Bukan cerita romansa yang berisi kisah perjuangan cinta, Bukan pula cerita BXB atau sejenisnya.
Ini hanya cerita bertema Brothership, Kekeluarga an!.
❁---------------------------------------------❁
Menceritakan hangatnya sebuah keluarga yang penuh d...
"Bahagia itu sederhana.Tak perlu barang mewah,kehangatan keluarga saja sudah lebih dari cukup tuk buat bahagia." . . . Happy Reading♡︎ Enjoy Our Imaginationシ︎ . . .
Diakhir pekan seperti ini memang cocok untuk menghabiskan waktu bersama sanak keluarga. Menikmati kebersamaan mereka setelah beberapa hari lalu disibukkan dengan urusan masing masing.
Seperti saat ini, anak anak Bimantara yang lebih memilih menghabiskan waktunya bermain bersama di taman belakang rumah mereka. Suasana siang ini cukup ramai, ditambah kedua sepupu dan sahabatnya yang datang kerumah mereka sejak pagi tadi.
Kini mereka sedang bertanding bola basket. Tim dibagi menjadi dua yang terdiri dari Tim KECEB, beranggotakan papa Rendra,bang Alan,bang Bian,mas Afas. Dan Tim BONG yang beranggotakan a' Ken,kak Vino,bang Gio dan juga Ghibran.
Sedangkan Kenzi sendiri memilih untuk duduk diam sebagai tim hore,dikarenakan malas bermain dan takut kulitnya terbakar katanya. Lebay sekali bayi itik ini :).
"SEMANGAT KECEBONG!!" seru Kenzi terkikik geli dengan nama tim mereka yang diberikan langsung olehnya. Membuat mereka semua mendengus kesal ke arahnya.
Bunyi terompet yang ditiup oleh Kenzi menandakan pertandingan mereka dimulai.
"Ayok papa semangatt!! Jangan mau kalah sama kakak," seru Kenzi heboh sendiri sedari tadi.
"Ih kakak jangan nyerah! Masa kalah sama papa yang udah tua." Jadi sebenarnya dia membela tim siapa?.
Kenzi mengerjapkan matanya lucu, menggeleng kecil sebelum menjawab, "Gatau,Jian dukung semua." cengirnya menampilkan deretan gigi putihnya.
"Serah lu dah Dek."
Pertandingan terus berlanjut hingga...
"YESS MASUKKK!! HEBAT JUGA LU MAS." seru Bian ketika tim nya berhasil memenangkan pertandingan.
"YEAYYY TIM KECE MENANG!!" Heboh Kenzi menghampiri tim papa nya.
"A' Ken gimana sih? biasanya jago masa sekarang kalah sama Papa yang udah tua" celetuknya tanpa dosa membuat Rendra menyentil bibirnya pelan.
"Enak aja kalo ngomong,Papa masih muda kali Dek." Kenzi mencibir mendengar ucapan Papanya yang sok muda.
"Sok muda Papa mah,gamau ngakuin."
"Tim Papa mah bisa menang gegara kawannya anak basket semua tuh,liat aja di tim nya ada Bang Alan,Mas Fafas, ama Bang Bian yang emang jago basket semua. Iya kagak bang?" tanya Ghibran meminta persetujuan yang diangguki oleh timnya.
"Tim lo juga pada jago semua kali," elak Bian.
"Beda atuh, Bang Gio kan anak musik, Kak Vino juga anak futsal." Ghibran masih berusaha membela timnya. Maklum masih bayi jadi tak terima kekalahan.
"Udah ah Bang Ghib gapapa kalah kali ini,lain kali main lagi oke? Masuk yuk aku haus dari tadi tereak tereak," lerai Kenzi berjalan mendahului mereka.
Kenzi suka labil memang, tak menentu memanggil dirinya sendiri sesuka hati. Pada Ghibran juga sama,terkadang memanggil abang yang memang usianya terpaut satu tahun tiga bulan dengannya. Namun terkadang juga hanya memanggil dengan nama karena sudah dianggap teman olehnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.