lima belas

347 61 8
                                        

🦋

Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.

🦋.🦋.🦋


Bibir hyunjin terkunci . Dia tidak dapat menyambung kata - katanya bila bibir lembut jaemin menempel bibirnya .

Baju tidur lelaki itu di genggam kuat . Selepas beberapa saat , baru lah soft kiss itu di leraikan oleh jaemin .

" Jangan sebut pasal mati ."

" Jaem , setiap manusia tetap akan mati kan ?"

Jaemin mendengus .

" Aku tak rela kau pergi , butterflies ."

" Tap- - - "

" Shut up, butterflies. Or I will kiss you roughly ."

Hyunjin terus mendiamkan diri . Bila jaemin sudah bersuara dengan serius , lebih baik dia diam . Perlahan dia merungkaikan pelukan di pinggang jaemin dan mula menjauh .

Dia mengiring membelakangi lelaki itu . Dia cuba untuk memejamkan mata namun tidak berjaya . Bibir di kemam rapat .

" sayang , i'm sorry ." Jaemin memeluk hyunjin dari belakang . Kepala gadis itu di cium lembut .

Bahu hyunjin mula terhinjut - hinjut . Teresak - esak menangis . Saat di rasakan jaemin ingin bangun , segera dia menghalang .

" Don't . Aku tak nak kau tengok aku menangis ."

Jaemin akur lalu memeluk gadis itu semula . Dia hanya senyap menunggu gadis itu tenang semula .

" Jaem ."

" yes ? "

" K-kalau .  . "

" Babygirl , listen ! Aku akan buat apa sahaja supaya kau tetap ada di samping aku . Kau tahu kan aku tak boleh hidup tanpa kau sejak kau datang dalam hidup aku ? .  . You are my priority , babygirl ."

🦋.🦋.🦋

last chap untuk harini 🖐️🥺

Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.

last chap untuk harini 🖐️🥺

Addicted : His ButterfliesTempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang