Chapter 26: Moana

3.4K 377 9
                                        

"Hana matamu!" pekik Vierra dan Ghea karena mereka tidak mengetahui tentang Regina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hana matamu!" pekik Vierra dan Ghea karena mereka tidak mengetahui tentang Regina.

Regina hanya mengendus malas tanpa menjawab mereka mendekati Thomas, dan menyerahkan tangannya.

"Ambil darahku!" titahnya membuat Thomas bingung tidak mengerti.

"Gigit dan ambil darahku berikan padanya atau kau ingin aku mencium bibirnya!" ucap Regina sakras, Thomas mengerti dan menuruti perkataan Regina. Mana mungkin dia rela bibir matenya dicium oleh orang lain meskipun itu perempuan.

Piter memegang bahu Regina dia tidak rela tubuh matenya digigit orang lain, dirinya saja belum menandai gadis itu. Sabar!

Thomas mendekatkan wajahnya ke wajah putri duyung itu dan mencium bibirnya membiarkan darah di mulutnya masuk dan ditelan matenya. Adegan itu tampak menegangkan hingga Vierra dan Ghea menahan nafas!

Ketika Thomas melepaskan ciumannya, tubuh putri duyung itu sedikit bercahaya lukanya menghilang dan wajahnya tidak pucat lagi.

"Terimakasih Regina!"

"Hm."

"Regina?" bingung Vierra dan Ghea.

Piter mengerutkan keningnya dia penasaran. "Jika kau mengetahui cara ini berarti kau sudah mempraktekkannya sebelum ini!" tanya Piter curiga.

"Tentu saja bodoh! Aku pernah memberikan darah kepada Zoe!" balas Regina malas.

"Jangan bilang kau menciumnya?" tanya Mereka serempak kecuali Arlan dan Thomas.

"Tentu saja aku menciumnya!" kesal Regina menutup telinganya.

Mereka tercengang apalagi Piter yang langsung mencium bibir Regina hingga gadis itu pingsan. Ah, Piter tidak rela bibir manis itu dirasakan orang lain meskipun Zoe adik Hana.

"Ow! Sabar Piter!" kekeh Rafael merangkul Vierra tertawa kecil.

********

Putri duyung yang merupakan mate Thomas itu ternyata adalah seorang mermaid bangsawan keluarganya dibunuh dan kekayaannya diambil oleh orang yang iri terhadap keluarganya beruntung dia bisa melarikan diri ke gua itu.

Namanya Moana, memiliki kekuatan yang dapat menghilangkan ingatan dan mengendalikan air.

"Jadi kau itu tinggal di istana bawah laut?" tanya Hana kepo karena gadis itu baru saja mengenal tentang Immortal jadi banyak hal yang dirinya tidak tahu.

Moana tersenyum Thomas mengatakan jika gadis di depan inilah yang menolongnya, dia sangat berterimakasih hingga Hana malu sendiri karena Moana memperlakukannya seperti Tuannya.

"Membayangkannya saja membuatku ingin pergi ke sana!" Hana nyengir membuat Piter gemas dan menarik tangan gadis itu.

"Kau membuat orang lain pusing dengan pertanyaanmu yang tiada hentinya!" Perkataan Piter cukup membuat Hana tersentil. Dasar bibir tajam!

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang