Chapter 14: Pesona yang memikat

3.8K 406 5
                                        

Ya Tuhan Piter tidak bisa mendeskripsikan perasaannya yang benar-benar terpesona, apakah dihadapannya ini adalah Dewi Aphrodite yang terkenal akan kecantikannya yang mempesona

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ya Tuhan Piter tidak bisa mendeskripsikan perasaannya yang benar-benar terpesona, apakah dihadapannya ini adalah Dewi Aphrodite yang terkenal akan kecantikannya yang mempesona.

Dewi Athena juga cantik malah sangat tapi dewi Athena terkenal dengan kebijaksanaannya bukan Dewi cinta seperti Dewi Aphrodite.

"Kenapa kau bisa secantik ini!" Piter berkata lirih dengan mengusap pipi Hana yang memiliki dagu ramping yang cantik sekaligus tegas.

Piter baru sadar jika matenya sangat cantik tanpa kaca mata, kepangan rambut dan kacamata. Dari sekarang sepertinya harus kuat mental jika banyak laki laki yang terpesona dengan matenya itu.

Ingatkan Piter jika Hana sekolah gadis itu harus tampil seperti biasa dandanan rapih andalannya, cupu sedikit. Agar tidak ada yang akan berani mengganggunya.

Beruntung malam ini pesta topeng jadi wajah cantik Hana hanya akan menjadi miliknya saja. Dasar posesif!

"Piter kau berlebihan aku hanya mengenakan sedikit riasan dari Vierra!" seru Hana tidak suka, lihat sekarang Piter terlihat seperti akan menelannya!

Piter menghembuskan nafas berat dan meraih pinggang ramping Hana membuat gadis itu menubruk dadanya, gadis ini benar-benar menggoda imannya malam ini. "Jangan jauh dariku didalam sana!"

Meski sedikit kesal namun tak urung Hana mengangguk. "Aku tidak akan jauh darimu, memangnya aku akan kemana!" ketus Han membuat Piter tersenyum melihat gadis itu tampak menggemaskan.

"Topengmu!" Piter menyerahkan topeng cantik mewah tapi simpel sebelah hitam dan sebelahnya lagi silver. Couple dengan milik Piter yang hitam dengan aksesoris cantik.

"Ah, aku jadi tidak ingin membawamu kedalam!" seru Piter kesal meletakan kedua tangannya di pinggang Hana setelah selesai mengenakan topeng miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ah, aku jadi tidak ingin membawamu kedalam!" seru Piter kesal meletakan kedua tangannya di pinggang Hana setelah selesai mengenakan topeng miliknya.

Untuk sesaat Hana terpaku melihat ketampanan Piter yang nyaris tanpa celah itu tertutup topeng membuatnya terlihat misterius dan mempesona, gadis itu mengerjap pelan jantungnya berdegup kencang.

"Kenapa?" bingung Hana, dirinya sudah rela dijamah dan dirombak seperti ini oleh orang lain hanya demi menemani Piter ke pesta ini tidak mungkin kan harus tidak jadi. Ayolah ini akan sia sia!

SF 2 : Prince's Mate Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang