6.Semua itu takdir

4.5K 334 51
                                        


"Kecewa boleh,marah silahkan. Tapi,jangan biarkan mulutmu menyakiti hati orang lain."
.
.
.
Happy Reading♡︎
Enjoy our imaginationシ︎
.
.
.



Kenzi berdiri gusar di depan pintu kamar Kalandra.

Selepas makan malam tadi Kalandra kembali mengurung diri di dalam kamarnya. Menolak ketika diajak  berkumpul bersama anggota keluarga yang lain.

Padahal biasanya Kalandra yang akan menyeret mereka semua agar mau berkumpul dan menghabiskan waktu bersama setelah seharian disibukkan oleh pekerjaan masing masing.

"Seharian udah ga ketemu,sibuk sendiri sendiri masa cuma luangin waktu buat kumpul bentar gabisa? Kita ini keluarga. Kalo ga sering sering ngumpul nanti malah canggung," ujar Kalandra kala itu, yang membuat orang rumah bertepuk tangan bangga padanya.

"Jian harus ngomong sama abang."

Kenzi menghela nafas pelan,tangannya terangkat ragu mengetuk pintu dihadapannya, "Abang? Bang Alan?"

Sedangkan di dalam kamar, Kalandra tengah menatap kosong langit langit kamarnya. pikirannya kembali teringat pada ucapan salah satu teman kelasnya tadi siang.

Flashback on

"Lo hebat ya Ndra masih bisa sayang sama adek lo itu."

Kalandra mengerutkan dahinya tak mengerti, "Maksud lo?"

"Maksud gue ya... lo masih bisa nerima dia,padahal lo tau sendiri kalo dia yang udah bikin nyokap lo pergi kan?"

"Jaga bicara lo itu." Kalandra tak terima ada yang mengatai adiknya seperti itu.

"Loh salah ya? Gue bener dong?! coba lo fikir deh, kalo misal dia ga ada, pasti sekarang lo masih bisa bahagia ama nyokap lo,jadi bontot kesayangan keluarga. Tapi gegara dia lo jadi kehilangan nyokap,kehilangan perhatian lebih yang harusnya lo dapetin. Kalo gue jadi lo sih mungkin gue bakal benci banget sama dia," ujar cewek itu enteng.

"Lo kalo ngomong dipikir dulu satt,Jangan asal ceplos aje. Dah sono lu pergi. Dasar lampir bikin telinga panas aja," sewot Bian yang sedari tadi diam disebelah Kalandra. Dengan sesegera mungkin mengusir iblis itu sebelum semakin menjadi.

"Dih apaan sih lu Yan nyamber aja." kesalnya kemudian pergi meninggalkan Kalandra yang terdiam mencerna perkataan gadis itu.

Bian menepuk pundak Kalandra pelan, "Jangan dengerin omongan lampir tadi,sesat!" Kalandra hanya diam sama sekali tak menanggapi perkataan Bian.

Flashback off

Kalandra tersentak kecil dari lamunannya saat mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya.

  'Tok tok tok'

"Abang? Bang Alan?" Itu suara adiknya. Ahh mau apa dia?

'Tok tok tok'

"Jian mau ngomong sesuatu Abang."

"Abang buka dong pintunya,sebentaaar aja. Nanti kalo abang buka pintunya,Jian janji deh Jian bakal beliin abang cupang biar Robert ada temennya."

Masih sempet sempetnya dia bercanda seperti ini? batin Kalandra.

Kalandra membuang nafasnya kasar,saat ini dia sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun, terlebih lagi Kenzi yang menyebabkan mood nya berantakan seperti ini.

KenZian [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang