Chapter 22: Identitas

3.5K 381 5
                                        

Hana menatap Piter datar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun menunggu Piter berbicara mengenai apa yang dilihatnya di layar lebar itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hana menatap Piter datar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun menunggu Piter berbicara mengenai apa yang dilihatnya di layar lebar itu.

Sepertinya Hana mulai mengerti tentang apa yang terjadi dengan dirinya begitulah yang ada di dalam pikiran Piter.

"Sepertinya kau sudah tahu ya!" Piter terkekeh kecil.

"Tentu saja!" balas Hana ketus membuat Piter sedikit mengerutkan keningnya apakah Hana ketularan Regina. Oh jangan sampai!

"Hana!" Piter memegang kedua tangan Hana lembut membuat gadis itu mengalihkan pandangannya asal tidak menatap Piter. Dirinya lemah jika sudah berhadapan dengan mata yang selalu memandangnya teduh itu.

"Lihat aku!" Piter meraih wajah Hana dan membuat gadis itu menatapnya. Tuh kan Hana diem!

"Aku seorang werewolf tapi kau tidak perlu takut karena aku tidak akan menyakitimu. Kau tahu bukan jika warewolf hanya akan berpasangan dengan matenya dan kau adalah mateku, calon Luna packku. Semua orang yang berada di sini juga sama sepertiku." jelas Piter yang cukup dimengerti oleh Hana beruntung gadis itu pernah membaca sebuah buku kuno berisikan tentang mitos yang jadi nyata sekarang dan berada di hadapannya.

"Termasuk Vierra?"

"Ya, begitu juga dengan Vierra yang merupakan mate Rafael."

Hana menghela nafas panjang menatap Piter datar. "Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal, kau tidak percaya padaku? padahal kau sendiri yang mengatakan jika aku tidak boleh berbohong kepadamu tapi kau sendiri yang tidak jujur kepadaku!"

"Maafkan aku! Aku hanya takut kau tidak menerima identitasku yang sebenarnya!" sesal Piter mengusap punggung tangan Hana lembut.

"Baiklah aku memaafkanmu, tapi jangan menyuruhku untuk melihat wujud serigalamu karena aku tidak menyukai anjing, Aku menyukai lebih kucing." sejujurnya Piter ingin tertawa tapi pria itu menahannya. Hana terlalu jujur!

Perkataan Hana berhasil membuat hati Luc sakit, serigala mencoba mengambil alih tubuh Piter. Berhasil!

"Kau menyakitiku mate!" rengek Luc yang membuat Hana tercengang melihat bola mata Piter berubah sebiru langit dan bertingkah manja.

Seakan mengerti apa yang dipikirkan Hana serigala itu berucap. "Aku bukan Piter, aku Luc sisi wolfnya!" Luc merajuk menceblikan bibirnya kesal.

"Eh?" kaget Hana. Memangnya bisa begitu? Dia pikir Luc keluar hanya ketika Piter berubah menjadi serigala.

Dengan manjanya Luc tidur di paha Hana dan memeluk perut gadis itu membuat Hana geli karena wajah lucu yang berada di perutnya. Usilnya Luc dengan sengaja menggesek-gesekkan wajahnya di perut Hana hingga membuat gadis itu tertawa kegelian.

"Ahaha hentikan geli!" Hana mendorong kepala Luc menjauhi perutnya.

"Aku minta maaf! Aku tidak menyukai anjing tapi aku menyukai serigala!" ucap Hana dengan sedikit rasa geli dan Luc menghentikan aksinya ketika mendengar ucapan Hana.

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang