Happy Reading Guys,
Ayo vote dan komen yokk
.
.
*******
Sepulang sekolah, Abil mampir ke warung Mak Ipah. Berkumpul bersama anak live nineteen lainnya. Duduk diantara Libra dan Levin. Mereka membicarakan kasus yang sedang diselidiki.
"Sebenarnya, yang kita cari dari kasus ini itu apa sih?" Tanya Dakka.
Semua diam. Mereka juga tidak tau apa yang sedang dicari. Bukti? Bukti seperti apa? Semuanya bersih. Tidak ada yang aneh tapi mereka merasa ada kejanggalan. Itu yang membingungkan.
"Apa kita gak salah orang?" Tanya Beryl.
Elvano menatap Beryl. "Lo ngeraguin gue?"
Beryl menggeleng. "Gak! Cuma dari pembicaraan Dakka dan satpam di apartement itu. Robert terlihat seperti sosok malaikat."
"Emang sulit kalau berurusan sama orang yang sudah punya label baik dari orang-orang." Ucap Libra.
Geffie mengangguk. "Setuju. Semua berita buruk tentang dia, mereka semua tidak akan dipercaya."
"Berarti, tanpa kita sadari sejak awal. Dia membuat orang-orang di sekitar situ sebagai alat bantu untuk nutupin keburukannya." Sahut Beryl.
Abil menjentikkan jari. "Karena dia sudah ninggalin rekam jejak baik di situ."
"Bekingannya dari masyarakat tapi sangat berpengaruh." Sahut Levin.
Dakka tertawa. "Penipu handal."
Elvano menggeleng tegas. "Dia bukan hanya penipu. Tapi pembunuh!" Ada kilatan tajam di kedua mata Elvano, ketika mengucapkan hal tersebut.
"GPS di motornya masih aktif kan?" Tanya Libra.
Elvano menjawab, "Masih."
Libra mengangguk.
"Nanti malam, action lagi kan?" Tanya Abil.
"Yoi." Jawab Beryl di kursi depan Abil.
Abil menganggukan kepala. Melepas tas yang masih berada dipunggungnya, membawanya ke depan badan. Lalu membuka resleting tas tersebut, mengeluarkan buku dan bolpoin, lalu meletakkannya di atas meja.
"Ada tugas?" Tanya Geffie.
"Iya."
"Tugas apa?"
"Kimia."
"Jauh-jauh dari gue!" Ucap Levin menggerakkan kedua tangan mengusir Abil.
Abil menoleh ke samping. "Kenapa sih lo?"
"Jangan dekat-dekat sama gue! Pergi sana yang jauh! Pergi! Gue alergi bau-bau kimia."
Abil mengerutkan dahi seraya menggeleng-gelengkan kepala. Mendapati tingkah Levin yang sangat absurd ini.
Abil membuka buku, mencari lembar ke 76. Membaca soal yang terdapat di halaman tersebut, tanpa suara sambil memutar-mutar bolpoin dengan jari kanan.
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3. Nama senyawa tersebut adalah
Tidak memiliki ikatan rangkap, ada 5 atom karbon dan rantai tidak bercabang, batin Abil.
Abil menganggukan kepala. Jari kanan Abil bergerak menulis sederet kata. Pentane.
Setelah selesai menulis jawaban, Abil memutar-mutar bolpoin di jari tangan dan melanjutkan pertanyaan berikutnya.
Formula umum alkana adalah
KAMU SEDANG MEMBACA
LIVE 19.00
Teen FictionSekumpulan anak terpilih yang bekerja sama dengan seorang jaksa penuntut umum untuk menyelidiki kasus. Namun, sesuatu yang janggal terlihat ketika mereka menyelidiki satu kasus dimana itu mengungkap kebenaran yang telah terkubur lama. ******* "Se-te...
