"Bertahan sebentar lagi, ya, sayang. Kita jemput kebahagiaan yang kini melambai."
.
.
.
Happy Reading♡︎
Enjoy Our Imaginationシ︎
.
.
.
Keenan sangat terkejut.
Bagaimana tidak? Lelaki yang baru saja menginjakkan kaki di rumah besar itu, justru mendapat pemandangan yang cukup menyakitkan hatinya.
Hari ini, Kenan berniat untuk pulang cepat guna mengistirahatkan tubuh lelahnya, setelah seharian kemarin disibukkan dengan jadwal pekerjaan yang cukup padat. Dan pria dewasa itu baru bisa mendapatkan waktu senggangnya setelah menyelesaikan seluruh pemeriksaan pada para pasiennya hari ini.
Keadaan rumah masih sepi, seperti biasa, para anggota keluarganya masih bergulat dengan pekerjaan individu mereka. Apalagi saat ini, Kayafas yang tengah disibukkan dengan segala keperluan skripsinya, akan semakin terlambat untuk pulang ke rumah.
Kalandra? Entahlah, mungkin remaja yang baru lulus itu tengah menikmati waktu waktu santai sebelum menghadapi sibuknya aktivitas dibangku perkuliahan perdananya. Bermain kemana saja bersama para temannya merupakan aktivitas tak jelas sang adik akhir akhir ini.
Refreshing? Healing? Entah apa saja alasan yang dilontarkan anak itu.
Lain halnya dengan si bungsu, Kenan tau adik kecilnya itu tengah sibuk dengan segala acara sekolah menjelang liburan. Bahkan dirinya yakin, jika Kenzian saat ini masih berada di sekolah.
Namun ternyata, dugaan terakhir Kenan mengenai sang adik terkecilnya salah besar. Saat baru saja ia hendak melangkahkan kaki menuju kamarnya yang berada di lantai atas, Kenan justru disuguhkan dengan kondisi adik kecil nya yang begitu mengenaskan.
Kenzian terlihat meringkuk di atas dinginnya lantai lengkap deegan noda darah yang berceceran disekitar anak itu.
"JIANNNN!!!"
Lelaki berusia hampir dua puluh tiga tahun itu sontak berlari cepat menghampiri sang adik.
"Adek? Hey, Adeknya Aa'? Buka mata kamu, Dek, Jian bisa denger Aa'?!" Panik Kenan menepuk nepuk brutal pipi sang adik.
Hal tersebut tak mendapat respon apapun dari Kenzian, kegelapan telah menguasai sang adik, membuat Kenan semakin panik kalang kabut di tempat.
Dengan tangan sedikit bergetar, dibawanya tubuh ringkih si bungsu dalam pelukan hangatnya. "Bertahan sebentar, Aa' mohon, Ji..."
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Kenan segera mengangkat tubuh lemah adiknya, membawanya pergi menuju rumah rumah sakit terdekat. Meninggalkan beberapa tetesan merah yang sempat mengotori lantai.
"Tidak, jangan bawa Kenzian dulu, Ma..." lirih Kenan mempercepat laju mobilnya.
Sesampainya di rumah sakit, Kenan segera memarkirkan mobilnya. Berlari cepat membawa Kenzian dalam gendongannya.
"TOLONGGG, SIAPAPUN TOLONG ADIK SAYA!!" Teriak Kenan menggelegar.
Para dokter dan perawat mendadak sibuk, mereka semua segera membantu Kenan membawa Kenzian menuju ruang IGD.
Semua orang yang sedang berlalu lalang pun turut menatap miris keadaan kedua saudara tersebut, melihat bagaimana kacaunya kondisi keduanya.
Disinilah Kenan terduduk lesu, dengan pandangan kosong menatap nanar tangan serta kemeja putihnya yang masih terdapat darah adik kecilnya.
Sudah separah itu 'kah?
Pikiran buruk terus saja melintas dipikiran Kenan, meski berkali kali ia menepisnya. Lelaki itu terus merapalkan doa, mendoakan kelancaran Raka yang tengah menangani adiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KenZian [END]
Short StoryBukan cerita romansa yang berisi kisah perjuangan cinta, Bukan pula cerita BXB atau sejenisnya. Ini hanya cerita bertema Brothership, Kekeluarga an!. ❁---------------------------------------------❁ Menceritakan hangatnya sebuah keluarga yang penuh d...
![KenZian [END]](https://img.wattpad.com/cover/279051529-64-k605996.jpg)