Menceritakan penggemar yang terobsesi pada idolanya hingga ia tak sadar apa yang ia lakukkan dapat membahayakan dirinya sendiri.
Lanjut baca aja deh ya:))
Sesampainya Vanessa di asrama ia di sambut oleh Kevin yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Dari mana" Ucap Kevin ketika Vanessa sudah berada di depan pintu gerbang asrama
Vanessa tidak percaya dengan apa yang ia dengar, seorang Kevin Sanjaya Sukamuljo mengkhawatirkan dirinya.
"Cari angin" Jawab Vanessa kemudian pergi berlalu melewati Kevin begitu saja
"Cari angin sampai selarut ini?" Sambung Kevin. Sekarang sudah larut malam bisa di bilang kini waktu menunjukkan pukul 21.00
"Bukan urusan lo juga kan" Ucap Vanessa tanpa menghentikan langkah kakinya
Kevin terus mengejar Vanessa hingga ke kamarnya. Vanessa tidak menghiraukan apa yang Kevin katakan padanya sedari tadi.
Di sisi lain ternyata Laras melihat kejadian itu, kejadian di mana Kevin mengejar Vanessa hingga Kamarnya. Laras mulai memanas dan semakin tidak suka terhadap Vanessa.
"Wanita lain yang di maksud Kevin? Dia?" Gumam Laras
"Gak! Ini gua boleh terjadi"
"Kevin itu milik gue"
"Liat aja lo! Gue bakal dapetin Kevin gimana pun caranya" Gumam Laras lalu pergi dari tempat tersebut.
Rere yang melihat kedatangan Vanessa langsung berlari dan memeluknya.
"Lo kemana aja si" Ucap Rere di sela tangisannya
"Lo gatau apa gue khawatir sama lo, gue takut terjadi apa apa sama lo" Sambung Rere
Vanessa terdiam dan tidak berkata apapun, ia hanya mematung di pelukan Rere yang sedang menangis.
"Jangan kaya gini lagi ya, gue takut" Ucap Rere dan melepaskan pelukkannya
"udah udah gua ga kenapa napa ko" Sambung Vanessa yang mengelus elus pundak Rere
Keesokkannya Rere bangun lebih awal dan bersiap siap untuk pergi latihan, tak lupa ia juga membangunkan Vanessa yang sedang tertidur.
Setelah semuanya berkumpul di lapangan mereka di beagi dalam beberapa kelompok,
Kelompok 1 -Rere -Rian -Greysia -Rafi -Bayu
Kelompok 2 -Sarah -Apriyani -Marcus -Fajar -Farhan
Kelompok 3 -Vanessa -Gregoria -Kevin -Langit -Laras -Zaki
Kelompok 4 -Amel -Melati -Ginting -Jonathan -Erik
Kelompok kelompok tersebut di kasih tantangan, Kelompok yang kalah akan mendapatkan hukuman.
Singkat cerita kini sudah setengah permainan, di mana Kelompok 2 unggul dari Game ini.
"Gara gara lo ni jadi kalah" Bentak Laras terhadap Vanessa
"Kenapa jadi gue? Disini kan kerjasama tim" Bantah Vanessa
"Karna ada lo tim kita kalah" Sambung Laras
"Udah udah ini cuma game aja ko, gausah serius serius havfun aja" Ucap Gregoria menenangkan situasi
"Tetep aja ga bisa gini dong, nanti kita kena hukuman" Bantah Laras
"Kalo ga mau terima lo keluar aja dari kelompok ini" Ucap Langit
"Yang harusnya keluar itu dia bukan gue" Balas Laras dan menunjuk ke arah Vanessa
"Dia keluar gua keluar" Ucap Kevin secara tiba tiba membuat anggota Kelompok 3 terkejut dengan apa yang ia dengar
"Gua juga" Sambung Langit
"Gue ngikut deh" Kata Zaki
"Semuanya keluar, gua juga keluar deh" Ucap Melati
"Hah! Apa ini? Kenapa Kevin bela gue? Kenapa ga Laras yang dia bela, Laras kan kekasihnya" Batin Vanessa
"Udah udah stop, ga ada yang keluar dan ga ada yang di keluarkan" Teriak Vanessa setelah terbangun dari lamunannya
Permainan pun berlanjut kini Kelompok 3 yang tertinggal sudah menyusul dan skor sementara Kelompok 2 dan 3 seimbang.
Game selanjutnya untuk menentukan pemenang ialah tebak tebakan. Satu orang akan menebak dan sisanya akan menjadi peraganya atau pemberi clue. Jika terjawab si peraga akan menjadi penebak dan sebaliknya.
"Gue nebak duluan" Ucap Laras
"Yang bener lo nebaknya" Sambung Langit
Skor sementara seimbang, kini masih ada sisa waktu 30 detik untuk menentukan siapa pemenangnya.
Vanessa yang menjadi penebak dan Laras pemberi clue
"Kangguru" Jawab Vanessa
"Bukan ih, ni liat" Laras memeragakan gerakan meloncat dengan tangan di tekuk
"Kelinci?"
"Apaansi jauh banget dari yang gua peragain" Bentak Laras
"Terus apa, lo meragainnga kaya kelinci ko" Balas Vanessa
Waktu habis dan kelompok 2 memenangkan permainan ini.
"Bego banget si lu masa ga bisa nebak" Bentak Laras yang mendorong Vanessa
Vanessa yang terdorong Laras pun terjatuh dan di bantu untuk berdiri oleh Langit.
"Lo gapapa?" Tanya Langit khawatir
"Gapapa, thank's ya" Ucapnya
"Lo apa apaansi dorong dorong orang" Bentak Langit ke Laras
"Dia tu bodoh, cuma jawab gitu doang ga bisa" Balas Laras memutar bola matanya
"Elu yg meragainnya ga bener" Samabung Zaki
"Dia yang ga bisa nebak" Balas Laras
"udeh deh ribut mulu" Ucap Gregoria membuat mereka terdiam
"Lo yang meragainnya ga bener, mana ada kucing loncat loncat kaya gitu" Sambung Kevin
"Emang gitu kan, dianya aja bodoh yang ga bisa nebak" Jawab Laras
"Iya gua bodoh, kenapa? Ada masalah sama lo!" Teriak Vanessa
"Udah bubar ini cuma game doang!" Perintah Gregoria
~Visual Gregoria
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.