🍃 20 - The Wedding Day

504 103 72
                                    

20 - The Wedding Day

Ini di luar ekspektasinya. Jihan tahu kakek Jay ingin pernikahannya dengan Arkha dibuat semewah mungkin. Tapi Jihan tidak tahu kalau kata mewah versi kakek Jay benar-benar mewah, sangat mewah hingga membuat Jihan terperangah karenanya.

Acara ijab qobul dilaksanakan di gedung yang sama sebelum tamu undangan datang. Agar lebih terasa sakralnya.

"Bagaimana saksi, Sah?

"Sah!"

"Alhamdulillah."

Satu kata yang berhasil melepas masa lajang mereka. Jihan dan Arkha sama-sama memutar tubuh hingga duduk saling berhadapan. Dengan arahan dari penghulu, Jihan segera meraih tangan Arkha untuk ia cium dengan khidmat. Setelah itu gantian, Arkha menarik Jihan lebih dekat, mendekatkan wajah keduanya lalu meninggalkan kecupan lembut di kening Jihan.

Sorak tepuk tangan terdengar setelah Arkha melepaskan kecupannya. Suasana yang semula begitu khidmat berubah riuh saat Arkha tiba-tiba menarik dagu Jihan lalu mengecup bibirnya singkat.

Jihan megerjap kaget dengan tubuh mematung.

Sedangkan Arkha hanya tersenyum seolah tidak melakukan apa-apa padanya.

"Selamat datang di keluarga Derren, istriku. Mulai detik ini kamu adalah prioritas utamaku, Nyonya Derren." Arkha berujar pelan namun sukses membuat tubuh Jihan menegang dengan rona merah yang semakin kentara di pipinya.

***

Sesuai dugaan. Hari bahagia ini menjadi hari paling melelahkan bagi Jihan di mana ia harus berdiri menyalami para tamu hampir seharian penuh.

"Capek?" tanya Arkha pelan.

"Lumayan."

Arkha mendekat, melingkarkan lengannya di pinggang Jihan lalu berbisik. "Lepas aja sepatunya, biar kaki kamu gak terlalu pegel."

Jihan yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba itu hanya mengangguk. Ia mencoba melepaskan heels yang tengah ia pakai sebelum kemudian kembali mendongak menatap Arkha.

"Emang gak papa?" tanyanya dengan suara tak kalah pelan.

"Gak papa, ketutupan sama gaun ini."

Dengan begitu Jihan segera melepas hillsnya, setidaknya ini bisa membuat kakinya bernafas lega.

Setelah acara resepsi selesai, keduanya masuk kamar. Seperti pernikahan Aresh dulu, kamar hotel dan keperluan yang lainnya sudah disiapkan untuk mereka.

Jihan terperangah melihat banyak kelopak mawar di lantai kamar. Sedangkan Arkha hanya berdecak sebal mengumpati keadaan kamar yang benar-benar wangi ini. Sengaja sekali memancing mereka untuk menikmati malam pertama.

"Kamu pasti capek, mandi dulu sana biar cepet istirahat," ujar Arkha seraya berjalan menuju meja telpon. "Aku kurang nyaman sama kelopak mawar itu. Kalau aku nyuruh orang hotel buat bersihin, kamu gak keberatan 'kan?"

Jihan mengangguk setuju. "Bersihin aja, aku juga terlalu capek gak punya tenaga buat ngebersihinnya sendiri."

Mendapat persetujuan dari Jihan, Arkha segera menghubungi pihak hotel untuk membersihkan kamar mereka terlebih dahulu.

"Kha?" Tiba-tiba Jihan memanggil.

"Hm?"

"Ini gak ada baju ganti buat aku?"

"Ada kok, kakek bilang baju ganti buat kita udah dimasukin lemari."

Jihan meringis menatap dua helai pakaian di dalam lemari.

WGM 2 - (Bukan) Dijodohin -ft. ArkhaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang