Chapter 25: Thomas's Mate

3.4K 394 5
                                        

Dibawah bulan purnama yang ditemani ribuan bintang, Piter berhasil menyematkan sebuah cincin berlian dijari manis Hana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dibawah bulan purnama yang ditemani ribuan bintang, Piter berhasil menyematkan sebuah cincin berlian dijari manis Hana.

Piter melamarnya! Hana tidak berhenti tersenyum manis dari sejak pulang kekamarnya bersama dua gadis yang ikut gila tersenyum sendiri seperti Hana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Piter melamarnya! Hana tidak berhenti tersenyum manis dari sejak pulang kekamarnya bersama dua gadis yang ikut gila tersenyum sendiri seperti Hana.

Awalnya Hana sempat ragu karena mereka masih sekolah tapi Piter mengatakan itu hanya akan menjadi simbol keseriusannya, karena bagaimanapun Hana adalah Lunanya nanti.

Jika sudah waktunya Piter akan langsung menikahi Hana. Lagi pula dengan cincin yang tersemat di jari manis Hana pasti para pria mundur perlahan karena Hana sudah terikat.

Hati gadis itu berbunga-bunga dia sampai mengigit bantal yang dipegangnya karena gemas. Hana hampir memekik beberapa kali saking takutnya itu hanya mimpi!

"Kalian mau kemana?" bingung Hana melihat Vierra dan Ghea dengan piama lucu berniat membuka pintu kamar, padahal ini sudah malam.

"Kami... Kami.. hanya keluar sebentar karena Ghea kehausan!" ucap Vierra gugup.

"Benar aku sangat Haus!" Ghea menganggukkan kepalanya cepat membuat Hana menatap keduanya curiga.

"Hm baiklah!"

Keduanya menghembuskan nafas lega. Rasanya seperti diinterogasi polisi! Seram!

Setelah kepergian keduanya Hana berencana untuk tidur dengan memejamkan matanya, tapi gadis itu merasa jika ada seseorang yang sedang berjalan kearahnya namun Hana tidak membuka matanya.

Tepat saat tempat tidur bergerak gadis itu membuka matanya kaget. "Piter!"

Piter tersenyum dan meletakan telunjuk dibibirnya. "Temani aku tidur!" bisik Piter dengan mendekatkan bibirnya ketelinga Hana.

"Piter geli!" Hana mendorong tubuh Piter menjauh.

"Kau harus menemani aku tidur!" keukeuh Piter meraih tubuh Hana kedalam gendongannya dan berteleportasi kekamar yang ditempatinya.

"Kau ini!" gemas Hana memukul dada Piter. "Bagaimana jika Vierra dan Ghea mencariku!"

Piter menurunkan Hana ditempat tidurnya, tersenyum miring. "Mereka tidak akan mencarimu!" kemudian berbaring disamping Hana.

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang