikir suaminya lelah karena harus mengontrol setiap kontrakan yang disewakannya di beberapa tempat di kota Bandung.
"Lantas apa tujuan dari semua ini Noah? Kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya Nana yang tak kuasa menahan tangisnya, dia terisak-isak sambil menyentuh dadanya menahan rasa sakit yang diberikan suaminya sendiri.
"Kau sungguh ingin tahu apa tujuan dari semua ini? Apa yang sudah aku lakukan padamu, Nana?" Noah terdiam sejenak.
"Nana, apa kau ingat dulu waktu kita masih sekolah kau pernah menolakku? Kau sungguh berfikir aku memaafkanmu waktu itu? Tidak! Aku bahkan mulai membencimu mulai detik itu!"
"Jadi kau lakukan ini hanya karena masalah itu? Noah tidakkah kau tau bahwa kita masih sekolah dan aku tidak ingin berhubungan dengan lelaki manapun, karena aku hanya ingin fokus pada belajarku dulu!"
"Hey, hey, tenanglah Sayang... kenapa kau emosi sekali? Mungkin aku bisa memaafkan mu kalau hanya itu alasannya. Tapi sayangnya, kau malah lebih memilih bersama laki-laki lain, siapa namanya? Ah ya, laki-laki itu Brian. Kau masih ingat dengannya? Mantan kekasihmu itu?"
"Kau salah paham Noah, Brian sahabatku dan waktu itu dia sedang meno.... "
"Diam! Aku tidak sudi mendengar mu mengucapkan nama laki-laki itu! Pergilah... aku tidak ingin melihatmu!" bentaknya seraya menutup pintu meninggalkan Nana yang sedang menangis didepan pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Revenge Marriage
Romance"Tertawalah bahagia sepuasmu hari ini Nana, karena mulai besok dan seterusnya kau hanya akan menangis dengan pernikahan ini." Begitulah kata yang diucapkan Naoh kepada istri yang baru saja dinikahinya. Apa Noah menikahi Nana karena mencintainya? Tid...
