51

527 55 20
                                        

SELAMAT MEMBACA♡♡♡



Mereka terus mencari keberadaan Vanessa dan sampailah mereka di depan lorong perpustakaan tersebut, lorong yang yang sudah terlihat tidak ter urus dan beberapa ruangan di sana yang sudah tidak di gunakan.

Mereka terus mencari keberadaan Vanessa dan sampailah mereka di depan lorong perpustakaan tersebut, lorong yang yang sudah terlihat tidak ter urus dan beberapa ruangan di sana yang sudah tidak di gunakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lu duluan Ting" Fajar yang mendorong Ginting agar berada di depannya

"Payah lu, gini doang takut" Sahut Ginting meledek Fajar

Brakk!

"Aaaa" Teriak mereka semua

"Berat, Ting" Ucap Fajar yang menggendong Ginting karna meloncat ketakutan ke arah Fajar

"Suara apaan tadi?" Tanya Gregoria

"Bentar gua cek dulu" Ucap Jordan

Jordan mengecek ke sekitar luar area depan lorong.

"Vas bunga jatoh sama kucing" Ucap Fajar

"Kucing nya minta di geprek" Sambung Fajar

"Ayo masuk" Ajak Kevin yang berada di paling depan bersama dengan Jonatan serta Rian dan Marcus serta Jordan berada di paling belakang. Sedangkan Fajar dan Ginting berada di tengah tengah bersama dengan para cewek cewek

Mereka terus berjalan ke dalam menelusuri lorong tersebut.

Kreeekk!
Kreeekk!

"Jay apaan itu" Bisik Ginting pada Fajar yang sedari tadi terus memeluk Fajar

"Pintu, Ting" Jawab Fajar

"Pulang aja yu, takut" Pinta Nata yang juga ketakutan

"Lu aja sendiri sana pulang" Jawab Rere kesal, bisa bisa nya Nata minta pulang sedangkan Vanessa belum di temukan

"Takut gua, Re" Sambung Nata

"Yaudah sini bareng gua" Ajak Rere

"Senter senter nyalain semuanya biar terang" Teriak Marcus dari barisan belakang

Mereka mengikuti arahan Marcus, menyalakan senter dari handphonenya masing masing sehingga lorong tersebut sedikit menerang.

"Masih jauh ga sih?" Tanya Fajar

"2 ruangan lagi" Jawab Jonatan

"Lu bisa ga takut sih, Jo" Tanya Ginting

"LAKIK!" Jawab Jonatan meledek dan di iringi dengan tawaan mereka semua

"Jangan berisik bisa ga!" Bentak Kevin

"Iya maap" Sahut Gregoria dan Rere

"Itu kaki siapa itu" Ucap Fajar yang menunjuk ke arah kaki dan tangan sebelahnya menutup matanya

Like a DreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang