Chapter 37: Ngidam Piter

4.1K 399 47
                                        

Seorang anak kecil berusia 5 tahun tampak asik memainkan pedang kayu miliknya yang didapatkan dari sang kakek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Seorang anak kecil berusia 5 tahun tampak asik memainkan pedang kayu miliknya yang didapatkan dari sang kakek. Wajahnya sungguh menggemaskan dan sangat tampan di usianya yang masih belia.

"Mars!"

"Disini Bunda!"

Hana menggelengkan kepalanya dengan menghembuskan napas lega dia pikir putranya itu menghilang. "Kenapa Kau bermain sangat jauh! Bagaimana bila nanti ada binatang buas!" ucap Hana lembut namun menyiratkan kekhawatiran karena putra sulungnya itu sedang bermain di hutan sendirian pula.

"Elios bersamaku bunda!" jawab Mars dengan senyum polosnya. Elios adalah serigala Mars bocah itu mendapatkan serigalanya di usianya yang masih muda.

Hana menghembuskan nafas lelah putranya itu selalu pandai sekali mencari alasan. "Ayo pulang!"

Mars mengangguk patuh dan menggandeng tangan sang bunda. "Bunda, kapan adik bayi keluar dari perut bunda?" tanya Mars dengan polos menunjuk perut sang bunda yang masih rata.

Hana tersenyum lembut dan menjawab dengan tenang. "Nanti setelah purut bunda membesar sekarangkan perut bundanya masih rata!"

"Oh! jadi supaya adik bayinya bisa keluar harus besar dulu ya perutnya bunda?" Lihat betapa polos dan menggemaskan sekali putranya itu.

Hana yakin jika Mars akan menjadi incaran para gadis, masih kecil saja sudah pandai bicara seperti ini. Calon Alpha jenius!

"Iya sayang!"

"Kalau gitu Mars mau kuat seperti ayah, agar bisa menjaga adik bayi!" ucap Mars lucu dengan mengayun-ayunkan tangan sang ibu yang menggandengnya.

Grrrr

Lima ekor Rogue menghadang jalan mereka menatap mereka dengan tatapan lapar, Hana langsung menyembunyikan Mars di belakang tubuhnya. Bocah itu hanya menatap polos tapi tajam pada Rogue itu!

"Ternyata aroma wangi itu dari tubuhmu!" ucap salah seorang regu yang cukup kuat sehingga bisa berbicara dengan wujud serigalanya.

Hana memasang wajah datarnya karena dia juga tidak mengerti apa yang dimaksud dengan aroma wangi itu.

Ketika rogue itu berniat menyerang Hana secara bersamaan seseorang lebih dulu membuat mereka terpental jauh. Hana mengerjapkan matanya kaget dia tidak melakukan apapun!

"Bunda paman itu siapa?" tanya Mars menarik-narik pakaian yang dikenakan Hana sembari menunjuk seorang pria berpakaian mewah dengan jubah emas.

"Bunda juga tidak tahu sayang!" jujur Hana dia memang tidak tahu, karena mereka sedang berada di dunia Immortal tempat seluruh makhluk Immortal berada bukan dipack.

Kelima Rogue itu hangus menyisakan debu hitam membuat Hana kaget dirinya hanya berbicara sebentar dengan Mars tapi pria itu sudah memusnahkan rogue.

"Dia demon!" ucap Regina yang sekarang sudah bisa berkomunikasi dengan Hana melalui pikiran setelah mengandung anaknya yang kedua ini.

SF 2 : Prince's Mate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang