Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
🦋.🦋.🦋
" princess papa . . . "
Tangan kasar Tuan Park mengelus pipi mulus hyunjin . Sayu hati tuanya melihat anak perempuannya terbaring kaku di atas katil .
" kenapa hyun tak bagitahu yang hyun ada kanser ? Hyun tahu kan papa sayangkan hyun . Papa cuma ada hyun dengan jisung saja dalam dunia ni . "
Seseorang memerhati Hyunjin melalui kaca tingkap . Ikutkan hati dia ingin masuk bersama Tuan Park tadi . Tetapi dia tidak sanggup untuk melihat kakak kandungnya dalam keadaan begitu .
" Kenapa kau tak masuk ? "
Jisung menoleh . Berkerut dahinya melihat seorang lelaki berambut blonde berdiri di sebelahnya .
" kau siapa ? " soal jisung . Lelaki itu menayang senyum manis , tangannya di hulurkan .
" Kang Minhee . . . Kau Park jisung , right ?" Bertambah kerutan di dahi jisung . Lambat - lambat dia menyambut huluran tangan minhee .
" macam mana kau tahu nama aku ? "
Minhee hanya tersenyum , tetapi tidak pula dia menjawab pertanyaan dari jisung . Sebaliknya , dia memasuki wad yang menempatkan hyunjin .
Jisung memerhati . Tingkah laku minhee sangat pelik . Bukan dia tidak pernah bertemu dengan minhee , tetapi sebelum ini lelaki itu hanya menunjukkan sifat lembut namun tegas dalam melaksanakan tugas .
Hari ini , lelaki itu membawa aura yang berbeza . Dapat dia melihat minhee berinteraksi mesra bersama Tuan Park sebelum lelaki paruh abad itu sendiri keluar dari wad meninggalkan minhee berduaan bersama hyunjin .
" Pa , kenapa tinggal dia dengan noona ? Kalau dia buat apa - apa macam mana ? " soal jisung . Terlihat jelas kerisauan dari raut wajah yang di pamerkan .
" Dia kan pekerja jaemin hyung kamu . Jangan buruk sangka dengan orang , tak baik ." Pesan Tuan Park . Bahu anak lelakinya di tepuk lembut .
Dia faham perasaan jisung yang risau akan keadaan hyunjin . Saat ini , mereka hanya mampu berserah . Jika ada apa - apa yang terjadi , sekurang - kurangnya mereka menerima apa sahaja yang berlaku .
Tangan kaku hyunjin di sentuh . Di genggam kemas dengan lembut , tidak ingin menyakiti hyunjin . Dia melabuhkan punggungnya di atas kerusi .
Wajah pucat lesi yang di selindung di sebalik bandage di renung lama . Telapak tangan hyunjin di tekap pada pipinya . Dingin .
" Hyunjin - ah , saya rindukan awak . . ."
" saya tak sanggup tengok awak terbaring lesu macam ni . . . "
Bulu mata melentik gadis itu di sentuh olehnya .
" Cik hyunjin , awak cantik sangat masa pertama kali saya nampak awak dulu . . . "
" Memang patutlah , Tuan Muda jatuh cinta . Sampaikan saya sekali terpesona dengan awak . . "
Minhee ketawa sinis .
" Saya rasa saya tak perlu panggil dia Tuan Muda lagi lepasni . . "
" Cik Hyunjin rasa saya kena panggil dia apa ? "
" Hyung ? "
" atau loser ? "
Minhee mula mengelus rambut hitam hyunjin . Soft sahaja elusannya .
" saya akan tunggu cik hyunjin sedar ."
Dia mula menyeluk tangan ke dalam poket hoodie yang tersarung di tubuhnya . Sebuah picagari di keluarkan .
" saya minta maaf ."
🦋.🦋.🦋
Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.