Happy Reading Guys,
Ayo vote dan komen yokk
.
.
*******
Dimalam hari ini yang seharusnya Abil beristirahat karena sudah tidak ada kegiatan lain, dia malah berjalan memasuki Café Sky dengan langkah cepat seolah terburu-buru.
Di ambang pintu Café Sky, sudah ada Dakka yang menempel tulisan tutup di pintu Cafe Sky. Setelah itu, Dakka memegang pintu seakan menunggu Abil dan menyuruhnya untuk melangkahkan kaki lebih cepat lagi. Ketika Abil sudah memasuki Café Sky, lantas Dakka menutup pintu Café, tak lupa untuk mengunci pintu dengan rapat.
Dakka menyusul Abil yang sudah berjalan ke dalam. Berlari kecil, mensejajarkan langkah kakinya dengan Abil.
"Bukannya kasus Madam belum selesai? Kok udah ada kasus lain?" Tanya Abil penasaran, karena pemberitahuan untuk kasus ini terlalu mendadak.
"Elvano mau ngambil kasus ini." Jawab Dakka sembari memutar tombol kompor.
Abil mengangguk paham. Lalu, melangkahkan kaki masuk ke pintu yang telah terbuka yang memperlihatkan lorong panjang.
Disusul dengan Dakka berjalan dibelakangnya. Ketika sudah masuk ke lorong, Dakka menekan tombol di dinding agar pintu tertutup kembali.
"Kasus apa yang ini?" Tanya Abil sambil berjalan tergesa-gesa.
"Gue juga belum tau." Jawab Dakka berjalan dengan langkah besar.
Langkah kaki mereka memasuki ruang live nineteen. Terlihat sudah ada Beryl, Geffie dan Libra yang duduk di kursi.
Sedangkan Elvano berdiri sedikit membungkuk melihat layar laptop di atas meja seraya membenahi posisi proyektor LCD, agar layar yang ditampilkan pada proyektor tepat sejajar atau tidak miring.
Abil dan Dakka yang baru memasuki ruangan live nineteen, segera menempatkan diri di kursi kosong.
Setelah semuanya berkumpul dan alat yang disiapkan sudah siap. Elvano berdiri dengan tegak, mundur beberapa langkah agar layar proyektor LCD tidak terhalangi oleh bayangan dirinya.
Elvano melihat satu persatu anggota live nineteen. Menghela napas pelan, lalu menekan tombol remote proyektor LCD. Setelah itu, menjelaskan serta menunjukkan gambar yang sudah terpampang di layar proyektor LCD. "Perempuan ini," Elvano menjeda kalimatnya. "Dia tewas di kamar apartemen pada tanggal 19 Agustus 2021."
Semua anggota live nineteen sedikit terkejut mendengar tanggal yang disebutkan oleh Elvano. Itu artinya, kejadian itu belum begitu lama.
Elvano menekan tombol remote Proyektor LCD untuk mengganti slide. Terlihatlah beberapa foto korban. "Ini keadaan korban ketika ditemukan."
Anggota live nineteen lainnya mengangguk terpatah-patah, seolah tidak percaya apa yang terjadi pada korban ketika melihat beberapa foto yang ditampilkan Elvano.
Di dalam foto itu menunjukkan korban gantung diri di dalam apartemennya. Foto yang kedua menunjukan bekas cengkraman tangan di sekitar leher korban, namun tidak jelas jika tidak diteliti dengan benar karena tertutupi dengan bekas lilitan tali. Foto yang lainnya menunjukkan adanya bekas luka di sebagian perut, tangan dan area punggung korban.
Setelah melihat teman-temannya yang sudah mengerti beberapa foto itu. Elvano menekan tombol remote proyektor LCD lagi, memperlihatkan sebuah video. "Dari tampilan video CCTV, pria ini masuk dan keluar dari kamar apartemen korban dengan perkiraan tepat pada jam kematian korban."
KAMU SEDANG MEMBACA
LIVE 19.00
Teen FictionSekumpulan anak terpilih yang bekerja sama dengan seorang jaksa penuntut umum untuk menyelidiki kasus. Namun, sesuatu yang janggal terlihat ketika mereka menyelidiki satu kasus dimana itu mengungkap kebenaran yang telah terkubur lama. ******* "Se-te...
