SERIES KE-2
Ketika takdir mempertemukan Piter dengan sang mate, namun dipisahkan dengan keadaan. Akankah mereka akan kembali bersatu?
Bagaimana Piter menghadapi matenya yang memiliki dua sisi yang berbeda?
.
Masa lalu Piter selalu mencari celah untu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah hampir satu minggu sejak insiden hampir berciuman itu Hana menghindari Piter karena jika terlalu dekat dengan Piter, Hana takut kesehatan jantungnya terganggu. Setiap jam istirahat Hana selalu mencari-cari alasan agar Piter tidak mengikutinya, beruntung Piter juga harus mengerjakan tugas OSIS jadi Hana tidak perlu terus beralasan untuk menghindari pertemuan di antara mereka meskipun dikelas mereka masih satu meja.
Sedangkan Piter mengutuk Thomas yang datang diwaktu yang kurang tepat, padahal momennya sudah pas tapi malah hancur karena kedatangan Thomas yang membawakan seragam putih kering untuk Piter dan semenjak itu Piter sering uring-uringan tidak jelas karena Hana menghindarinya.
Hari ini Hana tampak lebih diam dan tidak pergi kemana-mana gadis itu hanya diam duduk di bangkunya istirahat pun dia makan bekal bawaannya saja dan tidak melakukan aktivitas apapun selain membaca buku tanpa bergerak sedikitpun dan itu membuat Pieter senang karena matenya itu tidak menghindarinya.
Bell pulang sekolah sudah berlalu sejak setengah jam yang lalu tapi Hana masih stay duduk dibangkunya, bahkan gadis itu sudah menyuruh Piter untuk pulang duluan tapi Piter keukeuh jika dirinya akan pulang bersama Hana itu membuat Hana sedikit kesal.
"Piter ku mohon pulanglah agar aku bisa pulang." ucap Hana memelas yang membuat pemuda itu menghembuskan nafas pelan.
"Aku akan pulang jika kau juga pulang, Aku tidak ingin ada kejadian lagi yang bisa membuatmu terluka."
Bolehkah Hana baper! Kenapa bibir Piter itu mudah sekali mengucapkan kata-kata manis apa pemuda itu tidak berpikir bagaimana reaksi jantung Hana yang sudah hampir loncat dari tempatnya.
"Kenapa kalian belum pulang?" tanya Rafael yang baru saja datang bersama Vierra karena dia mendengar dari Thomas jika Piter belum pulang dan masih menemani Hana dikelas.
Melihat Vierra mata Hana berbinar kemudian gadis itu mengkode Vierra untuk mendekat kearahnya dan alangkah senangnya ketika Vierra mengerti kode darinya. Hana menulis sesuatu dan ditunjukkan pada Vierra, setelah pembaca tulisan Hana Vierra tertawa kencang hingga membuat kedua pemuda yang berada di kelas itu mengerutkan keningnya bingung tidak mengerti.
"Vierra." kesal Hana sekaligus malu, Ya Tuhan kenapa gadis itu harus tertawa.
"Maafkan aku Hana, hanya saja kau ini lucu sekali." ucap Vierra dan kembali tertawa.
Piter yang penasaran menarik buku yang dipegang Hana dan itu membuat Hana panik hingga kembali menarik buku yang dipegang Piter, tapi pemuda itu malah menjauhkannya dari jangkauan Hana.
'Tembus'
"Apa maksudnya?" tanya Piter tidak mengerti dengan kata yang ditulis Hana. Begitu juga dengan Rafael yang mengendikan bahunya.
"Piter sebaiknya kau pinjamkan Hana jaket atau sweater!" saran Vierra dengan senyum menahan tawa. Astaga! Dia masih ingin tertawa.
"Tapi aku tidak membawa jaket ataupun sweater." bingung Piter, sungguh apakah ada seseorang yang bisa menjelaskan situasinya saat ini!