Olimpiade

23 7 0
                                    

Banyak yang bilang persahabatan itu adalah hubungan yang suci. Dimana mereka akan berbagi suka dan duka. Tertawa dan menangis bersama.

Ada yang bilang, jika bersahabat lebih dari dua orang maka yang lainnya bisa membuat cerita tentang mu di belakang dan persahabatan mu bisa kandas.

Ada yang bilang pula, persahabatan itu tidak bisa berakhir dengan mudah. Mereka akan bersama dan saling mendukung, saling mengerti, dan saling mengasihi.

Lalu, apa persahabatan bisa saling menghianati?

Tentu saja.

Geanna contohnya.

Seingatnya pagi tadi ia sudah menaruh

Semua perlengkapannya untuk ujian nanti di atas meja, tapi kenapa tiba-tiba semuanya tidak ada disini ya?

Oh? Apa mungkin dia lupa?

Pandangannya memutar kesegala arah. Untuk beberapa saat Ia mencoba mengingat lagi, apa mungkin Ia salah meletakkan? Lupa tempat? Dan lainnya

Namun netranya tanpa sengaja melihat seorang gadis berambut pendek sedang berjalan kearahnya. Tanpa berfikir panjang, Geanna mendekatinya lalu bertanya,

"Jia, kau lihat tadi aku taruh barang-barang ku disini kan?"

Gadis itu mengangguk. "Loh? Bukannya kamu minta Elly bawakan barang-barang kamu ke ruangan final?" Dengan ekspresi bingung yang sangat kentara Jia bertanya "Kamu... Lupa? Tadi aku ketemu Elly dan dia bilang itu kamu yang minta" sambungnya lagi memberi penjelasan.

Geanna diam. Tidak mau berburuk sangka pada salah satu teman dekatnya itu, namun kejadian masa lalu membuatnya menaruh sedikit rasa curiga.

"Ah, pasti aku lupa." Geanna memukul pelan kepalanya "Maaf. Terimakasih sudah memberitahu" ujarnya dengan wajah menyesal.

"Tidak masalah, kalau begitu aku pergi dulu" pamit Jia lalu pergi meninggalkan Geanna sendiri.

_______



"Jeykey.... Buket untuk Geanna, dimana?" Nyonya Wyu bertanya heboh. Putra keduanya tidak menggubris, masih tetap santai duduk di atas sofa tanpa terganggu kehebohan yang mamanya buat.

"Jey?" Ulang nyonya Wyu

Jeykey menoleh salah arah "Ya?" Tanyanya. Bukan maksud membuat wanita paruh baya itu marah, Jeykey hanya tidak bersemangat untuk pergi memberi Geanna dukungan.

"Kamu serius sekarang, Jey? Mama bertanya padamu sejak tadi"

"Mama baru bertanya satu kali"

Nyonya Wyu menghentikan aktifitasnya memasukkan lipstik nya kedalam tas selempang bermereknya. "Artinya kamu mendengar pertanyaan mama kan?" Tanyanya tidak percaya.

Di tempatnya Jeykey tidak memberi respon. Lelaki itu menghela nafas lalu berucap, "Buketnya ada di kamar saya"

"Kamu akan terus bersikap seperti ini, Jey?"

Jeykey tidak menjawab.

"Jey?"

"Oke, I'm not mom. Bisa kita pergi sekarang?"

Nyonya Wyu menghela nafas berat. Ia mengambil langkah besar menuju kamar Jeykey kemudian, lalu membawa Jeykey keluar dari dalam rumah.

_______



Tukk

Geanna menoleh ketika kepalanya di ketuk dengan sengaja oleh seseorang. Ia kemudian memutar bola matanya malas. Itu Pak Liano.

BLIND [JUNGKOOK]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang