Hai👋👋
***
Ini hari kesepuluh Jeno di Jepang, dan hari ini dia milih buat menyelusuri Kyoto, salah satu kota metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kemarin sebenernya Jeno udah ke Kobe dan Osaka tapi tetap gak menemukan hasil.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini Jepang tampak mendung. Awan pekat udah menyelimuti langit dan Jeno yakin sebentar lagi hujan akan turun jadi selagi menunggu, Jeno milih masuk ke dalam salah satu kafe dan memesan kopi serta cheesecake strawberry. Lagi-lagi makanan kesukaan Renjun. Dan benar aja, belum ada lima menit Jeno duduk di salah satu bangku di pojok ruangan yang menghadap langsung ke jendela besar, hujan deras langsung mengguyur Kyoto.
Jeno ngebuka ponselnya dan melihat beberapa chat dari Seungmin sama Jaemin yang sama-sama menyuruhnya jangan lupa makan. Ada juga panggilan tak terjawab dari Eric, nanti Jeno bakal nelpon balik kalo dia udah pulang ke hotel. Sekarang Jeno cuma pengen nikmatin waktunya disini dulu, berharap dia bakal ketemu Renjun.
Lagu di ponselnya masih mengalun, suara Duta Sheila on 7 yang menyanyikan lagu Seberapa Pantas masih memenuhi indera pendengarannya dan kali ini Jeno ngerasa lagu itu cocok banget sama suasana hatinya sekarang.
Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku
Kau pergi dan hilang kemanapun kau suka
Saat bagian reff seorang pelayan datang membawa pesanannya. Jeno cuma tersenyum, menikmati kopinya yang terasa nikmat diminum selagi hujan begini.
Sebenernya Jeno bukan anak senja yang menikmati kopi ditemani hujan dan lagu mellow, tapi hari ini suasana hatinya lagi tidak baik, jadi gak ada salahnya.
Mungkin kini kau telah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua indah kenangan
Tapi aku selalu menunggumu disini
Bila saja kau berubah pikiran
Lagu masih mengalun, Jeno mengambil piring cheesecake-nya dan mulai menikmati makanan manis itu. Kepala mengangguk pelan, antara menikmati lagunya dan memuji rasa makanan itu. Entahlah.
Dan ketika lagu selesai, berbarengan dengan sebuah panggilan video masuk, nama Jaemin langsung tertera, Jeno langsung menggeser tombol hijau dan tak lama wajah Jaemin dan Mark langsung memenuhi layar.
Jeno senyum, masih menikmati makanannya.
"Disana hujan?" Tanya Mark. Jeno ngangguk, dia liat Mark sama Jaemin lagi di kamar. Mereka juga masih di Amerika. Walaupun Jaemin udah boleh keluar rumah sakit, tapi mereka masih milih tinggal disana, seenggaknya sampai liburan selesai.
"Lagi dimana sekarang?" Sekarang giliran Jaemin yang nanya. Jeno ngambil kopinya terus dia minum sebelum ngejawab.
"Kyoto." Katanya. Jeno ngedongkak, liat Mark sama Jaemin yang lagi liatin dia bikin si ketua OSIS itu ngangkat alisnya. "Kenapa sih?" Tanyanya tapi dua orang di seberang hanya menggeleng.
"Kamu makan dengan baik kan Jen selama disana?" Mark nanya, nadanya penuh kekhawatiran. Semua orang tau sesayang apa Mark sama Jeno. Ya walaupun dulu cowok itu selalu bilang rasa sayangnya itu sebagai pasangan, tapi orang-orang jelas tau kalo Mark itu udah nganggap Jeno kaya adiknya sendiri.
"Baik." Cowok itu senyum terus ngejauhin piring cheesecake-nya yang tinggal setengah. "Gue capek, pengen berhenti tapi gue sadar sama perjuangan Renjun selama ini."
"Istirahat, bukan berhenti." Jaemin menyahut. Jeno ngangguk, dia gak akan berhenti gitu aja. Dia udah setengah jalan, dia yakin kalo dia jodoh sama Renjun, pasti mereka bakal ketemu.
"Om Donghae ada di Jepang."
"Hah?" Jeno melotot, natap layar dengan tatapan serius.
"Kata papa udah berangkat dari kemaren, kayanya sekarang udah di Tokyo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crush
Fanfiction"Jeno I love you!" "Dasar gila." Tentang perjuangan Huang Renjun untuk mengambil hati si ketua OSIS yang paling dingin seantero sekolah, Lee Jeno. #1 -noren 14/8/2021 #1 -eric 14/10/2021 #1 -renjun 11/11/2021 #1 -noren 25/11/2021 #2 -noren 23/11/202...
