Lahirnya Sang Pemimpin ✨

764 97 12
                                        

Tak terasa kini waktu cepat berlalu. Tak terasa pula kini kandungan Lesti telah memasuki usia sembilan bulan lebih lima hari.

Dua hari yang lalu Lesti sempat mengalami kontraksi tapi ketika dibawa kerumah sakit dokter berkata bahwa itu hanya kontraksi palsu yang kapan aja bisa terjadi.

Tapi dokter menyarankan bahwa Lesti harus di opname untuk dua hari kedepan karena sudah pembukaan satu. Jika sampai lusa pembukaan Lesti tidak juga bertambah terpaksa dokter melakukan operasi caesar.

Billar sebagai suami pun memilih apapun cara terbaik untuk sang istri yang sedang berjuang itu. Billar si siaga pun Setia menemani sang istri 24 jam.

Dua hari sudah Lesti merasakan sakit yang luar biasa. Tak henti-hentinya pula ia berdoa supaya dirinya dan calon buah hatinya selamat dan di beri kesehatan.

Ara si anak sulung pun ikut berdoa. Rupanya anak berusia lima tahun itu juga ingin sang bunda dan calon adiknya selamat dan sehat.

Ara pun rela izin sekolah karena ingin tahu adik kecilnya lahir. Ara pun ikut serta menunggu di rumah sakit. Itung-itung sebagai penyemangat Lesti.

"Sakit banget ya sayang perut nya?". Tanya Billar cemas-cemas takut.

"Sakit lah sayang kamu ini gimana sih kok nanya gitu?". Emosi Lesti pada sang suami.

"Kan kakak cuma tanya sayang kok ngegas?". Heran Billar.

"Sakit banget ini astaga kakak. Dede udah gak kuat sayang ih sakit banget". Rintihan Lesti dengan memegangi perutnya.

"Baby sabar ya bentar lagi kita ketemu kok. Sehat-sehat kalian cinta nya papa". Ucap Billar mengusap sayang perut Lesti dengan mengajak bicara calon buah hati nya.

"Kakak ini sakit banget sumpah. Dede udah gak kuat. Perut Dede sakit banget kakak". Dengan kuat Lesti pun mencengkeram tangan Billar kuat.

Billar pun cepat-cepat memanggil dokter agar istrinya itu cepat melahirkan. Tak tega juga rasanya melihat istri yang begitu dicintai berjuang untuk melahirkan sang jagoan.

Lesti pun segera di pindahkan ke ruang bersalin. Billar yang ikut menemani pun deg-degan tak karuan. Antara bahagia sedih atau apapun itu.

"Oekkkk oekkkk oekkk". Seketika suara tangisan bayi itu memecah keheningan yang ada.

Lesti dan Billar pun langsung meneteskan air mata secara bersamaan. Tangis haru mengiringi tawa mereka. Senyum idah berulang kali melukis di bibir Billar.

 Senyum idah berulang kali melukis di bibir Billar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kini sang jagoan telah lahir. Bayi yang selama sembilan bulan dinanti kini telah hadir ditengah-tengah keluarga Billar. Kini Ara tidak sendirian tapi ada adik yang harus ia jaga.

"Selamat ya Bu Lesti pak Rizky anaknya laki-laki ganteng seperti papa nya. Alhamdulillah sehat tanpa kurang suatu apapun". Dokter itu langsung meletakkan bayi itu di dada Lesti.

"Hai ganteng! Welcome to world sayang. Perjuangan bunda gak sia-sia nak lahirin kamu. Seketika rasa sakit bunda hilang nak". Ucap Lesti menitihkan air matanya.

"Setelah lima tahun yang lalu bunda ngelahirin Kaka Ara sekarang bunda lahirin kamu sayang MANGGALA RYUZI BILLAR. Kelak Pemimpin yang setia penyayang dan berani menerima tantangan ganteng". Ucap Billar tersenyum sembari menyematkan nama untuk putra keduanya itu.

"Masyaallah bagus banget namanya adik ya sayang. Sekarang udah komplit bunda sama papa punya anak Sholeh Sholehah. Tumbuh sehat ya ganteng". Seakan mengerti baby Gala pun sedikit mengukir senyum.

"Ih udah bisa senyum ya anak papa. Sehat terus ya adik. Pasti kakak seneng lihat kamu".

"Makasih sayang udah melengkapi hidup kakak. Setelah dulu kami hadirkan Ara sekarang kamu hadirkan Gala. GaRa nya kakak sama kamu. Terimakasih untuk semuanya tidak ada yang istimewa selain kalian bertiga. Kakak sayang kalian". Ucap Billar mengecup pipi sang istri lembut dan berkahir di bibir ranum Lesti.

Billar pun terus melantunkan adzan dan Iqamah untuk sang putra. Hal wajib yang harus dilakukan untuk mengawali kelahiran seorang bayi.

Setelah Lesti benar-benar sudah di pindahkan ke ruang rawat inap Ara pun diajak ikut serta oleh Billar. Dan hanya di perbolehkan satu orang yang menunggu.

"Adik ganteng gak sayang?". Tanya Billar kepada Ara.

"Ganteng banget papa tapi masih ganteng adik dari pada papa". Jujur Ara.

"Namanya siapa pa?". Tanya Ara kepo.

"Namanya Gala sayang bagus gak?".

"Nanti kalau adik udah besar kakak gak boleh nakal ya! Kalau sama adik jangan suka berantem. Kalau adiknya salah di kasih tau gak perlu dibentak. Kalau kakak salah kakak harus minta maaf begitu pun sebaliknya ok!". Nasihat Billar untuk putrinya.

"Iya papa Ara bakal jagain adik". Ucap Ara tersenyum bahagia.


Kabar kelahiran baby Gala pun sudah meluas kemana-mana bahkan karangan bunga ucapan selamat pun banyak menghiasi pekarangan rumah Lesti.

Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit akhirnya Lesti dan baby Gala di perbolehkan pulang. Di rumah pun para asisten siap siaga menjaga baby Gala.

"Kamu gak kasihan apa sama bunda? Kalau pagi tidur nyenyak banget giliran malam gini kamu kaya kelelawar cerah amat". Tak habis pikir Billar dengan anak keduanya ini.

"Lihat itu La kakak aja udah mimpi sampai sungai Amazon kamu gak bobo bobo". Sahut Lesti heran.

"Kalau kamu capek tidur aja ya! Biar Gala kakak yang jagain. Maafin kakak kalau kakak jarang ngurusin Gala sedangkan kamu setiap hari stay terus sama anak-anak".

"Kakak gak perlu minta maaf. Sudah tugas Dede buat rawat anak-anak dan tugas kakak mencari nafkah untuk Dede dan GaRa nya kita". Ucap Lesti tersenyum simpul.

~SATU HATI SAMPAI MATI~

VOTE🔥
KOMENTAR 🔥


GaRa nya papa bunda🖤

GaRa nya papa bunda🖤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐇𝐚𝐭𝐢 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐢Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang