Yang Lalu Biarlah Berlalu✨

893 111 11
                                        

• Video Hanya Sebagai Pemanis Guys🦄

"Dan jangan cuma nyalahin Dede salahkan diri kakak kenapa bisa sampai lupa kalau Ara ada alergi udang. Kakak mau bunuh Ara?".

"Plakkkk".

~•~

Tamparan panas pun mendarat di pipi mulus Lesti dan kini pipi yang mulus itu menjadi memerah.

Tangis Lesti semakin pecah tak karuan. Disisi lain Ara yang melihat pertengkaran bunda dan papa nya hanya bisa menangis apalagi dengan rasa sakit karena injeksi infus.

"Kenapa Ara? Sakit ya tangannya? Maafin bunda sayang". Seolah kejadian itu tak terjadi Lesti pun memilih menenangkan sang anak katimbang meladeni Billar.

Dengan sigap Lesti langsung menggendong Ara dan memenangkannya dan tak mengurusi sang suami.

Billar pun memilih masuk ke kamar mandi meruntuki kebodohannya hingga tega menampar sang istri yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa.

"Bego lor Lar Bego kenapa loe tampar istri loe sendiri?". Teriak Billar di kamar mandi dan tanpa sengaja ia menghantam kaca kamar kamar mandi hingga buku-buku jemarinya mengeluarkan banyak darah. Lesti yang berada diluar tak bisa mendengar teriakan Billar karena ruangan itu kedap suara.

Keadaan Billar saat ini sedang kacau. Bukan hanya Billar Lesti pun sama kacaunya. Tapi disini Lesti tak mau bersuara cukup ia diam seribu bahasa.

Seolah tak merasakan sakit sama sekali Billar pun langsung membasuh tangannya serta mukanya. Setidaknya kini ia terlihat lebih frhes walau nyatanya kini suasana hatinya sedang kacau.

"Ceklek".

Mendengar suara pintu terbuka Lesti pun menoleh sebentar lalu kembali memandangi wajah damai sang anak yang sedang tertidur dan ia pun masih belum sadar bahwa kini tangan sang suami sudah mengeluarkan banyak darah.

Sedetik kemudian mereka fokus dengan aktivitas masing-masing Lesti fokus dengan Ara sedangkan Billar? Entah apa yang sedang ia pikirkan.

Melihat Lesti sudah menidurkan Ara Billar pun perlahan berjalan mendekati sang istri dan memeluknya dari samping.

"Jangan sentuh Dede!". Peringatan Lesti untuk Billar dengan nada yang benar-benar dingin. Bukan seperti Lesti biasanya.

"De maafin kakak! Kakak khilaf de, kakak emosi". Sesal Billar benar-benar kini telah bersimpuh di kaki Lesti, namun Lesti hanya diam mematung.

"Plis sayang maafin kakak. Kamu boleh marah ke kakak kamu boleh hukum kakak tapi jangan larang kakak nyentuh kamu! Kakak gak bisa hidup tanpa kamu sayang!". Lirih Billar kini telah berderai air mata.

"Apa? Kakak bilang kakak gak bisa hidup tanpa Dede? Buat apa kakak hidup tanpa Dede kalau kakak bisanya main kasar ke Dede?". Emosi Lesti semakin meluap tapi ia masih mampu mengontrol intonasi suaranya.

"Kakak khilaf de. Kakak minta maaf! Maafin kakak".

"Apakah dengan minta maaf kakak bisa kembalian Ara seperti dulu lagi? Enggak kak enggak".

Sedetik kemudian Billar berdiri dan berfikir sekejap atas ucapan sang istri. Secara tidak langsung berarti Lesti menyalahkan dirinya atas Ara.

"Ara cuma sakit alergi de bukan sakit parah. Dia bisa sembuh". Ucap Billar spontan.

"Tapi dede kasihan kak lihat Ara di infus kayak gini. Dede bisa ngerasain gimana rasanya di tusuk jarum infus kayak gitu kak". Lirih Lesti kini biasanya sudah ambruk di sofa.

"Iya de kakak tau kalau Ara sakit. Makanya itu maafin kakak. Kakak gak tega lihat Ara ikut merasakan amarah kita. Disini Ara yang menjadi korban kelalaian kita de".

"Iya emang ngucapin kakak maaf itu gampang kak tapi tidak semudah itu Dede terima. Dede sakit hati kakak kakak terus terusan nyalahin dede".

" Dede akan mencoba untuk maafin  kakak demi Ara Tapi_-".

" Tapi apa de". Belum sempat Lesti melanjutkan kata-katanya Billar sudah memotong.

"Tapi kakak harus janji jangan main kasar lagi! Dede takut kak Dede takut! Selama dua puluh tiga tahun hidup baru kali ini Dede di tampar sama orang yang Dede sayang dan itu suami Dede sendiri".

"Maafin kakak sayang! Kakak janji atas nama Allah gak akan main kasar lagi sama kamu. Kakak tadi khilaf kakak gak bisa kendaliin emosi kakak". Billar pun langsung memeluk sang istri tak lupa ia mengecup seluruh wajah sang istri dan jari jemari sang istri dengan tulus.

"Maafin Dede juga kakak udah marah-marah ke kakak. Dede gak tau harus apa? Dede jadiin ini pengalaman untuk kedepannya". Ucap Lesti pelan.

"Maafin kakak juga sayang udah berani kasar ke kamu. Mungkin kalau tau bapak udah dipecat deh kakak jadi mantunya". Kekeh Billar.

"Jangan dong nanti Dede jadi janda anak satu dong emang kakak mau?".

"Enggak sayang bercanda".

Beberapa menit kemudian mereka sama-sama diam menenangkan pikiran masing-masing hingga Lesti tak sengaja menyenggol jari Billar sang banyak mengeluarkan darah.

"Awww". Rintih Billar kesakitan.

"Ya Allah sayang ini kenapa? Kakak habis apa?". Panik Lesti tak karuan.

"Biasa kaca kamar mandi kakak pecahin pakai tangan. Tenang aja gak sakit kok". Ucap Billar santai. Padahal rasanya ah mantap.

"Tapi tadi kakak ngerintih kesakitan,Dede panggilan suster dulu ya!".

Setelah suster datang dan mengobati tangan Billar Billar pun duduk disampingnya ranjang sang anak. Billar pun memandangi lama wajah sang anak yang benar-benar mirip dengannya itu.

"Maafin papa sayang". Kecupan Lembut mendarat di pipi mungil Ara.

"Udah sayang yang lalu biarlah berlalu! Jadiin ini semua pelajaran ya. Dede sayang kakak sama Ara". Tiba-tiba Lesti memeluk Billar dari samping.

"Iya sayang makasih udah sabar dan bertahan sama kakak yang temperamental ini. Maaf belum bisa jadi suami dan papa yang baik buat kamu sama Ara". Dengan Lembut Billar mencium sang istri dan meluap rasa rindu yang beberapa waktu lalu lari sendiri-sendiri.

"Ara sama bunda maafin papa". Ucap Lesti dan Ara tersenyum bahagia.

"Ara udah bisa senyum lagi ya sayang? Udah sehat badannya?". Billar pun mengajak sang anak untuk mengobrol.

"Cepet sembuh ya princess nya bunda sama ayah Geet well soon sayang. Kangen ini papa ngajak main kamu ke kolam renang".

"Iya papa".

"Terimakasih Humaira ku udah mau menghadapi suamimu yang suka marah-marah ini. Stay with Me ya".

"Terimakasih juga suamiku,sayangku,cintaku,pangeranku,imamku,kepala rumahtangga ku,papa dari anak-anak ku. I stay with you always".

Mereka berdua pun tersenyum bahagia. Bahwasanya setiap masalah pasti akan ada Jan keluarnya.

~SATU HATI SAMPAI MATI~

✨MAAFKAN KONFLIK KURANG SAD
✨VOTE
✨KOMENTAR BANYAK
✨GAK PANDAI BUAT KONFLIK
✨TEMBUS 80 VOTE🦄

✨MAAFKAN KONFLIK KURANG SAD✨VOTE✨KOMENTAR BANYAK✨GAK PANDAI BUAT KONFLIK✨TEMBUS 80 VOTE🦄

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐇𝐚𝐭𝐢 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐢Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang