***
Jungkook pulang dengan baju yang basah dan kotor. Tangannya sibuk meraba-raba kanan dan kiri. Beberapa kali jatuh di jalan membuatnya menyerah hidup dalam keadaan begini. Belum lagi tidak ada cahaya yang bisa menerobos masuk dalam dunianya.
Brakkk
Oh, kena lagi.
Jungkook mengelus kepalanya sebentar. Di kening lagi. Sekarang total sudah empat puluh kali keningnya di sapa benda mati. Rasanya menyakitkan.
"Sayangggg"
Jungkook tetap berdiri di tempatnya saat mendengar suara wanita paruh baya yang sangat dia sayangi. Tidak mungkin kan dia ikut berlari seperti biasanya? Ah ya ,mengingat spesies itu membuatnya kesal, tapi tidak berlaku pada Ibunya.
"Kamu tidak panggil mama? Gerbangnya belum di buka sayang" ujar wanita itu bersemangat.
Benar! Gerbang. Jungkook lupa.
"Saya bisa sendiri ma" akhirnya Jungkook masuk di papah oleh si mama. Nyonya Wyu menepuk-nepuk baju kaos Jungkook yang terlihat kucel.
"Jatuh di mana kali ini? Mana Unha?"
Ah! Jungkook berhenti sebentar. Sekarang nama itu sudah seperti mantra yang menyulut api amarah dalam dirinya.
Setelah sedikit menghela nafas Jungkook berucap, "Kami sudah selesai ma. Dia ingin putus dengan saya" meskipun di dominasi oleh rasa marah, Jungkook tetap hampir mengeluarkan lagi Air mata kesalnya. Ada rasa sedih yang tidak bisa di jelaskan. Perasaan yang seperti penghianatan Karna Jungkook berani memikirkan kalimat gadis itu di samping orang tuanya yang saat ini berjuang untuk dirinya.
Nyonya Wyu menutup mulutnya. "Tidak apa-apa sayang. Semua akan baik-baik saja" dan memeluk Jungkook setelahnya.
"Saya baik-baik saja ma"
"Kita akan percepat operasinya"
Jungkook melepaskan pelukannya "Tidak ma, saya tidak akan melakukan operasi" ujarnya dengan wajah menunduk. Takut salah arah.
"Kenapa? Mama mau kamu sembuh sayang"
"Tidak ma, Saya akan seperti ini"
"Tapi kenapa?" Paksa wanita itu saat tidak mendapat jawaban.
"Tidak ada yang benar-benar tulus ma. Saya tidak suka perempuan! Saya membenci mereka. Mereka menerima saya karna mereka mau saya sebagai pendukung dari sempurnanya hidup mereka. Saya benci perempuan ma, saya benci dan tidak berniat untuk operasi" ungkap Jungkook. Rasa kesalnya meluap.
Nyonya Wyu menangis tanpa suara. Apa yang sudah Unha katakan pada putranya hingga lelaki kesayangannya ini hancur? Tidak punya harapan dan tidak punya semangat.
"Kenapa?" Tanya wanita itu lagi.
Kali ini Jungkook mengangkat kepalanya, walau pada akhirnya dia menoleh kearah lain. Bibirnya berucap lagi, "Saya tidak Sudi didekati perempuan lagi" dengan wajah yang mengeras.
"Anakku"
Selanjutnya Nyonya Wyu memeluk Jungkook erat. Berbagi luka dan penyesalan. Seandainya tidak ada kecelakaan yang menimpa putranya, semua akan baik-baik saja. Sebaik senyum yang selalu terpancar di wajah tampannya saat bersama Unha.
Tidak pernah Nyonya Wyu bayangkan Unha akan menyakiti putranya sedemikian rupa. Begitu sayangnya dirinya pada gadis itu namun lihat yang terjadi. Putranya hanya diam mematung tanpa ekspresi meskipun mendengar ibunya menangis tersedu-sedu.
Lihat sekarang!! Putranya sudah berubah. Jungkooknya berbeda!
**BLIND**

KAMU SEDANG MEMBACA
BLIND [JUNGKOOK]
RomanceKecelakaan mobil yang menimpa Jeykey, membuatnya kehilangan penglihatan. Disaat terpuruknya, kekasihnya Unha pergi meninggalkannya. Menyisakan rasa sakit dan keputusasaan, rasa benci dan amarah, serta rasa trauma terhadap perempuan. Namun mahasiswi...