45 - Benang Merah
Masakan Jihan selalu menjadi favoritenya. Selalu terasa nikmat dan pas sesuai selera lidahnya. Arkha menghabiskan makan siangnya tak tersisa membuat Jihan gemas melihatnya.
"Kamu laper apa gimana, Kha?"
Arkha tersenyum, melap mulutnya dengan tisu lalu kembali menatap Jihan. "Masakan kamu enak, sayang banget kalau gak diabisin."
"Kayanya masakan aku gak seenak itu deh."
"Perasaan kamu aja kali."
Jihan tak lagi menggubris, memilih segera merapikan peralatan makan bekas Arkha lalu bersiap pergi.
"Mau ke mana?" Arkha menahannya saat Jihan sudah bersiap pergi.
"Pulang."
"Kok pulang?"
"Kamu 'kan udah beres makan, bentar lagi waktu istirahat habis jadi aku mau pulang."
"Di sini aja temenin aku."
"Aku gak mau ganggu pekerjaan kamu, Arkha."
"Enggak ganggu, Jihan. Kamu nemenin aku di sini masa ganggu." Arkha beranjak dari sofa lalu duduk di kursinya.
"Sini!" Ia menepuk paha kanannya mengisyaratkan Jihan untuk duduk di sana.
Entah sengaja berniat menggoda atau memang tak sadar diri saja yang jelas ajakannya berhasil membuat Jihan mengerjap kaget.
"Duduk di sana?"
"Iya."
Oh, jangan gila! Mana bisa Jihan duduk di paha Arkha. Hey! Tubuhnya memang tidak gendut, tapi Jihan sadar diri kalau bobotnya tidak bisa dibilang ringan. "Na-nanti ada yang masuk gimana? Aku duduk di sini aja deh."
"Gak akan ada yang masuk, aku udah gak ada jadwal rapat hari ini. Sini." Arkha mengulang perintahnya.
Meski enggan, tapi Jihan tetap beranjak menghampirinya.
"Aku berdiri aja deh---"
Srett!
Telat. Arkha sudah lebih dulu menariknya ke pangkuan hingga Jihan duduk menyamping di pahanya.
"Kha---" Jihan mencicit geli saat Arkha mulai berulah mengendus lehernya.
"Kamu pakai parfum ya?"
Jihan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Pantes, wanginya manis kaya orangnya."
Jihan tak lagi merespon. Ia sibuk menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba berdebar hebat karena perlakuan Arkha.
Padahal dua hari kemarin mereka sudah melakukan yang lebih dari ini, tapi kenapa sekarang Jihan masih saja gugup dengan perlakuan-perlakuan manis Arkha.
Ia ingin pergi tapi Arkha takkan mengijinkannya. Bahkan kini tangan Arkha sudah nyaman memeluknya dari belakang. CEO muda itu kembali sibuk dengan pekerjaannya seolah tak terganggu oleh keberadaan Jihan di pangkuannya.
"Aku berat ya?"
"Enggak. Kamu gak berat sama sekali."
"Bohong."
Arkha terkekeh gemas. Mengecup pundak Jihan sekilas lalu menjawab. "Paha aku cukup kuat buat gendong kamu atau mangku kamu kaya gini. Sekalipun bobot kamu bertambah 10 kilo aku gak keberatan sama sekali, Jihan."
"Aku berdiri di samping kamu aja ya?"
Jihan sudah siap beranjak, tapi Arkha malah mengeratkan pelukannya. "Duduk di pangkuanku atau duduk di meja di depanku?"

KAMU SEDANG MEMBACA
WGM 2 - (Bukan) Dijodohin -ft. Arkha
RomanceSelamat datang di We Got Married seri 2! WGM berisi tentang tiga lelaki dewasa yang enggan menjalin hubungan serius. Komitmen tentang berumah tangga adalah omong kosong belaka. Tak ada satupun dari mereka yang tertarik dengan itu. Tapi bagaimana ji...