Happy Reading Guys,
Ayok vote dan komen yok,
Satu vote dan komen dari kalian sangat berarti. Bisa yuk bisa..
Pokoknya jangan lupa vote dan komen yaa...
.
.
*******
Beryl mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, di sebelahnya ada Levin dan Elvano di kursi belakang dengan laptop dipangkuannya.
"Kita gak akan terlambat, kan? Gue takut gak bisa bawa anak kecil itu kembali." Ucap Beryl.
Levin dan Geffie terdiam, tidak bisa menjawab. Mereka juga tidak yakin, akankah tepat waktu sampai di sana.
"Gak! Kalian pasti bisa. Sejak kapan kita pesimis?" Ucap Dakka.
"Ya. Kita pasti bisa." Ucap Levin menguatkan.
"Puter balik! Kita masuk ke jalan seberang." Ucap Elvano tiba-tiba.
Beryl yang mengerti, lalu memutar mobil dengan cepat, menuju arah yang di tujukan Elvano.
Setelah mengendari mobil beberapa menit. Mereka sampai di Pelabuhan Borgo Marino. Mengitari parkiran Pelabuhan tersebut.
"Itu mobilnya!" Tunjuk Levin ke mobil ber nomor plat ZV 7890 JK.
Segera Beryl memarkirkan mobil di area yang kosong. Setelah terparkir dengan rapi, mereka memakai masker dan topi, lalu bergegas keluar dari mobil.
"Gue ke petugas unit penyelenggara pelabuhan." Ucap Elvano.
Beryl dan Levin mengangguk dan segera berlari mencari anak kecil itu.
Elvano memasuki unit penyelenggara pelabuhan. Lalu berkata kepada petugas di sana. "Permisi, bisa ditunda dulu untuk pemberangkatan semua kapal di sini?"
Petugas itu mengerutkan kening. "Ada apa?"
Elvano memperlihatkan foto anak kecil. "Anak kecil ini telah diculik. Saat ini mereka berada di Pelabuhan ini."
"Apa kamu yakin? Saya tidak bisa menginformasikan penundaan pemberangkatan kapal tanpa informasi yang jelas."
Elvano berdecak. "Ck, informasi mana yang kurang jelas?"
"Bukannya kamu masih pelajar? Saya tidak bisa percaya kepada seorang anak kecil yang bisa saja mengarang cerita." Remeh petugas itu.
"Tunda pemberangkatan semua kapal sekarang!"
Petugas itu terkekeh. "Di mana sopan santun kamu, anak muda?"
"Sialan." Umpat Elvano pelan.
"Ini tentang keselamatan orang, Pak."
"Bukti apa yang kamu miliki?" Ejek petugas itu.
Terdengar dering telepon. Petugas itu mengalihkan perhatiiannya. Mengangkat telepon itu, saat mendengarkan si penelpon. Petugas itu, menatap Elvano sebentar.
"Baik, Pak." Ucap akhir kata petugas itu sebelum menutup telepon.
Petugas itu kembali menekan angka dalam telepon dan memanggil seseorang. Lalu berkata, "Tunda semua pemberangkatan kapal!"
Menutup telepon dan memandang Elvano. "Ikuti saya."
"Tepat waktu, kan? Gue nelpon Om Nugra." Ucap Dakka dari dalam mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIVE 19.00
أدب المراهقينSekumpulan anak terpilih yang bekerja sama dengan seorang jaksa penuntut umum untuk menyelidiki kasus. Namun, sesuatu yang janggal terlihat ketika mereka menyelidiki satu kasus dimana itu mengungkap kebenaran yang telah terkubur lama. ******* "Se-te...
