Chapter 32: Hilang Kontrol

4.1K 413 7
                                        

Hana menghela nafas pelan dirinya berniat memberikan pelajaran pada Rosa tapi saat gadis itu mengetahui jika Rosa adalah kakak sepupu Ghea hatinya jadi tidak yakin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hana menghela nafas pelan dirinya berniat memberikan pelajaran pada Rosa tapi saat gadis itu mengetahui jika Rosa adalah kakak sepupu Ghea hatinya jadi tidak yakin.

Sekarang bagaimana caranya! Parasit itu masih terus menempeli Piter karena keluarganya juga masih di kerajaan Immortal.

Saat ini Hana sedang duduk ditaman Mansion Piter, tangannya tidak berhenti mengusap surai lembut milik pria itu yang tertidur di pahanya.


Piter benar-benar manja padanya hingga segala urusan Alpha ditangani oleh Arlan, ditinggal beberapa menit saja pria itu pasti berteriak memanggil Hana. Panik!

Hana sudah tidak memikirkan lagi perusahaan di Kanada, karena kakeknya sudah meninggal 1 tahun yang lalu jadi Hana tidak memiliki alasan untuk pergi ke sana kecuali mengunjungi Zoe yang memegang kendali perusahaan sekarang.

Hana tidak khawatir karena Zoe sudah banyak mempelajari ilmu beladiri, jadi dia bisa menjaga dirinya. Lagi pula bodyguard di sana banyak dan cukup berpengalaman jadi bocah tengik itu tidak akan kekurangan pelindung.

"Seharusnya aku yang berada di posisimu sekarang!" ucapan sinis penuh kedinginan itu membuat Hana menghembuskan nafas lelah. Tangannya gatal ingin merobek sesuatu!

"Ya! Kemarin aku membiarkanmu bebas karena kau masih lemah. Tapi sekarang Kau sepertinya kuat bersaing denganku!" remeh Rosa melipat tangannya di depan dada.

Hana tersenyum lembut dan mengecup kening Piter. "Tidurlah!" adegan itu membuat Rosa muak dan berniat menarik rambut Hana yang dicepol asal.

Hap

"Tangan kotormu tidak pantas menyentuh rambutku!" jari tangan Regina menahan tangan Rosa dan menghempaskannya kuat.


Sebelum itu dia baru saja memberikan mantra tidur untuk Piter agar pria itu tidak terusik dengan kebisingan yang akan dibuatnya. Regina berdiri perlahan dengan pelan-pelan mengangkat kepala Piter kemudian meletakkannya di kursi taman.

"Jaga Alpha!" titahnya pada seorang prajurit yang baru saja lewat.

"Baik Luna!"

"Baik Nona Rosa, apa yang sebenarnya anda inginkan saya sudah muak meladeni semua kelakuan anda!" perkataan sakras Regina membuat jari-jari Rosa mengepal kuat.

"Lawan aku jika kau kuat!" tantang Rosa dengan mata berkobar kebencian.

Regina menutup mulutnya yang menguap anggun. "Aku mendadak mengantuk!"

Rosa tidak terima diremehkan melesat ke arah Regina dengan sebuah belati di tangannya. Dengan mudahnya Regina menghindar, membuat Rosa terus saja menyerang gadis itu tapi tidak ada yang terkena sedikitpun. Rosa menggeram marah!

Setelah beberapa menit kemudian Regina berucap malas. "Kau membosankan! Aku malas meladenimu!"

Rosa yang merasa harga dirinya jatuh kembali menyerang Regina lebih brutal, gadis itu mempermalukannya sebagai bangsa vampir. Padahal yang dilawannya hanya manusia biasa!

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang