"Salah, ya? Padahal, Adek cuma pengen di ingat:)"
_𝑲𝒆𝒏𝒛𝒊𝒂𝒏_
.
.
.
Happy Reading♡︎
Enjoy Our Imaginationシ︎
.
.
.
Kenzi membanting keras pintu kamarnya, mengunci rapat pintu tersebut, hingga dua kali kuncian. Seolah menjelaskan larangan pada siapapun yang akan mencoba menerobosnya masuk.
"Jahat....," lirihnya berjalan mendekat ke ranjang dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk itu.
Mengambil guling yang berada disebelahnya, membenamkan wajah tampannya guna meredam isak tangis yang semakin lama semakin terdengar keras.
"Hiks... adek cuma tanya kok, Mama, hiks. Adek ga ada niat ganggu mereka! Salah ya? Adek cuma pengen diingat, hikss! Adek ga bakal minta hadiah mahal kok, Ma..." lirihnya mengadu, seolah terdapat sang bunda di sana. Terdengar memilukan bagi siapapun yang mendengarnya.
"Adek, hiks. Adek tau Adek nyusahin! Adek pengganggu! Adek nakal, hiks! Adek, tau! T-tapi, jangan diperjelas... sakit,"
Kenzi semakin meremas selimut disebelahnya, "Ternyata mereka beneran lupa sama Adek, Mama! Adek terlalu berharap, padahal harusnya Adek tau, hikss... Adek udah ga penting lagi buat mereka. Mau ikut Mama aja!" ujarnya mulai ngelantur.
Hingga atensi Kenzi beralih pada suara dering yang berasal dari benda pipih disampingnya.
'Ghighib🐒 Calling'
"Heh, bocil! Happy birthdayyy! Btw, lo kemana aja, dari tadi ga jawab telpon gua?! Gue mau ketemu lo, nih!" suara cempreng milik Ghibran langsung terdengar, ketika Kenzi baru saja menekan tombol hijau itu.
"Heh? Kok diem, aja?! Ayok ketemu, gue mau ngerayain nih, sama bang Gio, bang Bian juga mau ketemu, katanya!"
"........"
"Lu lagi semedi? Mogok ngomong, apa gimana? Ini gue ngomong panjang lebar, Jian. Astaga," cerocos Ghibran yang tak juga mendapat sahutan apapun dari Kenzi.
"Heh lu ken--,"
"B-bang Ghib," panggil Kenzi dengan suara bergetar setelah sekian lama memilih bungkam.
"Eh, lu kenapa?!" terdengar jelas suara Ghibran diseberang yang berubah menjadi panik menunjukkan rasa khawatirnya.
"A-adek nyusahin, Bang. Hikss, Adek pengganggu. Maaf, hiks!" isakannya kembali pecah.
"Hey, Adek kenapa, hm? Adek sedih? Siapa yang bikin Adek sedih? Sini, bilang sama Bang Ghib, biar Abang slepet orangnya," ujar Ghibran lembut, Ghibran memang akan berubah menjadi sangat dewasa jika Kenzi sedang dalam mode dedek seperti ini.
Kenzi menggeleng seolah Ghibran dapat melihatnya, "Adek yang nakal, Abang. Slepet aja Adeknya, hiks...."
"Adek sedih, Adek pengganggu. Adek nyusahin, kan? Adek hiks... Adek nakal, Abang. Adek mau mama aja, hiks!" racau Kenzi.
"Heh, kalo ngomong sembarangan! Udah. Adek tenang dulu, oke? Adek ada di rumah, kan? Abang kesana, sekarang! Jangan nangis, ya?" Ghibran mencoba menenangkan Kenzi.
"Heem," jawab Kenzi dan mematikan sambungan telepon tersebut.
Kenzi kembali membenamkan wajahnya, "Bang Ghighib baik! Ga kayak mas Fafas, jelek!"
KAMU SEDANG MEMBACA
KenZian [END]
Short StoryBukan cerita romansa yang berisi kisah perjuangan cinta, Bukan pula cerita BXB atau sejenisnya. Ini hanya cerita bertema Brothership, Kekeluarga an!. ❁---------------------------------------------❁ Menceritakan hangatnya sebuah keluarga yang penuh d...
![KenZian [END]](https://img.wattpad.com/cover/279051529-64-k605996.jpg)