"Hidup itu, penuh enigma. Right?" _Kenzian_
.
.
.
Happy Reading♡︎
Enjoy Our Imaginationシ︎
.
.
.
"Dek? Yakin mau pulang hari ini?"
Kenzian mendengus, melemparkan tatapan sengitnya pada sosok yang melemparkan pertanyaan itu.
"Ya iya lah, Mas. Kan papa udah janji sama Jian. Katanya mau pulang besok atau lusa. Nah hari ini tuh udah lusa nya tau?! Kemaren ndak jadi pulang gara gara aa'."
"Loh loh, kok jadi Aa' yang salah?" Protes Kenan yang tiba tiba disalahkan. Padahal dirinya baru saja memasuki ruangan adiknya.
"Iya, kan Aa' yang ga ngebolehin pulang kemaren?"
"Ya emang karena seharusnya kamu itu ga boleh pulang dulu Kenzian. Kamu masih harus istirahat,"
"... Jadi--"
"No no no! Aa' mending diem deh. Pokoknya Jian mau pulang. Orang Jian nya juga udah baik baik aja, kok." protesnya kembali ketika Kenan seperti terlihat siap membantah.
Si kecil itu tak hentinya melemparkan tatapan sinisnya pada si sulung keluarga tersebut. "Apa liat liat? Pokoknya Adek mau pulang hari ini. Titik gak pakai koma." ujarnya menggebu gebu.
Sedangkan yang sedang mendapat tatapan itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah lucu sang adik. "Iya iya, kamu pulang kok hari ini. Santai dong, kan Aa' cuma mau periksa keadaan kamu."
"Ya salah Aa' nyebelin. Pokoknya tetep pulang. Udah promise, loh?"
Beruntung kesabaran Kenan tak setipis kulit bawang, dan beruntung pula dirinya masih ingat bahwa si kecil ini baru saja sembuh dari sakitnya. Jika tidak, bisa saja tangan si sulung ini mencubit bibir mungil yang tak hentinya berbicara itu.
"Sabar Dek, suka banget ngegas hm. Kebanyakan main sama mas nih kayaknya," gumam Kenan tak sadar membuat seseorang tengah mendelik tak terima kearahnya.
"Apa?? Bilang apa lo tadi A'?!"
"Apa sih, Mas? Emang Aa' ngomong apa sama kamu?" elak Kenan, dirinya benar benar lupa jika orang yang sedang dibicarakan juga tengah berada di dalam ruangan ini.
Kayafas memutar bola matanya malas. "Ipi sih mis? iming ii' ngiming ipi simi kimi. Dikira gue gak denger apa?"
Lagi lagi Kenan hanya tergelak melihat tingkah sang adik yang memang sangat tak bisa disenggol itu. Mode senggol bacok lah ya istilahnya kalau kata anak muda jaman sekarang.
"Udah udah iya Mas, Aa' minta maaf ya? Aa' bercanda doang kok. Mas kan paling sabar diantara kita, iya gak, Kak?" Kenan melirik ke arah Kevin meminta persetujuan.
Kevin yang mendengar itu hanya mengangguk anggukkan kepalanya. "Sabar, sabar banget malah. Kayak tisu dibelah dua, kesiram aer." jawabnya berusaha menahan tawa.
"Ngeledek lo, Kak??" Tangan Kayafas sudah siap rasanya untuk menjambak rambut kakak kedua nya itu. Tapi beruntung saja dihentikan oleh suara si kecil yang lagi lagi mengeluarkan protesnya.
"Kok malah ribut?? Ayok, jadi pulang nggak sih ini?" pekiknya sedikit tak sabaran.
"Iya iya ayok pulang ayok," Kenan mulai mendorong kursi roda yang telah berhasil diduduki si bungsu.
Beruntung kali ini berandal kecil itu mau menaiki kursi roda. Tidak seperti sebelum sebelumnya yang sangat anti dengan benda beroda dua tersebut.
Alasannya? cukup konyol didengar. Anak kecil itu setuju menaiki kursi roda setelah mendapat cerita juga video dari Kalandra kala itu, yang memperlihatkan hebatnya seorang atlet yang menunjukkan freestyle nya dengan menggunakan kursi roda.
KAMU SEDANG MEMBACA
KenZian [END]
Historia CortaBukan cerita romansa yang berisi kisah perjuangan cinta, Bukan pula cerita BXB atau sejenisnya. Ini hanya cerita bertema Brothership, Kekeluarga an!. ❁---------------------------------------------❁ Menceritakan hangatnya sebuah keluarga yang penuh d...
![KenZian [END]](https://img.wattpad.com/cover/279051529-64-k605996.jpg)