3. Pilihan Zeno

50.7K 4.5K 83
                                        

Zeno meringkuh ketika mendapati sosok cinta pertamanya sedang berjalan mendekati dirinya.

"No, lo mau ikut gue gak?" ujar Kyrian datar, tapi masih dengan muka penasarannya.

Zeno mengangkat satu alisnya, terheran. "Ikut kemana?"

"Ntar malem, gue mau karaokean bareng anak kelas sebelah. Barang kali lo mau ikut," sambar Kyrian cepat dan segera mengambil kursi dan diletakkan disamping Zeno.

"Enggak ah, palingan lo udah laku duluan." Zeno menggeser sedikit kursinya, membuat jarak antar keduanya.

"Aelah, ga bareng anak cewek jugak. Lagian gue lagi pengen quality time sama lo. Seminggu yang lalu kan kita habis bonyok kena baku hantam sekolah sebelah." Rengek Kyrian yang memakai jurus andalannya, puppy eye.

"Emang lo lagi capek?" Zeno berganti menatap sendu Kyrian sambil menelusuri jejak hantam di sekitar mukanya.

Ada satu luka di dekat bawah mata kanannya yang masih berbekas.

"Mhmm, capek gue." Kyrian berangsur mendekati muka Zeno, bergantian menelusuri setiap lekuk wajah Zeno yang terlihat seperti preman namun manis itu.

Tanpa sadar, tangan kanan Zeno terangkat dan menuju tempat bekas luka itu berada.

"Sakit banget kan ini?" alih alih menjawab, Kyrian malah dibuat bingung akan tindakan salah satu sahabatnya.

Tak mau yang lain berpikiran aneh, Kyrian langsung meraih tangan kanan Zeno dan di turunkan sejenak sambil di genggam erat.

"Biasa lah, kecil." Tambah Kyrian sambil menunjukkan senyum paksanya.

Zeno membelalakkan matanya, bisa-bisanya dia secara tidak sadar berbuat hal memalukan di depan Kyrian.

"S-Sori, gue ga sadar." Zeno menarik kembali tangannya, lalu memalingkan wajah menghindari kontak mata dengan Kyrian.

Kyrian menghembus nafasnya berat, lalu berdiri dari kursinya sambil menatap Zeno sebentar.

"Ikut gak?" tanyanya lembut, dan sedikit menggusrak rambut coklat ke blonde-an Zeno.

"Ikut. Tapi gue ga dianterin nih? Kan gue gatau dimana tempatnya." Zeno mencoba kembali meminta perhatian dari si rambut raven.

Si rambut raven terkekeh sedikit akan sikap manja sahabatnya ini.

"Iya, ntar gue jemput." ujarnya singkat lalu beranjak pergi dari kelas.

Sore harinya, Zeno sudah siap menggunakan baju kaos hitam nya dan jeans nya seperti biasa.

Dia duduk di depan teras sambil menunggu kedatangan Kyrian yang tadi mengajaknya ke karaokean.

Awalnya niatnya sih mau menolak, tapi karena ini Kyrian yang minta, mana bisa Zeno tolak?

Toh, dia disana cuman menemani saja, bukan ikut-ikutan nyanyi, minum, dan segala macamnya.

Zeno kembali mengecek jamnya, sudah jam setengah lima lewat.

"Ini mana sih!? Kebiasaan dah, telat mulu." Omel nya ketika tau si penjemput datang terlambat dari waktu janjian.

Teet! Teet! Teet!

Bunyi klakson motor di depan pagar rumah Zeno membuyarkan lamunan Zeno seketika.

"Sori No! Tadi motor gue bannya bocor!" teriak Kyrian yang masih setia di atas motornya.

"Ga sopan banget dah, masuk dulu kek." Omel Zeno yang mengangkat badannya dari teras lalu berjalan menuju Kyrian.

"Hehe." Cengir Kyrian sambil menyodorkan helm untuk sahabatnya.

AnggArfaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang