SERIES KE-2
Ketika takdir mempertemukan Piter dengan sang mate, namun dipisahkan dengan keadaan. Akankah mereka akan kembali bersatu?
Bagaimana Piter menghadapi matenya yang memiliki dua sisi yang berbeda?
.
Masa lalu Piter selalu mencari celah untu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa kau bisa terluka, kau pasti berulah lagikan!" tuding seorang gadis cantik berkulit pucat pada Rosa yang baru saja sampai didepan kamarnya.
Rosa mengendus malas. "Itu bukan urusanmu!" Membuka pintu kamarnya pelan karena tangannya masih lemas.
Efek sayatan dari katana dan belati milik Regina tidak cepat sembuh karena terbuat dari perak jadi mungkin sekitar satu minggu baru akan sembuh total.
"Aku akan kembali bersama mereka, masa latihanku juga sudah selesai. Apa kau tergiur ikut sepupu!" tawar gadis itu dengan senyum miring yang membuat Rosa geram.
Brak
Gadis itu terjolak kaget karena pintu itu ditutup tepat di depan wajahnya, saat dirinya berbalik tatapannya bertemu dengan milik ibu Rosa, Tiara. Hatinya melembut melihat sorotan khawatir dan cemas dalam mata Tiara.
"Apa dia sudah pulang? Ku dengar dia pulang dalam keadaan terluka!" tanya Tiara sedikit cepat karena rasa khawatirnya pada Putri semata wayangnya.
Gadis itu, Ghea mengelus punggung tangan Tiara lembut. "Tenang saja Bibi dia pasti akan baik-baik saja namun sepertinya Kakak kembali berulah."
Tiara menghela nafas panjang, kemudian tersenyum tipis. "Sepertinya sifat ayahnya menurun padanya!"
Ghea hanya bisa tersenyum kecil. "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya Bibi meskipun aku berharap kakak memiliki sifat sebaik dirimu!"
Rosa adalah putri kandung Alfonar dengan istri sahnya Tiara, Alfonar sebenarnya mencintai Tiara namun ambisinya sangat besar hingga kadang membuatnya buta dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Tiara tidak pernah membenci suaminya meskipun dirinya hanya dijadikan pion oleh suaminya sendiri, cinta Tiara tulus terhadap Alfonar. Namun putrinya lahir dengan dendam terhadap keluarga Piter yang menyebabkan kematian Alfonar, padahal pria itu mati karena ulahnya sendiri yang menyalakan api terlebih dahulu.
Padahal sewaktu hamil Alfonar tidak mengetahui jika istrinya itu sedang hamil.
Rosa memiliki dendam dan berniat menghancurkan keluarga Piter, karena keluarga Piter telah yang telah membunuh ayahnya membuat dirinya hidup tanpa kasih sayang seorang ayah dan membuat hidup ibunya menderita karena hidup seorang diri untuk membesarkan dirinya.
Saat itu Rosa usia 8 tahun dia selalu bermain di hutan dekat perbatasan warewolf, dia selalu mencari cara agar bisa membunuh Piter. Awalnya Rosa berniat mendekati Pieter dan menjadi temannya agar bisa melaksanakan rencana jahatnya, tapi gadis kecil itu malah jatuh cinta dan terpesona dengan kharisma sang putra Alpha.
Piter yang berusia satu tahun dibawahnya, bertemu Rosa ketika sedang bermain bersama Rafael, Thomas dan Arlan di hutan. Piter juga sempat menyukai Rosa karena gadis itu seakan selalu mengerti Piter karena pria itu selalu dirundung dengan latihan dan latihan hingga kadang-kadang membuat dirinya kurang bermain.
Hanya dua tahun kedekatan keduanya membuat Rosa berencana untuk merebut hati Piter dan membuat pria itu tunduk kepadanya. Sampai Lano tahu jika putranya itu sering bermain dengan putri pria yang pernah hampir membuat dirinya kehilangan Nadine
Arlan yang notabennya akan menjadi Beta Piter, memberitahu pria kecil itu jika kemungkinan Rosa hanya mendekati Piter untuk membalas dendam karena Rossa merupakan putra pria yang hampir membunuh Ayah dan ibunya.
