13.Terasa

2.9K 270 19
                                        

"Entah mereka yang memang benar sudah berbeda atau hanya aku saja yang merasa?" _𝑲𝒆𝒏𝒛𝒊𝒂𝒏_
.
.
.
Happy Reading♡︎
Enjoy Our Imaginationシ︎
.
.
.



Detik demi detik terus berlalu, berubah menjadi menit, menit menjadi jam, lalu jam yang bergantian menjadi hari.

Waktu terus berjalan. Hingga tak terasa, kini Kenzian sudah naik dikelas 11. Kalandra yang menaiki kelas akhir, begitupula dengan kakak kakak yang menaiki semester perkuliahan, dan Kenan, yang tinggal sedikit lagi menyandang gelar spesialisnya.

Itu semua membuat mereka benar benar merasa cukup sibuk.

Awalnya semua berjalan seperti biasa, hari demi hari mereka lalui dengan berbagai kehangatan yang tercipta.

Tapi, entah kenapa dalam beberapa bulan terakhir ini, Kenzian merasa kehangatan keluarganya itu mulai memudar.

Rendra yang jarang ada di rumah karena pekerjaan keluar kota, Kenan yang sering menginap di apartemen pribadinya, Kevin dan Kayafas yang lebih memilih menginap di kost dengan alibi agar lebih dekat dengan kampusnya dan akan pulang jika hari libur saja.

Kalandra? Dia juga jarang berada di rumah, lebih sering menghabiskan waktunya dengan keluar bersama teman temannya.

Mereka semua membiarkan Kenzian seorang diri, seolah tak peduli pada si kecil yang masih sangat butuh kebersamaan keluarga.

Ah, atau itu hanya perasaan Kenzian saja? Entahlah....

Seperti saat ini, Kenzi tengah berdiri sendirian di balkon kamarnya. Menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajah tampannya.

"Jian udah gede," gumamnya tersenyum lebar.

Besok merupakan hari yang sangat Kenzian tunggu. Hari ulang tahunnya, hari dimana ia dilahirkan.

Hari dimana keluarganya akan berkumpul untuk merayakannya dan menghabiskan waktu bersama.

Dan semoga saja, besok keluarganya juga akan ada bersamanya seperti tahun tahun sebelumnya, toh besok akhir pekan. Pasti tak akan ada yang sibuk kan?

Tak lama, terdengar bunyi suara motor milik Kalandra memasuki pekarangan rumah. Membuat Kenzi segera beranjak dan buru buru naik ke ranjangnya lalu menutupi badannya dengan selimut.

Kenzi menahan senyumnya, memejamkan mata guna berpura pura tidur. Berharap pintu kamarnya dibuka oleh Kalandra, guna mendapat usapan lembut dan kecupan hangat dari sang abang, seperti yang biasa dia dapatkan dulu.

Tak ada salahnya untuk berharap, bukan?

Sekitar empat puluh lima menit menunggu, tak ada tanda tanda kemunculan sang abang yang datang menghampirinya. Jangankan memberikan kecupan, membuka pintu kamarnya saja, tidak.

Bahkan saat suara mobil milik Kevin, Kayafas dan Kenan terdengar memasuki area pekarangan, Ketiganya juga tak datang berkunjung untuk sekedar melihat kondisinya, atau memastikan, apa adik bungsunya ini masih hidup atau tidak.

Ah sudahlah, mungkin mereka lelah?

Oh... atau mungkin mereka sedang merencanakan sesuatu, untuk memberikan kejutan selamat ulang tahun padanya, saat jam 12 malam nanti?  sepertinya memang iya.

Kenzi mengatur jam Spiderman nya. Menyetel alarm agar bisa bangun tepat jam 12 malam nanti.

"Night Jian, cepetan tidur. Biar nanti, pas kakak kakak kasih kejutan, Jian cepet bangun. Hehe," gumamnya terlampau bahagia dan segera memejamkan mata menuju alam mimpinya.

KenZian [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang