SERIES KE-2
Ketika takdir mempertemukan Piter dengan sang mate, namun dipisahkan dengan keadaan. Akankah mereka akan kembali bersatu?
Bagaimana Piter menghadapi matenya yang memiliki dua sisi yang berbeda?
.
Masa lalu Piter selalu mencari celah untu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zoe tidak habis pikir dirinya pulang dengan cara yang cukup lucu.
Regina atau sosok lain dari kakaknya itu tadi menghentikan laju mobil seseorang dan menodongkan pistol kepada pria yang membawa mobil.
Sontak sang pria ketakutan setengah mati dan memohon agar tidak dibunuh, dia akan mengabulkan permintaan Regina asal gadis itu menurunkan pistol yang dipegangnya entah dari mana.
Regina meminta pria itu untuk mengantarkan dirinya dan Zoe pulang kerumah, setalah sampai dirumah Regina hanya mengucapkan terima kasih dengan singkat.
Kemudian melenggang begitu saja memasuki rumah membuat sang pemilik mobil menggelengkan kepalanya heran. Baru pertama kali ini dalam hidupnya dia bertemu dengan orang yang cukup aneh. Untung cantik!
"Istirahat!" titah Regina mendorong tubuh Zoe yang masih memandangi dirinya dengan penuh penasaran.
Zoe masih aneh kenapa kakaknya yang memiliki kepribadian sebagai Regina, apalagi dengan sikap dikit angkuh dan agresif sangat bertolak belakang dengan Hana yang penyayang dan baik hati.
Tapi ada sedikit rasa syukur juga bagi Zoe, karena dalam sosok Regina dia juga bisa melihat jika wanita itu sangat kuat untuk melindungi orang lain dan dirinya sendiri.
Setelah Zoe masuk ke kamarnya terdengar suara pintu diketuk, membuat gadis itu mendesah malas baru saja dirinya ingin beristirahat, siapa orang yang berani mengusik waktu istirahatnya.
Regina memilih diam tanpa membuka pintu. Bodo amat!
Brak
"Hana!"
Grep
Regina mengerjap matanya kaget, siapa pria yang memeluknya ini. Tidak sopan sekali!
"Lepas sialan kau membuatku kesulitan bernafas!" Regina memberontak hingga pelukan Piter terlepas, kekuatan Regina tidak main main.
Piter menatap Regina heran, gadis itu baru saja memakai dirinya. "Hana kau..." Piter menggantung ucapannya ketika melihat mata gadis yang dipeluknya berwarna semerah darah tapi aromanya memabukkan seperti Hana. Tidak mungkin kan dirinya memiliki 2 mate?
"Aku bukan Hana!" Regina mengembuskan nafas kesal, kemudian berdiri dari duduknya menatap Piter tajam.
"Tuan sebaiknya kau pergi karena aku sedang tidak ingin diganggu!"
"Piter kenapa aku merasa sikapnya asing terhadap kita?" sedih Luc.
"Aku tidak tahu, dia tampak berbeda meskipun dalam tubuh yang sama!"