Chapter 35: Rencana Bumil

3.7K 381 4
                                        

"Pakaian Laknat!" pekik Hana kesal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pakaian Laknat!" pekik Hana kesal.

Bagaimana tidak kesal jika lemarinya dipenuhi dengan pakaian haram dengan berbagai model dan warna yang cerah. Lingerie!

Siapa yang sudah usil mengisi lemarinya dengan pakaian haram ini! Hana lemas dia yakin keluar dari kamar mandi akan langsung diserang Piter. Kampret!

Padahalkan niatnya Hana ingin tidur lebih awal karena hari ini terasa sangat melelahkan. Belum lagi tubuhnya yang sedikit pegal.

Sekarang Hana harus keluar menggunakan apa, tidak mungkin kan harus menggunakan pakaian Piter yang ada pria yang menyandang status suaminya beberapa jam yang lalu itu menatapnya aneh.

Hana kembali mengecek lemari berharap menemukan pakaian yang sedikit lebih normal, Ya setidaknya tidak terlalu tipis.

"Yes ketemu!" seru Hana senang.

Tangannya mengambil sebuah kaos tipis dan celana tidur selutut, hanya itu yang ada tapi Hana bersyukur setidaknya ini sedikit lebih baik dari pada pakaian haram tadi.

Hana keluar dengan menggosok rambutnya yang basah, melihat Piter yang tengah melepas jasnya.

"Sana mandi!" titah Hana kemudian duduk di kursi meja rias.

Cup

"Jangan tidur lebih dulu!" bisik Piter kemudian memasuki kamar mandi.

Jantung Hana berdetak kencang dan pipinya memanas. "Sialan!" begitu saja Hana sudah mati kutu apalagi jika lebih dari itu.

Hana berbaring ditempat tidur dan memejamkan matanya berharap tidur cepat, semoga Piter mengerti jika dirinya lelah.

Tidak lama terdengar suara langkah kaki yang kemudian mendekati tempat tidur, Piter berbaring di samping Hana pria itu tersenyum melihat wajah damai istrinya. Sepertinya dia sangat lelah pikir Piter.

Cup

Piter mengecup kening Hana dan bibi istri itu singkat kemudian memeluk gadis itu agar merapat padanya.

"Nice dream, my Love!"

********

Sepertinya karena lelah Hana dan Piter jadi bangun siang sekitar jam 10, ketika mereka turun untuk makan keduanya digoda habis-habisan.

"Kenapa tidak ada kiss mark di lehermu?" tanya Vierra berbisik-bisik, bumil yang satu itu gencar memborong pertanyaan pada Hana.

Hana hanya mengedikan bahunya cuek, memilih kembali melanjutkan mengupas apel di tangannya.

"Wah! jangan-jangan Piter belum menyentuhmu!" teriak Vierra heboh membuat Henna membekap mulut ember bumil itu.

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang