Valentina sangat mengetahui kenyataan bahwa banyak orang menginginkan posisinya dan sirik akan dirinya.
Tiap-tiap posisi birokrasi Siegfried itu 'tetap'—kau bisa lihat siapa yang akan melanjutkannya bergantung siapa 'junior' dari orang yang berada di posisi itu. Layaknya pergantian 'tahta' Ketua Umum, 95% manusia-manusia yang menduduki kursi Kelas Eksekutif akan menurunkan posisi mereka kepada orang yang mereka pilih sebagai junior mereka.
Valen adalah sebuah anomali, karena ia berasal dari 5% minoritas dari persentase yang disebutkan tadi.
Itu adalah alasan mengapa ia sangat dibenci.
Seorang Valentina Chen, 'aib' dari Keluarga Konglomerat Chen yang mampu melampaui kakak-kakak dan sepupu-sepupunya yang juga bersekolah di Siegfried.
Valentina Chen yang hanya dianggap keset di keluarga besarnya, bisa jadi berlian tidak bernilai di Kelas Eksekutif Siegfried. Sebuah persembahan jari tengah dari Valen sendiri, sindiran keras kepada sepupu-sepupu Valen yang bahkan tidak berhasil masuk ke Kelas A.
Barangkali, Valen lebih bisa menerima Dewantara karena itu—karena mereka berada di posisi yang tidak begitu berbeda dengan satu sama lain. Serupa tapi tak sama, cerita kelam masing-masing yang lebih baik dikubur dalam-dalam.
"How's your first lesson?"
Pertanyaan kecil itu Valen lontarkan dari tempatnya duduk di daerah kursi tepat di hadapan meja kudapan. Ia bahkan tidak mengedarkan perhatiannya dari buku yang tengah dibacanya—Carrie, karya Stephen King.
Dewa menjatuhkan diri di kursi yang tepat berada di seberang Valen, mengerjap-ngerjap seakan masih memproses apa yang barusan ia dapatkan dari Ketua Umum mereka. Ia tidak menjawab langsung, masih termenung dan tenggelam dalam benaknya sendiri.
Valen tidak menyalahkannya kalau memang misalnya ia perlu waktu, tidak ada yang bilang mempelajari birokrasi Siegfried dalam waktu singkat adalah hal yang mudah.
"Kak Askara is scary."
Sebuah kekehan pelan keluar dari bibir Valen secara tidak sengaja. Gadis berdarah Chinese itu melirik jenaka ke arah 'ketua' barunya.
"That's a high praise, coming from you?" Sudut-sudut bibir Valen tertarik ke atas, membentuk sebuah seringai. "Latar belakang keluarganya militer dan dia dimentor langsung sama Kak Damian. She's the real deal, the iron woman."
Askara Prawirayudha Wisesa, putri dari seorang Marsda yang bertugas sebagai Asintel Kasau di Mabes TNI AU dan seorang Letnan Kolonel, cucu seorang Laksamana Besar. Putri pertama dari tiga bersaudara, cucu pertama dari seorang putra sulung yang punya dua adik laki-laki—satu masuk TNI AL dan yang satunya lagi di kepolisian.
Wanita dengan mental sekuat baja, yang memikul beban entah seberat apa di punggungnya yang selalu tegak itu.
Kak Ara jarang cerita mengenai masalah-masalah yang dialaminya di lingkup keluarga, tapi sudah merupakan kesepakatan bersama untuk tidak mempertanyakan kalau ia sedang jenuh dan tidak ingin diganggu—terutama kalau Kak Ara menyebutkan ada sesuatu yang terjadi di rumahnya.
Tentu saja perempuan seperti itu akan menakutkan dan mengintimidasi. Sudah bawaan, apalagi kalau dia dimentor seorang Damian Zhegraive—lengkap sudah, seorang perempuan dengan standar mustahil yang tidak mungkin bisa diraih dengan mudah.
Sebenarnya banyak sekali yang naksir padanya, tapi tentu tak ada yang berani maju mengingat backing Kak Ara yang se-ngeri itu. Satu-satunya orang yang Valen akan maklumi jadi pasangan hidup seorang Kak Ara hanya ada Kak Damian Zhegraive seorang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma
Teen FictionFirst Book from the 'Arcanum' Trilogy, Apriori. . Siegfried International Academy bukan sekolah sembarangan, kata orang lain. Isinya hanya para kaum elit, isinya hanya para jenius dengan latar belakang yang bukan main-main. Di mata kaum awam, yang m...