Disini gak ada yang jahat karena yang jahat cuma aku yang nulis
***
Pelajaran sejarah, pelajaran yang paling Renjun benci. Ya gimana ngga orang pelajaran itu berlangsung selama tiga jam penuh tanpa istirahat dan lagi gurunya— Bu Tina seperti memberikan dongeng yang dapat membuat siapa saja mengantuk, termasuk Renjun yang dari tadi udah berusaha buat gak menempelin wajahnya di meja.
"Psstt.. Chan, Echan.." Renjun berbisik sembari nusuk-nusuk punggung Haechan dengan pulpen membuat si cowok tan itu menoleh dengan muka yang sama belernya dengan Renjun.
"Naon?" Haechan nanya pelan, masih berpura-pura mencatat padahal dari tadi dia cuma menggambar hal random seperti Doraemon yang memiliki kepala Dora The Explorer.
"Bolos yuk?"
"Mata sia. (Mata lu)" Haechan kembali pada aktivitas randomnya membuat Renjun langsung cemberut. Gagal sudah rencana mengajak si anak pantai— maksudnya anak Papa Kai itu bolos. Padahal Haechan di kelas juga gak ngapa-ngapain, sosoan gak mau diajak bolos.
Renjun kembali pada aktivitas awalnya, merenung sambil sesekali menguap dan mengucek matanya. Serius deh dia ngantuk banget, mana pelajaran masih tersisa satu jam. Bosen banget kalo Renjun masih bertahan di sana. Dia liatin temen-temennya juga kayanya sama bosennya, apalagi Sanha sama Felix yang sekarang lagi bikin gedung pake tumpukan buku atau seperti Yeji yang malah asik berdandan.
Renjun pengen keluar, tapi gimana caranya?
"Oh!" Si bungsu Huang itu menjentikkan jarinya. Dan kalo di film-film kartun, di atas kepalanya sudah ada sebuah bohlam yang menyala.
"B-bu.." Renjun memanggil pelan membuat Bu Tina, dan seluruh penghuni kelas menoleh ke arahnya.
"Ada apa Renjun?"
"Boleh gak saya ke kamar mandi sebentar? Perut saya sakit banget."
"Cepirit lu Njun?" Sanha nyeletuk dari tempatnya membuat tawa menggelar disana. Renjun menatap Sanha sebal, kalo gak dalam aksi pura-puranya, udah pasti Renjun bakal nyerang Sanha.
"Kenapa nak?" Bu Tina nanya halus karena sebenernya Bu Tina itu termasuk guru yang baik, tapi kalau sudah tentang tugas, sudah jangan ditanya. Haechan pernah jadi korbannya.
"Mau ke kamar mandi sebentar." Ujar Renjun kecil. Masih pura-pura memegangi perutnya.
"Ya sudah ke UKS saja, mau diantar?" Tanyanya dan langsung mendapat gelengan kukuh dari Renjun.
"Bisa sendiri kok, permisi Bu." Renjun berdiri dari tempatnya dan langsung keluar kelas setelah sebelumnya menjulurkan lidahnya ke Haechan yang dibalas tatapan dongkol oleh sohibnya itu.
Setelah keluar kelas, anehnya Renjun tidak merasakan ngantuk sama sekali. Emang bener ya, udara diluar kelas itu lebih menyenangkan daripada saat di dalam, padahal kelas Renjun juga pake AC.
"Kemana ya?" Renjun menatap sekelilingnya yang sepi. Hanya koridor sih yang sepi, soalnya kalo Renjun liat lapangan lumayan rame sama anak-anak kelas 12 yang lagi olahraga. Dan ada kelas 11 IPA 2 juga.
"Kamar mandi dulu deh, beneran mules nih gue." Renjun ngusapin perutnya terus nurunin tangga, mau ke kamar mandi bawah aja sekalian nanti ke kantin. Toh bentar lagi juga istirahat.
Renjun berjalan melewati koridor dengan langkah riang. Entahlah, dia kayanya lagi seneng aja soalnya nanti pulang sekolah kan ada belajar lagi sama Jeno. Akhirnya setelah mereka libur beberapa hari tadi Jeno bilang kalo nanti siang belajar di rumah Renjun aja soalnya biar pulangnya dia bisa langsung ke rumah sakit, dan ternyata Jaemin yang di rawat. Renjun gak nanya pastinya dan Jeno juga gak akan ngomong panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush
Fanfikce"Jeno I love you!" "Dasar gila." Tentang perjuangan Huang Renjun untuk mengambil hati si ketua OSIS yang paling dingin seantero sekolah, Lee Jeno. #1 -noren 14/8/2021 #1 -eric 14/10/2021 #1 -renjun 11/11/2021 #1 -noren 25/11/2021 #2 -noren 23/11/202...
