enam puluh empat

340 65 26
                                        

🦋

Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.

🦋.🦋.🦋

" princess papa .  .  . "

Tangan kasar Tuan Park mengelus pipi mulus hyunjin . Sayu hati tuanya melihat anak perempuannya terbaring kaku di atas katil .

" kenapa hyun tak bagitahu yang hyun ada kanser ? Hyun tahu kan papa sayangkan hyun . Papa cuma ada hyun dengan jisung saja dalam dunia ni . "

Seseorang memerhati Hyunjin melalui kaca tingkap . Ikutkan hati dia ingin masuk bersama Tuan Park tadi . Tetapi dia tidak sanggup untuk melihat kakak kandungnya dalam keadaan begitu .

" Kenapa kau tak masuk ? "

Jisung menoleh . Berkerut dahinya melihat seorang lelaki berambut blonde berdiri di sebelahnya .

" kau siapa ? " soal jisung . Lelaki itu menayang senyum manis , tangannya di hulurkan .

" Kang Minhee  .  .  . Kau Park jisung , right ?" Bertambah kerutan di dahi jisung . Lambat - lambat dia menyambut huluran tangan minhee .

" macam mana kau tahu nama aku ? "

Minhee hanya tersenyum , tetapi tidak pula dia menjawab pertanyaan dari jisung . Sebaliknya , dia memasuki wad yang menempatkan hyunjin .

Jisung memerhati . Tingkah laku minhee sangat pelik . Bukan dia tidak pernah bertemu dengan minhee , tetapi sebelum ini lelaki itu hanya menunjukkan sifat lembut namun tegas dalam melaksanakan tugas .

Hari ini , lelaki itu membawa aura yang berbeza . Dapat dia melihat minhee berinteraksi mesra bersama Tuan Park sebelum lelaki paruh abad itu sendiri keluar dari wad meninggalkan minhee berduaan bersama hyunjin .

" Pa , kenapa tinggal dia dengan noona ? Kalau dia buat apa - apa macam mana ? " soal jisung . Terlihat jelas kerisauan dari raut wajah yang di pamerkan .

" Dia kan pekerja jaemin hyung kamu . Jangan buruk sangka dengan orang , tak baik ." Pesan Tuan Park . Bahu anak lelakinya di tepuk lembut .

Dia faham perasaan jisung yang risau akan keadaan hyunjin . Saat ini , mereka hanya mampu berserah . Jika ada apa - apa yang terjadi , sekurang - kurangnya mereka menerima apa sahaja yang berlaku .

Tangan kaku hyunjin di sentuh . Di genggam kemas dengan lembut , tidak ingin menyakiti hyunjin . Dia melabuhkan punggungnya di atas kerusi .

Wajah pucat lesi yang di selindung di sebalik bandage di renung lama . Telapak tangan hyunjin di tekap pada pipinya . Dingin .

" Hyunjin - ah , saya rindukan awak .  .  ."

" saya tak sanggup tengok awak terbaring lesu macam ni .  .  . "

Bulu mata melentik gadis itu di sentuh olehnya .

" Cik hyunjin , awak cantik sangat masa pertama kali saya nampak awak dulu .  .  . "

" Memang patutlah , Tuan Muda jatuh cinta . Sampaikan saya sekali terpesona dengan awak .  . "

Minhee ketawa sinis .

" Saya rasa saya tak perlu panggil dia Tuan Muda lagi lepasni .  . "

" Cik Hyunjin rasa saya kena panggil dia apa ? "

" Hyung ? "

" atau loser ? "

Minhee mula mengelus rambut hitam hyunjin . Soft sahaja elusannya .

" saya akan tunggu cik hyunjin sedar ."

Dia mula menyeluk tangan ke dalam poket hoodie yang tersarung di tubuhnya . Sebuah picagari di keluarkan .

" saya minta maaf ."

🦋.🦋.🦋

🦋

Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
Addicted : His ButterfliesCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang