Part 6 GV🏍️

10.7K 715 53
                                        

-Happy Reading-

Hening sesaat, tiba-tiba ada suara seorang pria menjerit kesakitan yang datang dari arah taman. Lama kelamaan suara itu semakin mendekat, betapa terkejutnya mereka melihat seseorang yang menjerit tadi, saking terkejutnya mereka sampai memukul jidat tak habis pikir dengan sikap Reyhan. Ya pria yang menjerit tadi adalah Reyhan, dirinya dijewer oleh Reyfan dari taman sampai ke ruang tamu.

"LOH, DAVEN KOK LO DISINI?" tanya Reyhan terkejut dan refleks berteriak.

Plak

Reyfan menoyor kepala Reyhan ke depan. "Kita lagi di rumah orang, Han!" ucap Reyfan kesal, bisa-bisanya kembarannya membuat malu di rumah Sintia.

°°°
-Flashback on-

1 jam sebelumnya

Pukul 19:30, sudah hampir 30 menitan Sintia tak keluar dari kamar, mungkin merasa gugup apalagi perjodohan yang dilakukan orang tuanya mendadak dan Dia tak tau siapa yang akan menjadi calon suaminya nanti.

"Ck! Lama banget sih!" gerutunya kesal menunggu kedua sahabatnya yang tak muncul-muncul sedari tadi.

Tok tok tok

"SINTIA, BUKA PINTUNYA!" teriak seseorang dari luar kamar. Dari suaranya saja Sintia sudah tau pasti itu adalah sahabatnya, sahabat yang paling gesrek.

Ceklek!

Sintia membukakan pintu untuk Fiqiara. Tanpa disuruh masuk terlebih dahulu, Fiqiara lebih dulu menyelonong masuk. Anggap saja rumah sendiri katanya.

"Melani mana?" tanya Sintia saat menyadari Fiqiara hanya datang sendiri.

"Katanya dia pergi sebentar sama temannya, nanti Dia bakal nyusul kok."

"Kemana?" tanya Sintia bingung, Melani termasuk orang yang susah di ajak keluar, apalagi keluar rumah tanpa tujuan yang tentu.

"Mana gue tau, kalo dia kesini tanya aja sendiri!" jawab Fiqiara ngegas.

"Baru sehari berteman sama Reyhan, eh setan dari tubuh Reyhan udah pindah ke tubuh lo aja." ucap Sintia kesal. Tidak Reyhan tidak Fiqiara, sama-sama berbicara ngegas kepadanya.

Fiqiara mengeryitkan dahinya bingung, "Maksudnya?" sepertinya otak Fiqiara lagi ngebug, makanya lelet.

"Ck! Lupakan."

Fiqiara hanya ber oh ria saja, untuk apa memikirkan hal yang tak terlalu penting pikirnya.

"Lo pakai baju apa, Sin?" tanya Fiqiara, memperhatikan Sintia yang hanya menggunakan pakaian santai saja.

"Menurut lo bagus yang mana?" Sintia menunjukkan dua dress yang sama indahnya, yang satu berwarna putih yang terdapat pita di bagian perutnya dan satunya lagi berwarna biru yang penuh dengan pernak-pernik.

"Yang putih aja, simple tapi menarik"

Ini salah satu tujuan dari Sintia mengundang para sahabatnya agar dapat membantunya bersiap-siap.

Ini salah satu tujuan dari Sintia mengundang para sahabatnya agar dapat membantunya bersiap-siap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
GAVAL |Ganar & Valentía|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang