Happy Reading Guys,
Vote dan komen yaa
.
.
*******
Sampai di tempat motor Libra terparkir, Libra memegang helm, sebelum memakai helm Libra membalikan badan menghadap Abil yang ada di belakangnya. "Helm lo, mana?"
"Lah, kirain bawa dua." Abil menggaruk kening menatap Libra.
"Ambil helm dulu!"
Abil mengerucutkan bibir. Berjalan kembali memasuki rumah untuk mengambil helm.
Sedangkan Libra menunggu Abil di atas motor seraya menatap punggung Abil yang semakin mengecil, hilang di balik pintu rumah.
Beberapa saat kemudian, terlihat Abil keluar dengan tangan kiri yang menenteng helm.
"Ngapain lo ngelihatin gue? Terpesona lo?" Abil yang sudah berada di dekat Libra.
Libra menghiraukan ucapan Abil. "Bawa seragam sekolah sekalian! Biar besok gak capek balik ke rumah lagi."
Abil menggeram kesal, menatap Libra dengan tatapan tajam. "Ngeselin banget sih lo. Ngasih tau gak sekalian tadi gue ngambil helm. Bolak-balik ke dalam rumah juga capek."
"Cepetan! Udah malam ini."
"Tau." Abil menyodorkan paksa helm yang dipegang ke Libra. Sebelum melangkah kembali memasuki rumah, Abil menghentak-hentakan kaki kesal.
Libra menerima helm tersebut seraya tersenyum tipis melihat tingkah laku Abil.
Handphone Libra tiba-tiba berdering. Libra merogoh saku celana untuk mengambil handphone. Melihat nama yang tertera pada layar handphone tersebut. Elvano, nama penelpon tersebut.
Tanpa berpikir, Libra menjawab telpon tersebut.
"Lib, gue gak bisa lama-lama, jadi dengerin gue."
"Salah. Kemungkinan ada kesalahan," terdengar suara gemuruh dari seberang.
"Maksud lo?"
Panggilan berakhir.
Libra melihat handphone. Sudah tidak tersambung dalam panggilan lagi. Libra berpikir sejenak, bukannya Elvano masih ditahan? Lalu, kesalahan? Bagian mana? Kasus apa? Kesalahan seperti apa?
"Ada apa?" tanya Abil yang sudah ada di sebelah Libra.
Bukannya menjawab, Libra balik menanya, "Udah? Alat tulis? Buku?"
"Udah." Abil memperlihatan tas yang digendong.
Libra mengangguk. "Naik."
Abil naik di atas motor tanpa banyak berbicara.
*******
Libra dan Abil kini sedang di perjalanan menuju café sky. Suasana di jalanan terlihat sepi, hanya ada beberapa pengguna jalanan yang melintas.
"Pegangan! Jatuh gak tanggung jawab gue." perintah Libra.
Abil memegang pinggang Libra. "Mau modus kan lo?"
"Pikiran lo! Keselamatan jauh lebih penting!"
Abil mengerucutkan bibir. "Gitu aja marah."
Libra tersenyum di balik helm. Membelokkan motor mengambil jalur sebelah kanan, lalu belok ke tikungan gang kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIVE 19.00
Novela JuvenilSekumpulan anak terpilih yang bekerja sama dengan seorang jaksa penuntut umum untuk menyelidiki kasus. Namun, sesuatu yang janggal terlihat ketika mereka menyelidiki satu kasus dimana itu mengungkap kebenaran yang telah terkubur lama. ******* "Se-te...
