Menceritakan penggemar yang terobsesi pada idolanya hingga ia tak sadar apa yang ia lakukkan dapat membahayakan dirinya sendiri.
Lanjut baca aja deh ya:))
Hari cepat berganti. Sore hari ini, Vanessa mendapati kamar Kevin dalam keadaan tertutup rapat. Penghuni kamar itu mungkin sedang pergi keluar kamar, ini bisa dilihat dari jendela kamar yang biasanya terbuka ketika siang hari namun untuk kali ini tertutup rapat.
Tadi pagi juga Kevin tidak mengikuti latihan, ya memang latihan kali ini adalah latihan yang tidak di wajibkan oleh platnas. Tapi hari ini badminton putra yang akan mengikuti kejuaraan di Australia rencananya akan berkumpul untuk membahas pertandingan nanti.
Setelah berdiri sekitar lima menit di depan kamar Kevin, Vanessa memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Namun baru saja ia akan melangkahkan kakinya, seseorang keluar dari kamar Kevin.
Ternyata Kevin yang keluar dari kamarnya dengang memakai kaus berwarna hitam polos yang di lapisi dengan jaket jeans, celana jeans bermodel robek robek, dan memakai sepatu berwarna putih yang harganya mahal. Pokoknya Kevin terlihat begitu tampan sore ini, walau gayanya masih terlihat santai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ngapain?" Tanya Kevin sambil menutup pintu kamarnya kembali.
"Ga sengaja lewat, tiba tiba lu keluar" Jawab Vanessa
"Hmm...Yaudah gua pergi dulu" Pamit Kevin yang kemudian pergi meninggalkan Vanessa di depan pintu kamarnya.
Vanessa benar benar ngga tahu kemana Kevin akan pergi dan bersama siapa ia pergi. Vanessa mengikuti Kevin secara diam diam, sesampainya di parkiran asrama Kevin tampak sedang menelfon seseorang.
"Nelfon siapa dia?"
"Apa dia mau jemput cewek yang kemarin?"
"Aaarrggh, apaan si gua, gua tuh seharusnya sadar!"
"Udah lah dari pada hati gua sakit liat Kevin sama cewek itu mending gua balik ke kamar!" Batin Vanessa
Malam harinya Vanessa pergi ke luar asrama beralasan untuk membeli bahan makanan untuk dipakai seminggu ini. Vanessa pergi seorang diri ke salah satu tempat pusat perbelanja di daerah Jakarta.
Kevin terkejut melihat Vanessa dari kejauhan, ini sudah larut malam halnya Vanessa tidak pernah keluar asrama semalam ini terlebih seorang diri. Vanessa berjalan menundukkan kepalanya dan tatapannya fokus pada layar ponsel yang berada di tangannya, Vanessa tidak menyadari ada Kevin dan wanita yang di temuinya saat birthday party Jonatan itu di hadapannya.
Saat Vanessa mengangkat kepalanya, tanpa sadar langkah kaki Vanessa terhenti, Vanessa menatap wajah Kevin yang juga sedang melihat ke arah Vanessa. Vanessa dengan segera mengalihkan pandangannya dan melanjutkan langkah kakinya.
Vanessa terus berjalan seakan tak melihat apa pun. Jujur ini sangat menyakitkan baginya, tapi tidak ada artinya juga jika suatu hubungan di mulai tanpa adanya rasa cinta dari kedua belah pihak kan? Terlebih Vanessa dan Kevin terhalang benteng yang sangat tinggi.