Awalnya Piter sempat tak percaya karena bagaimanapun Rosa sangat baik padanya, tapi ketika dirinya memiliki Luc serigalanya barulah dia tahu jika Rosa mendekatinya karena sebuah tujuan.
Saat itu Piter sengaja tidak menemui Rosa selama 1 bulan, saat hari berikutnya Piter sengaja menyamarkan baunya dan duduk di atas pohon besar di mana di bawah pohon itu dia sering bertemu dengan Rosa.
Disitulah Piter tahu percaya jika Rosa memang berniat yang tidak baik kepada dirinya, karena gadis itu terus memakai Piter karena tidak datang. Mulai hari itu Piter tidak pernah lagi bertemu Rosa juga tidak pernah berani melewati batas, karena dirinya masih lemah untuk melawan warewolf.
Meskipun Rosa sering menyelinap dan sengaja menemui Piter, tapi pria itu selalu bersikap dingin padanya hingga membuat Rosa sedih sekaligus marah karena rencananya mungkin tidak akan berjalan mulus.
Rosa sadar dirinya benar-benar mencintai Peter ketika pria itu bertingkah seakan tidak mengenali dirinya dan dia berjanji akan mendapatkan Piter bagaimanapun caranya meski itu harus membunuh mate Piter.
Piter juga sadar suatu saat nanti dirinya akan memiliki mate maka dari itu dia harus menjaga hatinya agar matenya tidak kecewa.
******
Brak
Prang
Crang
Brak
Buk
"AKU MENCINTAIMU PITER!"
"KAU JAHAT KARENA LEBIH MEMILIH GADIS SIALAN ITU DARI PADA DIRIKU!"
"AKU MEMBENCIMU TAPI JUGA MENCINTAIMU!"
"KAU AKAN MELIHATKU MEMBUNUH GADIS ITU!"
"LIHAT SAJA PITER AKU TIDAK PERNAH BERMAIN-MAIN DENGAN UCAPANKU!"
"MATIKAU HANA!"
Tiara menangis dengan tubuh merosot kelantai didepan pintu kamar Rosa, meskipun kamar gadis itu kedap suara tapi melalui celah pintu Tiara bisa mendengar jelas makian serta ungkapan rasa sakit hati Rosa.
Hati Tiara sakit, melihat putrinya yang seperti sekarang. Apa salahnya di masa lalu sehingga putrinya harus memiliki sifat yang menurun dari sang ayah!
Padahal Tiara selalu berusaha mendidiknya sebaik mungkin tapi ternyata dirinya gagal. selain gagal menjadi Ibu dirinya juga gagal menjadi sosok Ayah bagi Rosa.
Tiara sadar dirinya memiliki kemungkinan untuk kehilangan Rossa dengan sikap putrinya yang sekarang itu. Tapi apa yang bisa dilakukan dirinya dengan tubuh lemah tidak berdaya karena Alfonar dulu pernah mengambil darahnya dan separuh jiwanya.
Tiara selalu ingin membenci ayah Rosa tapi dirinya tidak pernah bisa melakukan itu. Kisahnya dengan sang suami memang cukup menyedihkan tapi setidaknya Alfonar pernah memberikannya sedikit kebahagiaan meskipun hanya sesaat.
Ghea mengusap air mata yang mengalir dipipinya melihat Tiara dari kejauhan, hatinya sakit karena bagaimanapun bibinya itu bukan pelaku melainkan korban.
Ghea beserta ayah dan ibunya selalu memperlakukan Tiara dengan baik, menghibur wanita itu karena sikap putrinya yang kadang tidak peduli sama sekali kepada Tiara setelah mencintai Piter.
Ghea juga sudah menganggap Tiara sebagai sosok ibu kedua. Yang memberinya kasih sayang mengajarkannya banyak hal dan mencintainya dengan tulus. Mei ibu Ghea tidak pernah cemburu ketika putrinya begitu manja kepada Tiara karena dia tahu Tiara kesepian.
******
Terbayar sudah penjelasan mengenai siapa Rosa....
Tetap jangan lupa vomennya karena itu adalah semangat tersendiri bagi aku☺️
aku udah kasih tahu dari awal kalau cerita ini mau nonton asal tapi pas dari tengah konflik sampai ke ujung maaf saja enggak ada santai...