***
Geanna mengerutkan keningnya. Fokusnya tidak pada soal-soal ujian yang kini tengah menjadi penentu---siapakah yang akan maju---untuk kompetisi.
Gadis itu masih tidak habis fikir akan Fikiran Tante Hynri. Pernikahan itu bukan hal yang bisa di jadikan permainan, bagaimana mungkin wanita itu berbicara seperti itu. Dia dan Jeykey bahkan baru bertemu dua kali dan sekarang mereka harus terjebak pernikahan?
Argh!! Bodo amatlah. Kali ini Geanna harus fokus mengerjakan soal-soal ini. Setidaknya ada kabar lamaran kerumahnya, ada juga kabar bahwa Ia akan ikut kompetisi. Semuanya harus seimbang maka mama tidak akan marah.
***
"Mama"
Hynri menoleh singkat pada pintu masuk. Wanita itu kini sedang sibuk membaca majalah Fashion saat ada suara yang memanggilnya kesal.
"Kenapa Tyler? Kamu kenapa?" Ceritanya dia masih marah soal kalimat Tyler yang sangat kasar pada Jeykey waktu itu.
Lelaki itu terdiam didepan Hynri. Nafasnya memburu karena marah "Kenapa mama tega sama Tyler?? Apa benar Jeykey akan menikah sama Geanna?" Tanya Tyler.
Hynri berdiri. Mendekati putranya "Iya, kenapa___"
"Mama sama mama Kayle sama saja!" Teriaknya "Aku cinta sama Geanna ma! Aku cinta dia. Mama tega sama aku" lelaki itu menangis di depan Hynri setelah memotong ucapan wanita itu.
Hynri terdiam. Cinta? Oh iya benar! Saat itu Geanna menolaknya di depan mereka semua. Tidak tidak tidak!! Hynri untuk pertama kalinya sudah membuat kesalahan. Wanita itu sudah menyakiti hati putranya. Dirinya merasa menyesal.
"Maafkan mama sayang" tubuhnya bergerak ingin memeluk Tyler, namun lelaki itu mundur beberapa langkah. Hynri menunduk.
"Kenapa harus Jeykey ma? Jawab aku ma! Kenapa harus dia? Aku juga sayang sama mama! Aku juga anak mama kan?! Mama, Tyler mau Geanna"
"Sayang" Hynri menghela nafas setelah melihat putranya hilang kendali "Geanna tidak mencintai mu" ujarnya pelan. Tyler terdiam dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.
Sejak dulu. Sejak penerimaan mahasiswa baru. Tyler jatuh cinta pada Geanna. Gadis yang tidak bisa diam dan selalu terkena masalah itu mengambil setiap perhatian dalam dirinya. Tyler yang malas belajar, Tyler yang benci karena selalu di bandingkan dengan Jeykey akhirnya bisa melupakan semua masalahnya dan kembali bersemangat---semua Karna Geanna.
Senyum gadis itu bisa membuatnya mati di saat yang bersamaan. Bisa membuatnya hancur dan selamat tanpa perlu mengulurkan tangannya. Geanna adalah sosok sempurna dalam hidupnya.
Dan sekarang, kenapa Jeykey lagi? Kenapa harus Jeykey? Jika itu kak Liano, mungkin Tyler tidak akan Semarah ini.
Sejak dulu, Jeykey yang selalu di bandingkan dengannya. Keberadaan Jeykey yang membuat mamanya tidak bersyukur memiliki putra seperti dirinya Karna semua hal yang ada dalam diri Jeykey, berubah menjadi talenta. Tyler membenci Jeykey. Sangat benci! Bahkan untuk memanggilnya kakak saja dia tidak Sudi.
"Apa mama harus menyakiti diri mama dengan melihat putra kesayangan mama mengemis cinta pada gadis itu? Dan mama harus melihat putra mama yang lainnya kehilangan cinta?" Wanita itu mendekati Tyler. "Bantu mama menjawabnya sayang. Kalian ini kesayangan mama"
"Tidak!!" Tyler berontak. "Mama hanya menyayangi Jeykey!"
Wanita itu semakin mengeratkan pelukannya. "Kayle sudah banyak mengganggumu. Untuk itu mama akan menjadikanmu di bawah asuhan mama"
Tyler terdiam. Lelaki itu hanya diam ingin tau apa yang wanita itu akan katakan.
"Mulai sekarang kamu akan lakukan apapun yang kamu mau. Mama tidak mau kamu berubah menjadi seperti Kayle. Tidak ada kompetisi antara kamu, kak Liano dan juga kak Jeykey. Kalian semua sama"
Tyler memeluk wanita itu kuat.
"Mulai sekarang kamu akan tinggal dengan mama. Kamu akan lakukan semua hal yang menyenangkan bersama mama. Kita bertiga dengan papa."
Ujar wanita itu yang membuat Tyler kembali terisak kuat.
"Maafkan aku ma. Maafkan aku"
"Mama akan maafkan asal kamu memikirkan apa kesalahan kak Jeykey hingga kamu harus membencinya"
Hynri semakin mengeratkan pelukannya pada Tyler. Anak itu tidak bersalah, ini hanya soal bagaimana Kayle mengajarkan anak itu. Keputusannya mutlak! Tyler akan menjadi anaknya.
***
Liano, Jeykey, tuan Wyu juga Gyftin sedang duduk di ruang tamu. Mereka memutuskan berkumpul untuk membahas masalah yang sudah menyangkut kakak tertua Gyftin.
Drama jadi-jadian itu ternyata menimbulkan masalah serius. Gyftin kini menunduk.
"Saya tidak tau yang terjadi. Tadi pagi kak Hynri menghubungi saya. Gyftin, Sebenarnya apa yang terjadi?"
Wanita itu menoleh "Pa, mama sudah kasih tau sama papa kemarin kan?"
"Lalu sekarang bagaimana? Kak Gyftin akan memutus hubungannya dengan kita jika dia tau kita hanya berbohong"
"Tidak ada jalan lain. Kita akan meminta Geanna menikah dengan Jeykey."
Jeykey juga Liano hanya menutup mulut mereka. Mereka memang di perbolehkan untuk mendengar, namun saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat untuk Masuk dalam topik pembicaraan.
"Bagaimana jika gadis itu tidak mau?" Pertanyaan Tuan Wyu membuat jantung Jeykey berpacu melebihi rata-rata.
"Kalau begitu Dia akan menikah dengan Liano"
Jeykey bergerak gelisah di sebelah Liano sedangkan Liano menatap mamanya tidak percaya.
"Kenapa Liano?" Tuan Wyu bertanya mewakili pertanyaan Liano juga Jeykey.
"Mama terlanjur suka sama Geanna pa. Lagipula, dengan begitu kak Hynri tidak akan marah pada kita"
"Mama" Karna tidak tahan, akhirnya Liano membuka mulutnya untuk melancarkan aksi protes "Liano fikir ini semua gak perlu kita lakuin. Mama sama papa juga tau kan? Jeykey lagi trauma berhubungan sama yang namanya perempuan" ungkap Liano to the point.
Jeykey ikut mengangguk. Lelaki itu tentu saja sejak awal memang berniat menolak hal-hal seperti ini. Bukannya Jeykey tidak pernah berfikir ini akan terjadi, hanya saja waktunya terlalu tiba-tiba.
"Kamu gak tau apa-apa Liano! Mama bilang gitu ya gitu! Jeykey ga bisa selamanya di jaga sama papa dan mama. Kita gak tau kedepannya"
"Ma, kalau hanya supaya ada yang jaga Jeykey, Liano siap" lelaki itu mengerang menahan gemuruh rasa kesalnya.
"Menurut kamu begitu? Katakan saja kamu terima! Lalu bagaimana dengan Ruenie? Kamu yakin dia mau Nerima Jeykey?" Balas wanita itu hingga Liano terdiam tidak bisa berkata-kata. "Dengarkan mama, kamu atau Jeykey pada akhirnya harus menikah dengan Geanna" sambungnya mutlak.
Liano mendengus tidak terima. "Kalau begitu biar Liano yang menikah sama Geanna" putus Liano yang membuat Jeykey menoleh salah arah pada Liano.
Nyonya Wyu menatap serius "Bukan mama penentunya. Kalau kamu mau, kamu coba ambil hati Geanna. Soal mama Hynri, biar mama yang urus nantinya"
"Liano kamu yakin?" Tuan Wyu bertanya. Ingin memastikan apa putra pertamanya serius akan kata-katanya. "Kamu akan putus dari Ruenie?"
"Biar saja dia putus pa! Lagi pula gadis itu bukan gadis baik-baik. Mama gak suka sama dia"
"Mama, papa lagi bicara sama Liano" tuan Wyu menegur halus istrinya.
"Pa... Kalau pada akhirnya Mama sama papa gak setuju sama hubungan Liano, buat apa Liano bertahan? Lagi pula, Liano mau bertanggung jawab Karna Liano yang udah bawa Geanna kerumah ini" jawab Liano setelah mamanya memberinya kesempatan untuk berbicara.
Jeykey menunduk. Dia tidak tau harus melakukan apa. Keputusannya adalah Liano yang akan menikahi Geanna.
***
Jadi Liano nih?? Gimana sama Jeykey?
Buat aku aja udh hehe

KAMU SEDANG MEMBACA
BLIND [JUNGKOOK]
RomanceKecelakaan mobil yang menimpa Jeykey, membuatnya kehilangan penglihatan. Disaat terpuruknya, kekasihnya Unha pergi meninggalkannya. Menyisakan rasa sakit dan keputusasaan, rasa benci dan amarah, serta rasa trauma terhadap perempuan. Namun mahasiswi...