⚠️Sesuai judul diatas, area dibawah ini udah bahaya, bagi yang masih 18 kebawah, boleh diskip⚠️
.
.
.
Sekarang Angga sama Arfa lagi tiduran dikasur.
Temen-temennya yang lain udah pada pulang, tinggal bibi aja yang lagi bersihin piring didapur.
Posisinya si Angga ngebiarin Arfa tidur didekapannya dia, sambil tangan kirinya jadi alas buat kepala Arfa.
“Capek ya?” Arfa yang tadinya cuman diem aja, langsung mendusel kan kepalanya di dada bidang Angga.
Ga ada balesan, tapi dengan sikap manja Arfa aja Angga tau kalo si ketua geng itu lagi banyak pikiran.
Apalagi habis Gilang kayak ngajak perang mulu sama si Raka. Tau dah masalah mereka apaan.
“Ga usah terlalu dipikirin, hm?”
Angga ngeraih dagu Arfa, dan diangkatnya sampe mata keduanya bertemu.
Arfa ngegelengin kepalanya, “gimana gue ga kepikiran coba? Kak Gilang itu udah kayak abang gue. Dan Bang Raka juga udah deket sama gue. Bukannya apa, tapi menurut lo aneh ga sih mereka selalu tengkar?”
Angga terdiam sejenak, berusaha memikirkan apa yang baru saja dikatakan sang pacar.
Kalo menurut dia, ada benernya juga sih.
Mana mungkin Gilang yang notabene orangnya cuek sampe punya dendam kesumat sama orang yang baru dia kenal? Kan ga mungkin.
“Aku ga bilang kamu harus abai, tapi kita harus gimana, sayang? Kalo cuman gara-gara mereka hubungan kita hancur, aku yang maju duluan.”
Angga menggesek-gesekkan hidungnya dengan hidung mungil Arfa.
Mencium aroma tubuh lawan mainnya, Angga terkekeh waktu sesekali Arfa mengeluarkan erangan halus.
“A-Aku ga bilang hubungan kita bakal ancur!” Arfa ngedorong Angga waktu tau-tau tangan Angga yang tadinya jadi alas bantal malah melingkari pinggangnya.
“Kamu sih, dari tadi ngomongin mereka mulu. Aku nya kapan, hm?” Tangan Angga mulai lolos masuk ke kaos yang digunakan Arfa.
Menelusup masuk dan mengelus pelan punggung laki-laki didekapannya itu.
Arfa memunculkan semburat malu, dan sesekali menutup mulutnya untuk tak mengeluarkan suara yang aneh-aneh itu. Iya, yang lagi kalian pikirin sekarang.
Angga menghentikan gerakannya yang sontak membuat Arfa heran.
Arfa kira, mungkin Angga takut keduanya akan ketahuan oleh bibi yang bakal tiba-tiba masuk. Tapi, kenyataannya tak semudah yang ada dipikiran bad-boy satu ini.
Dengan ganas Angga membalikkan tubuh mereka. Angga diatas, dan Arfa dibawah.
Tentu Arfa tidak bisa bergerak, dia sudah dikurung dalam kungkungan Angga.
“Eh, lo mau apa? Lepas!”
Arfa yang berada dibawah sudah berulang kali menghentak-hentakkan kakinya.
Angga yang diteriaki tersenyum gemas. Dia tak tahan dengan melihat tingkah lucu dan gemesin laki-laki didepannya ini.
Angga dengan cepat langsung memeluk erat Arfa yang ada dibawahnya dan tangannya melingkari pinggang ramping Arfa.
Ia langsung menciumi ganas beberapa titik sensitif Arfa, salah satunya leher. Dengan cekatan dan lihai, Angga mampu membuat Arfa melenguh kegirangan.
Arfa menggerak-gerakkan kakinya gusar, dan mencoba menarik baju Angga untuk menjauhkannya dari si bongsor ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
AnggArfa
Fiksi RemajaArfa; anak geng plus berandalan ini harus bisa menerima kalau kejadian itu mengubah hidupnya 180 derajat. Siapa lagi kalau bukan dengan Angga, cowok dingin yang bikin kepala Arfa pusing setiap ketemu!! WARNING! Ini cerita BxB alias homo, yang gasuka...
