Chapter 8: Rumah Sakit

3.9K 416 2
                                        

"Dia yang akan menjadi tuanku?" tanya seorang perempuan cantik dan seksi tidak percaya pada seorang perempuan cantik yang sangat mempesona bak Dewi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dia yang akan menjadi tuanku?" tanya seorang perempuan cantik dan seksi tidak percaya pada seorang perempuan cantik yang sangat mempesona bak Dewi.

"Ya, kenapa kau tidak suka?" tanya perempuan bak Dewi itu yang memakai mahkota seperti bulan sabit.

"Kenapa aku selalu mendapatkan tuan yang lemah?" dengus perempuan seksi itu ingin memaki tapi tidak mungkin jika didepan perempuan yang berada tepat didepannya ini.

"Karena kau kuat."

Perempuan seksi itu terdiam beberapa saat memandang keatas kemudian menghembuskan nafas panjang.

"Baiklah, aku menerimanya."

Perempuan bak Dewi itu tersenyum tipis dan mengusap bahu perempuan seksi itu. "Kau akan menyukainya, aku yakin itu."

Sedangkan perempuan seksi itu hanya terdiam dia memang menyukai sesuatu yang berbau darah dan pertempuran. Tapi kadang tuannya berkebalikan dengannya untuk itulah dirinya hadir sebagai penjaga bagi seseorang yang memiliki peran sangat penting.

*******

Zoe menunduk disamping Hana menelungkupkan tangannya diatas brankar, badan pemuda itu bergetar dengan bibir yang ikut bergetar.

Piter memberitahukan keadaan Hana pada Zoe, tidak sepenuhnya karena Piter tidak ingin bocah itu khawatir sebagai balasannya Piter berjanji akan selalu menjaga Hana.

Sebenarnya selama ini Piter selalu mengirimkan beberapa penjaga untuk Hana yang tidak diketahui oleh gadis itu, Hana selalu pulang malam sekitar jam 7 karena waktu kerja gadis itu hanya setengah hari.

Oleh karena itulah Hana selalu pulang dalam keadaan baik baik saja, padahal jarak restoran dengan rumah Hana tidak terlalu jauh itupun banyak rumah dan minimarket yang selalu buka jadi setiap Hana pulang tidak gelap.

Hana juga selalu membawa sepedanya jadi dia bisa menghindari kejahatan malam. Piter saja yang terlalu protektif!

Tepukan dibahunya membuat Zoe mengalihkan pandangannya dan dia melihat seorang perempuan seusia kakaknya tersenyum menenangkan.

"Kau Zoe bukan? Perkenalkan aku Vierra teman kakakmu." Vierra menyodorkan tangannya kehadapan Zoe.

Zoe ingin membalas Vierra tapi nyalinya menciut melihat Rafael yang menatapnya seperti ingin menelannya. "Iya kak." Zoe hanya bisa mengangguk dan tersenyum manis.

Vierra mengedikan bahunya tidak merasa tersinggung walaupun sodoran tangannya tidak dibalas Zoe, gadis itu tersenyum kecil. "Kau tidak perlu khawatir, kakakmu akan baik-baik saja mungkin sebentar lagi dia sadar."

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang